Peneliti Sebut Diet Keto Bisa Bantu Kelola Penyakit Asma

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 14 April 2020 | 13:24 WIB
Peneliti Sebut Diet Keto Bisa Bantu Kelola Penyakit Asma
Diet keto. (Shutterstock)

Suara.com - Penelitian baru menunjukkan bahwa manfaat kesehatan dari diet keto dapat membantu mengelola asma. Diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak itu disebut menurunkan peradangan saluran pernapasan, yang kemudian dapat membantu mengurangi prevalensi kondisi pernapasan.

Para peneliti di Universitas Bonn, Jerman, menjelaskan bahwa serangan asma terjadi karena peradangan parah pada bronkus dan peningkatan produksi lendir. Penelitian itu menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi lemak pada diet keto dapat membantu mencegah peradangan itu.

Dilansir dari Medical Daily, peradangan berkurang dengan meningkatnya fungsi Sel Limfoid bawaan (ILC) dalam sistem kekebalan tubuh. Sel-sel ini memainkan peran penting dalam melindungi paru-paru dengan memperbaiki selaput lendir yang rusak.

ILC bekerja dengan sitokin yang merangsang pembelahan sel mukosa dan meningkatkan produksi lendir. Kedua sel membantu tubuh mempercepat proses untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh patogen atau zat berbahaya. Namun, ILC dan sitokin juga bisa menjadi penyebab terjadinya asma.

"Pada orang dengan kondisi paru-paru, reaksi peradangan yang disebabkan oleh sel, jauh lebih kuat dan lebih lama dari biasanya," kata Christoph Wilhelm, seorang profesor di Institut Kimia Klinis dan Farmakologi Klinis Bonn seperti diberitakan situs Medical Daily, Selasa (14/4/2020).

ILC dengan cepat menggandakan dan melepaskan sejumlah besar sitokin yang dapat menyebabkan peradangan lebih tinggi dan masalah terhadap pernapasan. Para peneliti mengatakan mengurangi atau memperlambat pembelahan sel dapat membantu mencegah asma.

Peneliti juga menemukan bahwa makan lebih banyak lemak tetapi dengan sedikit karbohidrat dan protein pada diet keto dapat membantu mengelola aktivitas ILC. Para peneliti menguji efek dari rencana makan pada tikus asma.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Immunity itu menunjukkan, menjadikan lemak sebagai sumber energi alternatif untuk sel menyebabkan perubahan metabolisme sel. Perubahan itu terjadi karena kekurangan asam lemak dan defisiensi glukosa.

Selain membantu mengurangi aktivitas divisi ILC, konsumsi lebih banyak lemak juga bisa meningkatkan fungsinya yang melindungi paru-paru.

"Biasanya, kontak dengan alergen meningkatkan jumlah ILC dalam empat kali lipat bronkus. Pada hewan percobaan kami, bagaimanapun, itu hampir tidak berubah. Baik produksi lendir dan gejala asma lainnya menurun," kata Wilhelm dalam sebuah pernyataan.

Para peneliti berharap melanjutkan penelitian itu untuk melihat bagaimana diet keto akan membantu mencegah serangan asma pada manusia.

"Karena itu kami berusaha untuk menentukan komponen perubahan diet mana yang bertanggung jawab atas efeknya. Mungkin ini akan membuka pintu bagi pengembangan obat baru," kata Wilhelm.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sama-Sama Sesak Napas, Apa Bedanya Gejala Asma dengan Gejala Covid-19?

Sama-Sama Sesak Napas, Apa Bedanya Gejala Asma dengan Gejala Covid-19?

Health | Selasa, 24 Maret 2020 | 17:28 WIB

Kadar Zat Besi Tinggi di Paru-Paru Dapat Memperburuk Penderita Asma!

Kadar Zat Besi Tinggi di Paru-Paru Dapat Memperburuk Penderita Asma!

Health | Kamis, 19 Maret 2020 | 16:03 WIB

Orang Asma Perlu Hindari Kontak Sosial, Bahaya Jika Terinfeksi Covid-19

Orang Asma Perlu Hindari Kontak Sosial, Bahaya Jika Terinfeksi Covid-19

Health | Rabu, 18 Maret 2020 | 18:57 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB