Isolasi Mandiri saat Pandemi Corona Lebih Menyiksa, Mengapa?

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Kamis, 02 April 2020 | 20:10 WIB
Isolasi Mandiri saat Pandemi Corona Lebih Menyiksa, Mengapa?
Ilustrasi Isolasi Mandiri (Shutterstock)

Suara.com - Sendiri dalam waktu normal dan sendiri dalam waktu pandemi corona membuat efek kesepian yang berbeda. Hal tersebut dinyatakan oleh CEO dan salah satu pendiri aplikasi kesejahteraan mental Remente, David Brudo pada Insider.

Brudo menyatakan, bahwa mendapatkan waktu sendiri di antara jadwal yang padat sangat baik untuk kesehatan. Waktu sendiri atau me time akan meningkatkan kesadaran diri, kreativitas, dan inovasi.

Sementara kesendirian di tengah pandemi corona Covid-19 malah akan berdampak sebaliknya pada psikologi.

"Dalam skenario baru dan asing ini, kesendirian telah berubah dari kemewahan yang jarang menjadi kenyataan sehari-hari, tanpa akhir yang jelas," kata Brudo pada Insider.

"Sementara Anda mungkin menyukai saat-saat menyendiri di masa lalu, pemandangan saat ini mungkin membuatmu merasa sesak dan cemas," tambahnya.

Ini karena ada garis tipis antara kesunyian yang sehat menjadi berpotensi merusak.

Menurut Brudo, dipaksa tinggal di rumah bisa saat pandemi bisa membuat Anda merasa terjebak. Seminggu setelah terkurung, seseorang akan merasa rindu dengan interaksi dan sentuhan langsung yang merangsang oksitoksin (hormon cinta).

Rasa kesepian melanda usia atau periode orang tertentu. (Shutterstock)
Rasa kesepian melanda usia atau periode orang tertentu. (Shutterstock)

"Penelitian telah menemukan bahwa oksitosin memiliki dampak positif pada respons emosional yang berkontribusi pada relaksasi, kepercayaan, dan stabilitas psikologis," kata Brudo.

"Oksitosin terbukti mengurangi respon stres, termasuk kecemasan. Kurangnya oksitosin dari sentuhan dapat memiliki efek merusak yang kesepian, kecemasan, dan depresi," tambahnya.

baca juga

Alasan lain isolasi diri dapat menyebabkan gangguan atau kesal adalah karena waktu sendirian biasanya merupakan kemewahan yang ditentukan sendiri. Tapi isolasi menjadi ancaman bagi kebebasan yang disebut "reaktansi psikologis."

"Sebagai manusia, kita tidak suka diberitahu apa yang harus dilakukan, jika kita merasa pilihan kita dibatasi, kita cenderung ingin memberontak dan melakukan yang sebaliknya," ujar Brudo pada Insider.

Dengan efek psikologis seperti itu, maka cara lain untuk tetap baik-baik saja saat isolasi adalah mengubah pola pikir.

"Akui bahwa Anda tidak dapat mengendalikan situasi saat ini, tetapi Anda dapat mengendalikan reaksi Anda terhadapnya," kata Brudo.

Tanamkan pada diri bahwa isolasi diri bisa menyelamatkan diri sendiri dan orang lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tetap Glowing, 3 Tips Menjaga Kesehatan Kulit saat Harus Isolasi Mandiri

Tetap Glowing, 3 Tips Menjaga Kesehatan Kulit saat Harus Isolasi Mandiri

Health | Kamis, 02 April 2020 | 15:38 WIB

Sanksi Tidak Mengikat, Pengamat: PSBB Tidak Bisa Pakai UU Karantina

Sanksi Tidak Mengikat, Pengamat: PSBB Tidak Bisa Pakai UU Karantina

News | Kamis, 02 April 2020 | 15:29 WIB

3 Hal yang Harus Disiapkan Jika Mengalami Gejala Corona dan Harus di Rumah

3 Hal yang Harus Disiapkan Jika Mengalami Gejala Corona dan Harus di Rumah

Health | Kamis, 02 April 2020 | 14:27 WIB

Terkini

Pengangkutan 290 Liter Solar Subsidi di Pidie Jaya Digagalkan, Seorang Pria Diamankan

Pengangkutan 290 Liter Solar Subsidi di Pidie Jaya Digagalkan, Seorang Pria Diamankan

Sumut | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:55 WIB

Mengenal New BIONS, Langkah Awal Mahasiswa Memahami Dunia Investasi

Mengenal New BIONS, Langkah Awal Mahasiswa Memahami Dunia Investasi

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Pelangi di Atas Cerobong: Refleksi Kritis 81 Tahun Kelistrikan Indonesia

Pelangi di Atas Cerobong: Refleksi Kritis 81 Tahun Kelistrikan Indonesia

Opini | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Viral Lahan Bekas Masjid Dibongkar Dibangun Kopdes Merah Putih

Viral Lahan Bekas Masjid Dibongkar Dibangun Kopdes Merah Putih

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:47 WIB

Eks Bupati Gowa Husniah Talenrang Punya Penyakit, Ajukan Penangguhan Penahanan

Eks Bupati Gowa Husniah Talenrang Punya Penyakit, Ajukan Penangguhan Penahanan

Sulsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:42 WIB

Disebut Blunder, Pengamat Kritik Alasan Bahlil Pangkas Ekspor Gas ke Singapura

Disebut Blunder, Pengamat Kritik Alasan Bahlil Pangkas Ekspor Gas ke Singapura

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:41 WIB

Harga Tiket Pesawat Nataru Bakal Turun 11-13 Persen

Harga Tiket Pesawat Nataru Bakal Turun 11-13 Persen

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:38 WIB

Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra

Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Habiburokhman Tegaskan DPR Tak Ingin Asal Ikut Tren Luar Negeri dalam RUU Perampasan Aset

Habiburokhman Tegaskan DPR Tak Ingin Asal Ikut Tren Luar Negeri dalam RUU Perampasan Aset

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:32 WIB

6 Perbedaan Eyelash Extension dan Lash Lift, Mana yang Lebih Aman?

6 Perbedaan Eyelash Extension dan Lash Lift, Mana yang Lebih Aman?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:32 WIB

×