Efek Samping Ivermectin, Obat Anti-Parasit yang Diklaim Bisa Atasi Corona

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Efek Samping Ivermectin, Obat Anti-Parasit yang Diklaim Bisa Atasi Corona
Ilustrasi obat. (Shutterstock)

Untuk mengonsumsi obat anti-parasit ini perlu memperhatikan aturan pada label atau dari dokter.

Suara.com - Ilmuwan Australia mengklaim obat kutu kepala ivermectin dapat membunuh virus corona janis baru dalam dua hari dalam sebuah uji coba laboratorium.

Obat yang dikategorikan sebagai antiparasit ini telah digunakan sejak 1980-an untuk mengobati dan mencegah penyakit yang berkaitan dengan parasit pada manusia, hewan peliharaan, dan ternak.

Pada pengobatan Covid-19, ivermectin disebut dapat mengurangi jumlah DNA virus terkait sel sebanyak 99,8%. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan efektivitas obat ini pada manusia yang terinfeksi SARS-CoV-2.

Secara umum, obat antiparasit ini tersedia dalam bentuk tablet, krim atau lotion.

Untuk mengonsumsi bentuk tablet pun perlu memperhatikan aturan pada label atau dari dokter.

ilustrasi obat-obatan terlarang. (Shutterstock)
ilustrasi obat-obatan (Shutterstock)

Dilansir Drugs, ivermectin ini tidak boleh dikonsumsi dalam jumlah besar atau lebih lama dari yang direkomendasikan dokter.

Seiring dengan efek yang diperlukan, obat ini juga dapat menyebabkan beberapa efek samping, termasuk demam, pruritus, dan ruam kulit.

Reaksi ini umumnya terjadi selama tiga hari pertama setelah mengonsumsi obat dan kemungkinan disebabkan oleh tingkat infeksi parasit, mobilisasi sistemik, dan pembunuhan mikrofilaria.

Sebagian besar reaksi biasanya dapat diobati dengan aspirin, asetaminofen dan/patau antihistamin.

Efek Samping Ivermectin, Obat Anti-Parasit yang Diklaim Bisa Atasi Corona - 2
ilustrasi obat (Shutterstock)

Obat ini juga dapat memengarui sistem saraf dan reaksi yang terjadi adalah pusing, sakit kepala, mengantuk, vertigo, dan tremor.

Untuk memastikan ivermectin aman, seseorang harus memberi tahu dokter apabila mereka memiliki:

1. Penyakit hati atau ginjal.
2. Kanker, HIV atau AIDS, atau kondisi lain yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS