13 Jam Tangani Pasien Corona Covid-19, Perawat Ini sampai Alami Dehidrasi

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
13 Jam Tangani Pasien Corona Covid-19, Perawat Ini sampai Alami Dehidrasi
ilustrasi dokter dan perawat [shutterstock]

Seorang perawat menceritakan ritme kerjanya selama 13 jam menangani pasien corona Covid-19 sampai dehidrasi.

Suara.com - Dokter dan perawat adalah orang yang berada di garda terdepan dalam melawan wabah virus corona Covid-19. Tugas besar ini tentu bukan hal mudah bagi mereka karena harus mempertaruhkan nyawa.

Maria Lizcano Gomez, seorang perawat yang bertugas di Rumah Sakit Royal Brompton London ini pun menceritakan pengalamannya bekerja selama 13 jam di unit yang menangani pasien corona Covid-19.

Maria mengaku telah menghabiskan waktu 2 minggu terakhir untuk membantu pasien corona Covid-19. Ia menggambarkan situasi di dalam unitnya sangat panik. Tetapi, ia melihat ada sesuatu yang aneh.

"Ada sesuatu yang tidak benar dan saya merasakannya setelah saya masuk ke unitku," kata Maria dikutip dari The Sun.

Maria merasa seperti berada di medan perang ketika pertama kali menangani pasien virus corona Covid-19. Ia mengaku sangat tidak mudah memakai Personal Protective Equipment (PPE), yang mencakup sarung tangan hingga topeng selama 13 jam penuh.

Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

"Hidung dan pipi saya terasa sakit dan merah setelah memakainya selama jam kerja," katanya.

Setelah 3 hari bertugas, Maria sempat mengalami dehidrasi dan kelelahan sampai dilarikan ke unit gawat darurat. Maria mengaku ia memang tidak minum cukup air selama 3 hari terakhir.

"Ibuku mengkhawatirkanku. Ketika aku sedang meneleponnya di taman, tiba-tiba aku merasa pusing. Setelah aku kembali pulang dan berbaring, Aku melihat ruangan rasanya berputar," katanya.

Selain mengenai kondisinya, Maria juga menceritakan situasi di ruangan ICU pasien corona Covid-19 yang dilengkapi webcam. Sehingga seseorang yang ditinggalkan oleh orang yang dicintainya karena corona Covid-19 masih bisa melihatnya melalui webcam.

Ilustrasi seorang petugas medis sedang memegang jarum suntik di hadapan pasien (Shutterstock).
Ilustrasi seorang petugas medis sedang memegang jarum suntik di hadapan pasien (Shutterstock).

Maria juga mengatakan bahwa virus corona Covid-19 sangat menular, sehingga pasien mungkin saja meninggal dunia dalam perawatan dan tidak bisa mengucapkan selamat tinggal.

Maria pun sangat sadar risiko pekerjaanya menangani pasien corona Covid-19. Setelah 2 perawat NHS meninggal dunia karena virus corona Covid-19.

Dua perawat itu adalah Aimee O'Rourke (38) dan Areema Nasreen (36) yang meninggal dunia setelah menangani pasien corona Covid-19. Areema Nasreen yang meninggal karena Covid-19, tidak memiliki masalah kesehatan mendasar.

Nasreen meninggal dunia ketika bekerja di Rumah Sakit Walsall Manor di West Midlands. Beberapa jam setelah kematiannya, perawat O'Rourke (38) meninggal di Queen Elizabeth, Queen Mother Hospital di Margate, Kent.

Sementara itu, perawat ketiga yang meninggal dunia adalah seorang pria 60 tahun yang bekerja di unit perawatan intensif Rumah Sakit Southend di Essex. Sebelum meninggal, perawat pria itu sempat menjalani perawatan medis dengan alat bantu ventilator.

Beberapa hari berikutnya, para petugas medis kembali berjatuhan atau meninggal dunia karena virus corona Covid-19. Kematian pada petugas medis ini seolah pertanda bahwa pekerjaan mereka sangat berisiko di tengah pandemi virus corona Covid-19.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS