PSBB Disambut Baik, Akademisi Medis: Jakarta Ini Sudah Gawat

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 07 April 2020 | 11:13 WIB
PSBB Disambut Baik, Akademisi Medis: Jakarta Ini Sudah Gawat
Penumpang Commuterline duduk saling menjaga jarak atau Social Distancing di Stasiun Duri, Jakarta, Jumat (3/4). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah menandatangani status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk DKI Jakarta, sebagaimana permohonan yang diajukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Hal ini disambut baik oleh akademisi sekaligus praktisi medis, seperti yang diutarakan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI), Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP.

Ia mengatakan bahwa ini adalah salah satu langkah positif, mengingat angka kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta sudah sangat tinggi. Bahkan Jakarta sudah menjadi epicentrum Covid-19 di Indonesia.

"Karena memang Jakarta ini sudah gawat, angkanya aja dari (pengetesan) molekuler aja kita bisa dapatkan angka sekitar 6 sampai 7 persen. Berarti kalau ada 13 orang Jakarta, 1 di antaranya positif. Itu bisa tanpa gejala, bisa ada gejala. Jadi ini yang paling bahaya, memang Jakarta ini sudah epicentrum," ujar Prof. Ari saat dihubungi suara.com, Selasa (7/4/2020).

"Walaupun yang dari rapid test tadi 1 sampai 3 persen (kasus positif), tapi kan itu angka sudah besar (untuk Jakarta). Kalau ada kasarnya penduduk Jakarta 5 juta, kan berarti paling tidak sudah ada 100 ribuan yang positif," jelas dokter spesialis penyakit dalam tersebut.

PSBB ini, kata Prof. Ari, perlu diterapkan di Jakarta, karena masih saja ada orang yang harus keluar rumah dan tidak bisa berdiam diri di rumah karena urusan pekerjaan. Ia melihat PSBB itu menyasar orang-orang tersebut.

"Cuma ini akan memaksa orang-orang lain yang selama ini karena pekerjaan, segala macam. Jadi sebenarnya sasarannya, perusahaan swasta yang masih mempekerjakan pegawainya, jadi ini satu hal yang positif," ungkapnya.

Sebagai epicentrum, dokter yang juga guru besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSCM itu mengungkap jika di Jakarta virus ada dimana-mana, termasuk di luar rumah. Mengingat temuan kasus di ibukota per hari bisa mencapai 100 orang.

"Ketika orang dari luar rumah tertular, kemudian menularkan kepada keluarganya, terus ini nggak akan selesai. Jakarta kan peningkatannya masih 100 orang per hari," katanya.

baca juga

"Lihat data terakhir saja kan begitu, kalau dilihat dari angka kematian, bahkan lebih parah 2 kali dari bulan sebelumnya. Jadi kematian di Jakarta ini sudah tinggi banget," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Corona Pertama di Depok, Anies Usul ke Terawan Terapkan PSBB di Jabodetabek

Corona Pertama di Depok, Anies Usul ke Terawan Terapkan PSBB di Jabodetabek

News | Selasa, 07 April 2020 | 11:04 WIB

Tersebar di 25 Negara, WNI Positif Corona di Luar Negeri Tembus 286 Kasus

Tersebar di 25 Negara, WNI Positif Corona di Luar Negeri Tembus 286 Kasus

News | Selasa, 07 April 2020 | 10:59 WIB

Kenali Obat Kutu Ivermectin yang Diklaim Dapat Membunuh Corona dalam 2 Hari

Kenali Obat Kutu Ivermectin yang Diklaim Dapat Membunuh Corona dalam 2 Hari

Health | Selasa, 07 April 2020 | 10:45 WIB

Terkini

Green SM Perluas Bisnis, Kini Masuk Pasar Ojek Motor Listrik

Green SM Perluas Bisnis, Kini Masuk Pasar Ojek Motor Listrik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:48 WIB

3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu

3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:43 WIB

Pengakuan Bayu Setiadi, Dibayar Jadi Mahasiswa Palsu Undira di Acara Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

Pengakuan Bayu Setiadi, Dibayar Jadi Mahasiswa Palsu Undira di Acara Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Dari Toko Sembako Jadi Agen BRILink, Kisah Sri Asih Bantu Permudah Transaksi Warga Kutoarjo

Dari Toko Sembako Jadi Agen BRILink, Kisah Sri Asih Bantu Permudah Transaksi Warga Kutoarjo

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif

Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Rosan Tampik Danantara Hadir untuk Ambil Proyek Swasta

Rosan Tampik Danantara Hadir untuk Ambil Proyek Swasta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:22 WIB

×