Merinding, Ratusan Anak Muda di AS Meninggal Dunia Akibat Corona Covid-19

Bimo Aria Fundrika
Merinding, Ratusan Anak Muda di AS Meninggal Dunia Akibat Corona Covid-19
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

Hingga kini, setidaknya 759 orang di bawah usia 50 meninggal dunia di Amerika Serikat.

Suara.com - Merinding, Ratusan Anak Muda di AS Meninggal Akibat Corona Covid-19.

Meski orang tua tetap yang paling rentan mengalami komplikasi virus corona, pasien yang lebih muda, termasuk mereka yang tidak memiliki kondisi penyakit bawaan juga dapat menjadi sakit parah, karena terinfeksi Corona Covid-19, bahkan sebagian mereka meninggal akibatnya.

Seperti dilansir dari Huffington Post, setidaknya 759 orang di bawah usia 50 telah meninggal di Amerika Serikat. Setidaknya 45 dari kematian itu adalah mereka yang berusia 20-an, sementara 190 di antara orang-orang berusia 30-an.

Bahkan pasien di bawah usia 20 juga tidak terhindar. Menurut laporan mereka, setidaknya 9 orang di AS yang berusia 20 atau lebih muda telah meninggal karena penyakit itu.

Penanganan jenazah pasien covid-19 di Amerika Serikat (VOA Indonesia)
Penanganan jenazah pasien covid-19 di Amerika Serikat (VOA Indonesia)

Laporan ini mencatat bahwa jumlah kematian di kalangan orang muda kemungkinan lebih tinggi. Ini karena beberapa negara tidak memberikan data tentang kematian virus corona berdasarkan kelompok usia.

Para ahli kesehatan telah berulang kali memperingatkan orang-orang Amerika yang lebih muda untuk menganggap pandemi coronavirus dengan serius.

"Meskipun Anda masih muda, Anda tidak benar-benar kebal," kata Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular Amerika Serikat.

Analisis sebelumnya oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menemukan bahwa orang Amerika yang lebih muda menjadi salah satu populasi besar rawat inap virus corona yang diketahui. Orang dewasa berusia 20 hingga 54 menyumbang 38% persen dari mereka yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Di antara 121 pasien yang diketahui telah dirawat di unit perawatan intensif, 48 persen berusia di bawah 65 tahun.

Sementara itu, anak muda yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19 memiliki kondisi yang sudah ada sebelumnya seperti hipertensi dan asma. Tetapi beberapa pasien yang lebih muda telah menderita hasil yang parah bahkan tanpa riwayat masalah kesehatan.

"Saya pikir semua orang harus memperhatikan ini," kata Stephen Morse, seorang profesor epidemiologi di Universitas Columbia.

“Bukan hanya orang tua saja. Akan ada orang berusia 20 tahun ke atas. Mereka harus berhati-hati, bahkan jika mereka berpikir bahwa mereka masih muda dan sehat

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS