Selena Gomez Didiagnosis Bipolar, Salah Satu Penyebabnya Bisa Genetik

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 08 April 2020 | 09:34 WIB
Selena Gomez Didiagnosis Bipolar, Salah Satu Penyebabnya Bisa Genetik
Selena Gomez. (Instagram/@selenagomez)

Suara.com - Pelantun Lose You To Love Me, Selena Gomez, mengaku dirinya baru saja didiagnosis mengidap gangguan mental bipolar setelah berdiskusi dengan dokter di Rumah Sakit McLean, AS.

"Aku membahas berbagai hal yang aku lalui selama beberapa tahun, aku menyadari bahwa aku bipolar," tuturnya dalam siaran Instagram bersama Miley Cyrus pada Jumat (3/4/2020).

Menurut National Institute of Mental Health, bipolar ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem. Gangguan mental ini menyebabkan perubahan suasana hati, energi, tingkat aktivitas, konsentrasi, dan kemampuan yang tidak biasa untuk melakukan tugas sehari-hari.

Sebelumnya gangguan bipolar ini dikenal sebagai depresi manik. Kondisi ini sangat serius, yang jika tidak diobati dapat menghancurkan hubungan, karir, dan memengaruhi kinerja akademik. Dalam beberapa kasus dapat menyebabkan bunuh diri.

Diagnosis paling umum terjadi antara usia 15 hingga 25 tahun, tetapi juga bisa terjadi pada usia berapa saja.

Selena Gomez. (Instagram/@selenagomez)
Selena Gomez. (Instagram/@selenagomez)

Dilansir dari Medical News Today, gangguan bipolar tampaknya tidak memiliki penyebab tunggal, artinya bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Antara lain:

1. Faktor genetik

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kemungkinan ada komponen genetik untuk gangguan bipolar. Jadi, ini lebih cenderung muncul pada seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi tersebut.

2. Sifat biologis

baca juga

Pasien dengan gangguan bipolar sering menunjukkan perubahan fisik pada otak mereka, tetapi hubungannya masih belum jelas.

  • Ketidakseimbangan kimiawi otak: Ketidakseimbangan neurotransmitter tampaknya memainkan peran kunci dalam banyak gangguan suasana hati, termasuk gangguan bipolar.
  • Masalah hormonal: Ketidakseimbangan hormon dapat memicu atau menyebabkan gangguan bipolar.
  • Faktor lingkungan: Penyalahgunaan obat-obatan, tekanan mental, perasaan kehilangan yang signifikan, atau beberapa peristiwa traumatis lainnya dapat berkontribusi atau memicu gangguan bipolar.

Salah satu kemungkinannya, bahwa beberapa orang dengan kecenderungan genetik untuk gangguan bipolar mungkin tidak memiliki gejala yang terlihat sampai faktor lingkungan memicu perubahan suasana hati yang parah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali 3 Jenis Bipolar, Gangguan Mental yang Dialami Selena Gomez

Kenali 3 Jenis Bipolar, Gangguan Mental yang Dialami Selena Gomez

Health | Selasa, 07 April 2020 | 14:30 WIB

Selena Gomez Baru Saja Didiagnosis Bipolar, Kenali Tanda-tandanya!

Selena Gomez Baru Saja Didiagnosis Bipolar, Kenali Tanda-tandanya!

Health | Selasa, 07 April 2020 | 14:13 WIB

WHO Khawatirkan Gangguan Mental akibat Virus Corona Covid-19, Ini Sarannya!

WHO Khawatirkan Gangguan Mental akibat Virus Corona Covid-19, Ini Sarannya!

Health | Sabtu, 04 April 2020 | 16:03 WIB

Terkini

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

×