Peneliti Klaim Ada Jalan Pintas untuk Obat Corona Covid-19, Begini Caranya

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 17 April 2020 | 10:45 WIB
Peneliti Klaim Ada Jalan Pintas untuk Obat Corona Covid-19, Begini Caranya
Ilustrasi vaksin Corona Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Peneliti Klaim Ada Jalan Pintas untuk Obat Corona Covid-19, Begini Caranya

Para peneliti mengklaim bahwa vaksin dengan "incomplete immunity" dapat menjadi potensi paling baik untuk mengobati pasien coronavirus.

Para ilmuwan di seluruh Amerika Serikat kini berlomba mengembangkan obat untuk mengekang wabah tersebut. Meski demikian, hingga saat ini belum ada pengobatan yang efektif. Namun beberapa percaya mungkin ada jalan pintas.

Seperti dilansir dari Daily Star, Kamis (16/4/2020), Dr Mark Denison, direktur penyakit menular anak di Vanderbilt University Medical Center di Nashville, Tennessee, mengatakan, ada bukti bahwa kekebalan tidak harus sterilisasi atau bahkan komprehensif untuk bisa melawan penyakit.

Ilustrasi vaksin Covid-19. [Pixabay/Pete Linforth]
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Pixabay/Pete Linforth]

Dia menambahkan bahwa kekebalan yang tidak lengkap berpotensi menyebabkan infeksi yang lebih ringan, meskipun mungkin tidak bisa memberikan perlindungan absolut.

"Itu tujuan utama yang lebih baik yang mungkin lebih dapat dicapai."

Dr Mark Denison mengatakan kekebalan 'tidak harus komprehensif'

Salah satu koleganya, Dr Kathryn Edwards, seorang profesor pediatri di Vanderbilt, mengatakan vaksin dengan "efektivitas 50%" akan lebih menarik. Food and Drug Administration (FDA) baru-baru ini menyetujui setidaknya 33 tes diagnostik.

ID Abbott Laboratories juga berhasil menciptakan kit yang dianggap memberikan hasil dalam waktu 15 menit. Selain itu, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa mereka melewati puncak kasus baru, dan akan meningkatkan rencana untuk membuka kembali perekonomian.

baca juga

"Pertempuran berlanjut tetapi data menunjukkan secara nasional kita telah melewati puncak kasus baru."

Namun, beberapa beberapa jam kemudian, Universitas Johns Hopkins mengatakan AS telah mencatat 2.569 kematian dalam 24 jam terakhir. Ini menjad salah satu rekor global baru.

Trump telah banyak dikritik karena pendekatannya yang lambat dan tidak efektif terhadap pandemi. Awal pekan ini, ia meluncurkan serangan yang mengejutkan pada seorang jurnalis karena mengkritik kebijakannya dalam apa yang dijuluki "kehancuran terbesar dari pemimpin AS dalam sejarah".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Australia Akan Uji Vaksin Corona ke Manusia, Hasilnya Baru Keluar Juli

Australia Akan Uji Vaksin Corona ke Manusia, Hasilnya Baru Keluar Juli

News | Rabu, 15 April 2020 | 13:21 WIB

Wow, Sudah Ada 70 Vaksin Virus Corona yang Dikembangkan di Seluruh Dunia

Wow, Sudah Ada 70 Vaksin Virus Corona yang Dikembangkan di Seluruh Dunia

Health | Rabu, 15 April 2020 | 11:39 WIB

Harapan Baru, China Siap Uji Coba 2 Kandidat Vaksin Covid-19 Pada Manusia

Harapan Baru, China Siap Uji Coba 2 Kandidat Vaksin Covid-19 Pada Manusia

Health | Rabu, 15 April 2020 | 08:16 WIB

Terkini

Gibran Didesak Mundur, Projo Sebut Putusan MA Tak Bisa Menganulir Jabatan Wapres

Gibran Didesak Mundur, Projo Sebut Putusan MA Tak Bisa Menganulir Jabatan Wapres

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Diduga Main HP saat Nyetir, Ketua PP Siak Diperiksa usai Kecelakaan Maut di Perawang

Diduga Main HP saat Nyetir, Ketua PP Siak Diperiksa usai Kecelakaan Maut di Perawang

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Susu Bubuk Ada Bintik Hitam, Apakah Berbahaya? Ini Penjelasan Pakar Teknologi Pangan

Susu Bubuk Ada Bintik Hitam, Apakah Berbahaya? Ini Penjelasan Pakar Teknologi Pangan

Health | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Geledah dan Segel Kantor PT IPPS Jakarta, Kejagung Sita HP Berisi Chat Korupsi Rp2 Triliun!

Geledah dan Segel Kantor PT IPPS Jakarta, Kejagung Sita HP Berisi Chat Korupsi Rp2 Triliun!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:21 WIB

5 HP Android dengan Kamera Bagus untuk Kamu yang Mau Mulai Ngonten

5 HP Android dengan Kamera Bagus untuk Kamu yang Mau Mulai Ngonten

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan

Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:19 WIB

Jelajah Rasa Sambil Menikmati Pemandangan Jakarta di Langit Nusantara

Jelajah Rasa Sambil Menikmati Pemandangan Jakarta di Langit Nusantara

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:16 WIB

Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan

Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:00 WIB

×