Sanggah Mahfud MD, Kasus Kematian Pasien Corona Tak Hanya Tentang Imunitas

Risna Halidi | Frieda Isyana Putri
Sanggah Mahfud MD, Kasus Kematian Pasien Corona Tak Hanya Tentang Imunitas
Penanganan jenazah pasien covid-19 di Amerika Serikat (VOA Indonesia)

Hal tersebut diucapkan oleh Ketua Satgas Kewaspadaan dan Kesiagaan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Dr. Zubairi Djoerban.

Suara.com - Sanggah Mahfud MD, Kasus Kematian Pasien Corona Tak Hanya Tentang Imunitas

enko Polhukam Mahfud MD mengatakan dalam siaran langsung di akun Instagram-nya bersama Reza Rahadian, bahwa orang yang meninggal karena virus corona Covid-19 adalah mereka badannya yang tidak memiliki imun yang baik.

"Hampir seluruh ahli mengatakan yang bisa membuat badan kita ini imun seumpama pun nanti akan ada yang terserang, itu yang meninggal pada umumnya badannya tidak imun," katanya, dikutip Suara.com dari akun Instagram Reza Rahadian @officialpilarez, pada Jumat (10/4/2020).

Memperjelas pernyataan tersebut, Ketua Satgas Kewaspadaan dan Kesiagaan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Dr. Zubairi Djoerban, mengatakan pasien meninggal karena Covid-19 belum tentu hanya disebabkan imun tubuh yang rendah.

Kata Zubairi, kasus meninggal pasien Covid-19 disebabkan adanya kegagalan napas dan kegagalan organ tubuh yang lain. Selain itu, data juga mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien yang meninggal berusia lanjut dan memiliki penyakit komorbid atau penyakit penyerta seperti jantung, stroke, diabetes, dan hipertensi.

"(Penyakit komorbid adalah) penyakit yang sudah ada sebelumnya. Bukan penyakit turunan, tapi penyakit yang ada di orang itu," kata Prof Zubairi. saat dihubungi Suara.com.

Ia melanjutkan, kekebalan tubuh mungkin berperan akan tetapi hanya satu dari banyak faktor lain yang membuat seseorang meninggal akibat Covid-19.

Mereka yang berusia remaja atau dewasa muda hanya memiliki persentase jauh lebih sedikit dari yang meninggal, namun juga tetap punya risiko kondisi yang semakin diperparah oleh Covid-19.

"Yang muda tetap ada yang sakit, ada yang masuk ICU, ada yang meninggal. Jadi harus tetap waspada," katanya lagi.

Biasanya, ia melanjutkan, yang berusia muda memiliki riwayat penyakit seperti asma atau pernah mengalami tuberkulosis parah, atau memiliki kebiasaan gaya hidup tak sehat seperti merokok.

Memiliki badan sehat juga tetap membuat mereka yang berusia muda rentan terpapar Covid-19. Contohnya seperti beberapa pemain sepak bola dan atlet yang juga terinfeksi virus.

Sehingga Prof Zubairi menyimpulkan bahwa terinfeksi virus corona bisa memperparah kondisi atau faktor risiko yang sudah ada pada tubuh si pasien. Membuatnya rentan untuk lebih gawat hingga gagal napas, dan harus dipasangi ventilator.

Ia juga memperingatkan pentingnya menjaga untuk tetap menjaga kesehatan tubuh agar imunitas tubuuh menjadi lebih baik. Menjaga hidup sehat bisa dilakukan dengan olahraga teratur selama 150 menit seminggu, makan buah dan sayur tiga kali sehari, dan tidak merokok.

"Sehingga diharapkan jika nanti jatuh sakit tidak menjadi gawat," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS