PSBB di DKI Jakarta Bisa Picu Kerusuhan? Ini jawaban Ahli Kesehatan

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 07 April 2020 | 11:46 WIB
PSBB di DKI Jakarta Bisa Picu Kerusuhan? Ini jawaban Ahli Kesehatan
Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Rabu (1/4) lengang karena banyak perkantoran yang menerapkan bekerja dari rumah untuk menekan semakin meluasnya penularan virus Corona Covid-19. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - PSBB di DKI Jakarta Bisa Picu Kerusuhan? Ini jawaban Ahli Kesehatan

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto dikabarkan sudah menandatangani pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta. Hal itu menyusul dokumen yang telah diajukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Langkah ini disambut positif akademisi sekaligus praktisi Medis Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-kGEH, MMB, FINASIM, FACP. Menurutnya langkah ini bisa memaksa atau menargetkan orang yang masih bekerja dan perusahaan swasta yang masih mempekerjakan karyawannya di Jakarta.

"Jadi, saya rasa PSBB lebih menyasar kepada orang-orang yang selama ini, karena berbagai hal yang berada di luar," ujar Prof. Ari saat dihubungi Suara.com, Selasa (7/4/2020).

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Terawan Agus Putranto (tengah) memberikan keterangan pers terkait dua WNI yang positif terkena virus Corona di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Senin (2/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Terawan Agus Putranto (tengah) memberikan keterangan pers terkait dua WNI yang positif terkena virus Corona di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Senin (2/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Ia mengatakan salah satu yang dikhawatirkan dari penerapan PSBB ini adalah kerusuhan dan penjarahan seperti yang pernah terjadi di 1998. Hal itu mengingat akan banyak orang kehilangan mata pencaharian, apalagi bagi mereka pekerja harian. Namun ia yakin hal itu tidak akan terjadi apabila diterapkan dengan tepat.

"Prinsipnya mereka, jangan sampai yang ditakuti kerusuhan. Cuma saya nggak tahu lagi kayak gini, orang apakah gampang rusuh, kayaknya orang saat ini nggak lapar-lapar banget. Yang penting aparat tegas aja, kalau nggak ada ketegasan susah," kata dia.

Prof. Ari juga meyakini kerusuhan tidak akan terjadi di Jakarta pada masa pandemi saat ini. Hal itu dengan syarat bahwa pemerintah bisa bertindak tegas dan rencana pemberian bantuan dana Rp 1 juta kepada warga miskin DKI yang terdampak bisa dilakukan.

"Kuncinya adalah yang punya pengamanan sosial di dukung. Kan gubernur sudah bilang udah disiapkan Rp 1 juta," jelas Prof. Ari.

Maka, selain diedukasi masyarakat tidak keluar rumah dan jaga jarak jika terpaksa harus keluar. Pemerintah pengambil kebijakan, dan aparat yang berjaga juga siaga menertibkan masyarakat yang melanggar PSBB.

"Jadi, isu bahwa akan ada kerusuhan saya rasa terlalu berlebihan. Yang penting dijagain, kalau dijagain nggak masalah. Mall-mall juga pada tutup, orang-orang di jalan itu sejatinya ya memang, karena pekerjaan ada di jalan," tutupnya.

Sementara itu berdasarkan situs corona.jakarta.go.id, ada sebanyak 1.299 kasus positif yang terkonfirmasi di ibukota. 131 orang di antaranya meninggal dunia, 68 orang dinyatakan sembuh, 783 orang dirawat di rumah sakit, dan sisanya sebanyak 317 orang menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

Sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) di DKI Jakarta ada sebanyak 2.225 pasien, 1.020 masib menjalani perawatan di rumah sakit, dan 1.205 dinyatakan sehat dan boleh pulang.

Ada sebanyak 2.566 orang dalam pemantauan (ODP), 531 orang masih dipantau, dan 2.035 sudah dilepaskan dari masa pemantauannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang Terdekat Meremehkan Bahaya Pandemi Corona? Begini Cara Meyakinkannya

Orang Terdekat Meremehkan Bahaya Pandemi Corona? Begini Cara Meyakinkannya

Health | Selasa, 07 April 2020 | 11:28 WIB

PSBB Disambut Baik, Akademisi Medis: Jakarta Ini Sudah Gawat

PSBB Disambut Baik, Akademisi Medis: Jakarta Ini Sudah Gawat

Health | Selasa, 07 April 2020 | 11:13 WIB

Menkes Terawan Kabulkan Usulan PSBB di DKI Jakarta, Ini Arti dan Syaratnya

Menkes Terawan Kabulkan Usulan PSBB di DKI Jakarta, Ini Arti dan Syaratnya

News | Selasa, 07 April 2020 | 10:40 WIB

Terkini

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB