Berisiko Tularkan Corona Covid-19, Ini Cara Setop Kebiasaan Sentuh Wajah

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 03 April 2020 | 08:50 WIB
Berisiko Tularkan Corona Covid-19,  Ini Cara Setop Kebiasaan Sentuh Wajah
Ilustrasi menyentuh wajah. (pexels)

Suara.com - Sudah jadi rahasia umum jika penularan virus corona atau Covid-19 ditularkan melalui droplet atau percikan air liur yang terhirup lalu masuk ke saluran pernapasan.

Biasanya droplet ini terhirup karena tangan yang terkontaminasi virus lalu memegang wajah, hidung, mata dan mulut. Tapi apalah daya jika itu sudah jadi kebiasaan yang sulit diubah.

Pelindung wajah buatan CIMEDs Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Selasa (24/3/2020). [ist]
Pelindung wajah buatan CIMEDs Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Selasa (24/3/2020). [ist]

Tapi, ada cara yang bisa kamu ikuti untuk mengurangi kebiasaan berikut. Psikolog Klinis, Zachary Sikora, PsyD yang berpraktik di Nortwestern Medicine Huntley Hospital Illinois memberikan kiat agar kita berhenti menyentuh wajah selama pandemi Covid-19, seperti mengutip laman Healthline, Kamis (2/4/2020).

Salah satu caranya adalah dengan menulis dan menempelkan catatan kecil untuk berhati-hati dengan tangan. Notes ditempelkan di rumah dan di kantor atau di tempat yang mudah terlihat oleh Anda.

"Buat tanganmu sibuk, jika sedang di rumah dan menonton televisi, cobalah melipat cucian, menyortir surat, atau memegang sesuatu di tangan Anda," kata Sikora.

Ia mengatakan mengengam atau menyediakan tisu di tangan juga bisa sangat membantu, selama itu bisa menjauhkan tangan dari wajah Anda.

Ia juga merekomendasikan menggunakan sabun beraroma untuk mengingatkan diri, agar tangan menjauh dari wajah, karena aroma akan menarik perhatian tentang posisi tangan Anda.

Adapun jika sedang rapat atau duduk di kelas, ia menyarankan untuk mengapit jari-jari Anda dan meletakkannya di pangkuan. Jika ada sarung tangan itu bisa jadi pengingat yang lebih efektif.

"Anda bisa menggunakan sarung tangan saat berada di tempat umum, yang kemungkinan ada permukaan benda yang terpapar virus, dan antisipasi Anda menyentuhnya," jelas Sikora.

"Saat sampai tujuan, Anda bisa melepaskannya. Mungkin ini sangat sulit karena tidak terbiasa. Tapi memakai sarung tangan di rumah juga akan membantu Anda menghentikan kebiadaan menyentuh wajah," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Nekat Pasien Corona Gigit Wajah Perawat

Aksi Nekat Pasien Corona Gigit Wajah Perawat

Video | Kamis, 02 April 2020 | 17:03 WIB

Jadi Kebiasaan, Mengapa Sulit Menahan Diri untuk Tidak Menyentuh Wajah?

Jadi Kebiasaan, Mengapa Sulit Menahan Diri untuk Tidak Menyentuh Wajah?

Health | Senin, 30 Maret 2020 | 14:00 WIB

Hadapi Ancaman Corona, UGM Buat Purwarupa Pelindung Wajah Berstandar WHO

Hadapi Ancaman Corona, UGM Buat Purwarupa Pelindung Wajah Berstandar WHO

Jogja | Selasa, 24 Maret 2020 | 17:40 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB