Pakar: Anak yang Main Gadget Berjam-jam Punya Susunan Otak Tak Teratur

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 31 Maret 2020 | 15:55 WIB
Pakar: Anak yang Main Gadget Berjam-jam Punya Susunan Otak Tak Teratur
Kebanyakan main gadget bisa bikin anak alami kerusakan otak (Shutterstock)

Suara.com - Gadget atau gawai seakan telah digunakan oleh siapa saja tak peduli usia. Bahkan tak uslit bagi kita untuk menemukan anak-anak di bawah umur yang dibiarkan asik bermain dengan gawai oleh orangtuanya.

Alasan utama orangtua memberikan gawai adalah agar anak tetap tenang. Padahal banyak penelitian yang mengatakan bahwa membiarkan anak bermain gawai berjam-jam tak baik bagi perkembangannya.

Dan tahukah kamu, anak balita yang dibiarkan bermain gadget atau gawai berjam-jam ternyata memiliki susunan otak yang berbeda dari anak yang tidak bermain gadget?

"Menurut penelitian terbaru bahwa anak-anak usia 3-5 tahun yang terpapar layar gadget dan televisi selama lebih dari satu jam sehari tanpa keterlibatan oran tua, memiliki lebih bagian otak yang tidak teratur dan kurang berkembang," kata Praktisi kesehatan dari klikdokter dr. Martha Fitri Alextina dalam diskusi via pesan langsung di Whatsgrup Kalcare Kulwap, Selasa (31/3/2020).

Martha menganjurkan agar anak di bawah usia dua tahun tidak terpapar gawai sama sekali. Sedangkan anak usia prasekolah diizinkan bermain alat elektronik asalkan dengan batasan waktu.

"Usia prasekolah baiknya tak main gadget lebih dari satu jam setiap hari," ucapnya.

Ada faktor lain juga yang bisa memengaruhi tumbuh kembang anak, lanjut Martha. Seperti pengalaman sehari-hari, respon yang diterima, asupan nutrisi, aktivitas, dan faktor genetik.

Martha menjelaskan bahwa otak balita sedang berfungsi dengan baik sampai usianya enam tahun atau disebut dengan absorbent mind. Saat itu, otak anak mampu menyerap 90 persen pengalaman dan informasi dari luar khususnya orangtua.

Oleh karena itu menjadi penting pula orangtua melakukan identifikasi kecerdasan anak sejak dini. Sebab jika tidak, kemungkinan kecerdasan yang dimiliki anak tidak terasah.

"Dan bisa menyulitkan anak saat akan mengembangkannya di usia sekolah atau dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang dan emosional maupun kemampuan yang tidak setara dengan anak usianya," papar Martha.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tips ala Iwan Fals untuk Anak-anak yang Main Banjir

Tips ala Iwan Fals untuk Anak-anak yang Main Banjir

News | Selasa, 25 Februari 2020 | 15:36 WIB

Cara Apa yang Paling Bijak untuk Kelola Penggunaan Teknologi Pada Anak?

Cara Apa yang Paling Bijak untuk Kelola Penggunaan Teknologi Pada Anak?

Your Say | Senin, 03 Februari 2020 | 16:20 WIB

Main Game Tiap Hari, Anak Ini Rabun Jauh Hampir 1000 Derajat

Main Game Tiap Hari, Anak Ini Rabun Jauh Hampir 1000 Derajat

News | Rabu, 15 Januari 2020 | 13:51 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB