Minuman Panas Tidak Bisa Bunuh Virus Corona Covid-19, Ini Kata Ahli!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 05 April 2020 | 08:00 WIB
Minuman Panas Tidak Bisa Bunuh Virus Corona Covid-19, Ini Kata Ahli!
Ilustrasi minum panas (shutterstock)

Suara.com - Di tengah wabah virus corona Covid-19, banyak sekali informasi tentang pencegahan virus corona Covid-19 yang tidak benar. Salah satunya, orang mengira konsumsi minuman panas bisa membantu membunuh virus corona Covid-19 dalam tubuh.

Karena itu, banyak orang minum teh, kopi dan minuman panas apapun dengan harapan bisa membunuh virus corona Covid-19. Tetapi, apakah minuman panas bisa membunuh virus?

Seorang ahli telah mempertegas bahwa konsumsi minuman panas tidak membantu membunuh virus corona Covid-19. Sampai sekarang pun belum ada obat yang dipatenkan bisa menangani virus corona Covid-19.

"Tidak ada bukti bahwa minuman panas akan melindungi kita dari infeksi virus," kata Ron Eccles, seorang ahli penyakit pernapasan di Universitas Cardiff di Inggris dan mantan direktur Common Cold Centre dikutip dari BBC.

Eccles telah melakukan penelitian di masa lalu tentang dampak minuman panas ketika flu. Ia menemukan bahwa minuman panas bisa meredakan gejala pilek.

Ilustrasi minum air panas (shutterstock)
Ilustrasi minum air panas (shutterstock)

Hal ini mungkin disebabkan oleh peningkatkan sekresi air liur dan lendir di mulut dan hidung yang menenangkan peradangan.

Sayangnya, minuman panas juga bisa menyebabkan efek plasebo kuat. Pada intinya, minuman panas tidak bisa menyingkirkan virus apapun dalam tubuh.

Dalam kasus virus corona Covid-19, air minum jenis apapun tidak ada yang menawarkan perlindungan terhadap virus. Karena, virus tidak bisa mati hanya dengan berkumur atau minum cairan tertentu.

Meskipun virus ini bisa menular melalui tetesan cairan tubuh yang keluar dari mulut dan hidung. Tetapi, virus ini cenderung menginfeksi sel-sel saluran pernapasan.

Minum air putih di pagi hari. (Shutterstock)
Minum air putih di pagi hari. (Shutterstock)

Sel-sel ini membawa enzim pada permukaan yang dibutuhkan virus untuk masuk ke dalamnya. Sehingga menghirupnya saja bisa terbawa masuk hingga paru-paru.

Ketika virus sudah masuk ke dalam tubuh, virus akan lebih cepat mereplikasi dirinya, yang artinya mampu bersembunyi. Beberapa studi awal telah menunjukkan bahwa perlu waktu 30 jam dari sel pertama yang terinfeksi hingga titik di mana virus meledak dan menginfeksi lebih banyak sel.

Saat itulah virus akan terlindungi dari suhu ektrem apapun. Jadi minum cairan panas tidak akan membunuh virus.

Setidaknya Anda butuh 56 derajat celcius atau lebih tinggi lagi untuk membunuh virus corona. Meskipun belum ada penelitian mengenai hal ini, tetapi Covid-19 mungkin memiliki sifat yang sama seperti virus corona lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Koma 10 Hari akibat Corona Covid-19, Pria Ini Tak Ingat Istri dan Anaknya!

Koma 10 Hari akibat Corona Covid-19, Pria Ini Tak Ingat Istri dan Anaknya!

Health | Sabtu, 04 April 2020 | 17:50 WIB

Masyarakat Tak Perlu Khawatir dengan Mantan Pasien Covid-19

Masyarakat Tak Perlu Khawatir dengan Mantan Pasien Covid-19

News | Sabtu, 04 April 2020 | 17:08 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB