13 Jam Tangani Pasien Corona Covid-19, Perawat Ini sampai Alami Dehidrasi

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 04 April 2020 | 15:41 WIB
13 Jam Tangani Pasien Corona Covid-19, Perawat Ini sampai Alami Dehidrasi
ilustrasi dokter dan perawat [shutterstock]

Suara.com - Dokter dan perawat adalah orang yang berada di garda terdepan dalam melawan wabah virus corona Covid-19. Tugas besar ini tentu bukan hal mudah bagi mereka karena harus mempertaruhkan nyawa.

Maria Lizcano Gomez, seorang perawat yang bertugas di Rumah Sakit Royal Brompton London ini pun menceritakan pengalamannya bekerja selama 13 jam di unit yang menangani pasien corona Covid-19.

Maria mengaku telah menghabiskan waktu 2 minggu terakhir untuk membantu pasien corona Covid-19. Ia menggambarkan situasi di dalam unitnya sangat panik. Tetapi, ia melihat ada sesuatu yang aneh.

"Ada sesuatu yang tidak benar dan saya merasakannya setelah saya masuk ke unitku," kata Maria dikutip dari The Sun.

Maria merasa seperti berada di medan perang ketika pertama kali menangani pasien virus corona Covid-19. Ia mengaku sangat tidak mudah memakai Personal Protective Equipment (PPE), yang mencakup sarung tangan hingga topeng selama 13 jam penuh.

Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

"Hidung dan pipi saya terasa sakit dan merah setelah memakainya selama jam kerja," katanya.

Setelah 3 hari bertugas, Maria sempat mengalami dehidrasi dan kelelahan sampai dilarikan ke unit gawat darurat. Maria mengaku ia memang tidak minum cukup air selama 3 hari terakhir.

"Ibuku mengkhawatirkanku. Ketika aku sedang meneleponnya di taman, tiba-tiba aku merasa pusing. Setelah aku kembali pulang dan berbaring, Aku melihat ruangan rasanya berputar," katanya.

Selain mengenai kondisinya, Maria juga menceritakan situasi di ruangan ICU pasien corona Covid-19 yang dilengkapi webcam. Sehingga seseorang yang ditinggalkan oleh orang yang dicintainya karena corona Covid-19 masih bisa melihatnya melalui webcam.

baca juga
Ilustrasi seorang petugas medis sedang memegang jarum suntik di hadapan pasien (Shutterstock).
Ilustrasi seorang petugas medis sedang memegang jarum suntik di hadapan pasien (Shutterstock).

Maria juga mengatakan bahwa virus corona Covid-19 sangat menular, sehingga pasien mungkin saja meninggal dunia dalam perawatan dan tidak bisa mengucapkan selamat tinggal.

Maria pun sangat sadar risiko pekerjaanya menangani pasien corona Covid-19. Setelah 2 perawat NHS meninggal dunia karena virus corona Covid-19.

Dua perawat itu adalah Aimee O'Rourke (38) dan Areema Nasreen (36) yang meninggal dunia setelah menangani pasien corona Covid-19. Areema Nasreen yang meninggal karena Covid-19, tidak memiliki masalah kesehatan mendasar.

Nasreen meninggal dunia ketika bekerja di Rumah Sakit Walsall Manor di West Midlands. Beberapa jam setelah kematiannya, perawat O'Rourke (38) meninggal di Queen Elizabeth, Queen Mother Hospital di Margate, Kent.

Sementara itu, perawat ketiga yang meninggal dunia adalah seorang pria 60 tahun yang bekerja di unit perawatan intensif Rumah Sakit Southend di Essex. Sebelum meninggal, perawat pria itu sempat menjalani perawatan medis dengan alat bantu ventilator.

Beberapa hari berikutnya, para petugas medis kembali berjatuhan atau meninggal dunia karena virus corona Covid-19. Kematian pada petugas medis ini seolah pertanda bahwa pekerjaan mereka sangat berisiko di tengah pandemi virus corona Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-gara Pandemi, Produsen Bir Corona di Meksiko Setop Beroperasi

Gara-gara Pandemi, Produsen Bir Corona di Meksiko Setop Beroperasi

Lifestyle | Sabtu, 04 April 2020 | 14:10 WIB

Tak Mampu Lindungi Tenaga Medis, Penanggulangan Pandemi Bisa Kacau

Tak Mampu Lindungi Tenaga Medis, Penanggulangan Pandemi Bisa Kacau

Health | Sabtu, 04 April 2020 | 07:08 WIB

Ngeri, Dokter Temukan Kerusakan Sistem Otak pada Pasien Corona Covid-19

Ngeri, Dokter Temukan Kerusakan Sistem Otak pada Pasien Corona Covid-19

Health | Sabtu, 04 April 2020 | 07:00 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×