Jangan Asal Beli Sabun Cuci Tangan, 2 Bahan Ini Bisa Rusak Kekebalan Tubuh

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 01 April 2020 | 15:55 WIB
Jangan Asal Beli Sabun Cuci Tangan, 2 Bahan Ini Bisa Rusak Kekebalan Tubuh
Ilustrasi mencuci tangan. (Pixabay)

Suara.com - Selain hand sanitizer, sabun antiseptik juga sangat dibutuhkan semua orang dalam melindungi diri dari virus corona Covid-19. Tetapi, Anda perlu memperhatikan beberapa hal sebelum membeli sabun antiseptik.

Dokter Diana Gall, seorang dokter dari layanan kesehatan online Doctor 4-U dari Inggris, mengatakan ada dua bahan dalam beberapa sabun antiseptik yang perlu dihindari. Dia bahan itu adalah triclosan dan triclocarban yang bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh.

"Mencuci tangan sangat baik untuk mencagah penularan virus corona Covid-19. Tetapi, agen antibakteri dan antijamur tertentu yang terkandung dalam beberapa produk sabun antiseptik memiliki efek buruk pada sistem kekebalan tubuh," kata Diana Gall dikutip dari Metro.

Karena itu, Diana Gall menyarankan orang-orang untuk menghindari sabun cuci tangan antiseptik yang mengandung triclosan dan triclocarban.

Diana Gall mengatakan bahan kimia buatan manusia yang sangat kuat ini bisa mengelupas kulit dan menghilangkan bakteri baik yang berfungsi melindungi tubuh kita. Kondisi inilah yang disebut melemahkan kekebalan tubuh.

Ilustrasi cuci tangan. (Shutterstock)
Ilustrasi cuci tangan. (Shutterstock)

Triclosan dan triclocarban adalah antimikroba yang dikembangkan pada 1960 untuk menargetkan pertumbuhan bakteri. Umumnya, antimikroba ini ditemukan dalam produk sabun, deterjen dan pasta gigi.

Lalu tahun 2016, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) melarang penjualan sabun cuci tangan antibakteri yang mengandung kedua bahan kimia tersebut.

Meski begitu, beberapa produk sabun cuci tangan masih mengandung triclosan dan triclocarban. Karena itu, Diana Gall menyarakan masyarakat untuk memeriksa kandungan dalam sabun cuci tangan sebelum membelinya.

"Walaupun bahan-bahan dalam sabun cuci tangan ini tidak mematikan. Tetapi, penggunaannya setiap hari bisa menghancurkan pertahanan tubuh kita. Sehingga kita akan lebih berisiko tertular virus corona Covid-19," jelasnya.

Jika sabun cuci tangan Anda mengandung kedua bahan kimia tersebut, Anda tetap harus mencuci tangan secara teratur. Terutama Anda harus mencuci tangan sebelum dan setelah meninggalkan rumah, sebelum dan setelah makan serta setelah menyentuh permukaan benda apapun.

Karena, cuci tangan tertaur adalah cara terbaik untuk menghindari diri tertular virus corona Covid-19. Selain itu, menjaga diri agar tidak panik juga bermanfaat bagi kita untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trik Aman Berbelanja di Tengah Wabah Corona

Trik Aman Berbelanja di Tengah Wabah Corona

Your Say | Rabu, 01 April 2020 | 13:24 WIB

Seru! Ada Lagu Baby Shark Khusus untuk Ajarkan Anak Cuci Tangan

Seru! Ada Lagu Baby Shark Khusus untuk Ajarkan Anak Cuci Tangan

Health | Selasa, 31 Maret 2020 | 13:05 WIB

Perhatikan, Hand Sanitizer juga Bisa Kedaluwarsa & Tidak Efektif Lagi

Perhatikan, Hand Sanitizer juga Bisa Kedaluwarsa & Tidak Efektif Lagi

Health | Selasa, 31 Maret 2020 | 12:18 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB