Jika Tak Ada Tindakan Tegas, Kematian Covid-19 Jepang Bisa Capai 400 Ribu

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 15 April 2020 | 19:58 WIB
Jika Tak Ada Tindakan Tegas, Kematian Covid-19 Jepang Bisa Capai 400 Ribu
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. [AFP/Kazuhiro Nogi]

Suara.com - Korban jiwa akibat Covid-19 di Jepang bisa mencapai 400.000 jika orang tidak mengurangi kontak satu sama lain dan tidak ada langkah pencegahan yang diambil untuk membendung penularan. Hal itu dinyatakan oleh satuan tugas kementerian kesehatan Jepang pada Rabu (15/4/2020).

Melansir dari South China Moring Post (SCMP), Tim tersebut mengingatkan betapa pentingnya bagi pihak berwenang mengambil langkah-langkah efektif untuk mengurangi kontak sosial.

"Kita bisa menghentikan penyebaran penyakit menular ini jika kita secara drastis mengurangi kontak antar manusia," kata Hiroshi Nishiura, seorang profesor Universitas Hokkaido dan seorang ahli penyakit menular.

Sebuah tim kementerian yang mempelajari kelompok Covid-19 memperkirakan bahwa kasus-kasus serius yang memerlukan intervensi ventilator dapat mencapai 850.000 di mana setengahnya bisa meninggal.

Per Rabu (15/4/2020), Jepang telah memiliki lebih dari 8.000 kasus dan 162 kematian akibat virus corona.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. [AFP/Kazuhiro Nogi]
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. [AFP/Kazuhiro Nogi]

Laporan NHK menyatakan, ada tanda-tanda bahwa sistem perawatan kesehatan mulai dipenuhi pasien. Sembilan dari 47 prefektur Jepang hampir memenuhi semua tempat tidur rumah sakit darurat yang disisihkan untuk kasus-kasus Covid-19.

Pemerintah kota Osaka telah mengeluarkan permohonan agar penduduk menyumbangkan mantel tahan air ke rumah sakit karena petugas kesehatan kehabisan pakaian pelindung.

Sementara itu, tanggapan pemerintah pusat di awal wabah dianggap terlalu terlambat oleh warga.

Sebuah survei oleh Kyodo News menemukan 80,4 persen orang percaya deklarasi keadaan darurat 7 April di kota-kota utama negara itu terlambat. Demikian pula, tingkat dukungan pemerintah turun lebih dari 5 persen menjadi hanya di atas 40 persen.

baca juga
Warga Jepang Sambangi Starbucks Sebelum Tutup Sementara
Warga Jepang Sambangi Starbucks Sebelum Tutup Sementara

Sebanyak 82 persen responden mengatakan bahwa pemerintah perlu memberikan dukungan keuangan kepada perusahaan yang berjuang karena harus menghentikan atau membatasi operasi.

"Orang-orang marah," kata Noriko Hama, seorang profesor ekonomi di Universitas Doshisha Kyoto.

"Kami telah melihat gambar Abe (Perdana Menteri Shinzo Abe) di Twitter memeluk anjingnya dan minum teh, itu  membuat orang menyadari betapa ia tidak menganggap serius situasi ini. Dia tidak mengerti bahwa orang biasa terluka dan hidup dalam kecemasan" tambahnya.

Mitra politik Abe mendesaknya untuk membagikan uang tunai dan mengambil langkah berani untuk meredakan pukulan ekonomi dari wabah virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mantap! Indonesia Tambah 150 Ribu Reagen untuk Perbanyak Tes Virus Corona

Mantap! Indonesia Tambah 150 Ribu Reagen untuk Perbanyak Tes Virus Corona

Health | Rabu, 15 April 2020 | 19:10 WIB

Fakta Tri Dewa, Penemu Ramuan Virus Corona

Fakta Tri Dewa, Penemu Ramuan Virus Corona

Video | Rabu, 15 April 2020 | 19:15 WIB

Harry Styles Rilis Kaus Bertema Covid-19, Tuai Pro Kontra Warganet

Harry Styles Rilis Kaus Bertema Covid-19, Tuai Pro Kontra Warganet

Lifestyle | Rabu, 15 April 2020 | 19:15 WIB

Terkini

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:55 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:30 WIB

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

Jakarta | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:00 WIB

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

×