Bila APD Habis, Ahli Sarankan Staf Medis Pakai Celemek Plastik Sekali Pakai

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 18 April 2020 | 13:58 WIB
Bila APD Habis, Ahli Sarankan Staf Medis Pakai Celemek Plastik Sekali Pakai
dokter (shutterstock)

Suara.com - Kasus virus corona Covid-19 terus meningkat namun ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis semakin langka. Padahal staf medis adalah orang yang paling berisiko terinfeksi virus corona Covid-19 ketika merawat pasien.

Dalam kondisi ini dilansir dari The Guardian, NHS menyarankan dokter dan perawat untuk tetap bekerja tanpa APD yang menutup seluruh tubuh bila kehabisan. Karena, pasien corona Covid-19 yang datang ke rumah sakit mungkin tak pernah berhenti.

Pedoman ini justru kebalikan dari saran Public Health England (PHE) yang mengatakan bahwa APD berbahan tahan air ini memang dirancang untuk mencegah penularan virus. Sehingga tenaga medis perlu menggunakannya karena risiko pekerjaannya yang sangat tinggi.

Bila tak ada APD, PHE justru menyarankan tenaga medis menggunakan celemek plastik dan baju panjang. Meskipun celemek mungkin tidak menutup seluruh tubuh seperti APD, cara ini bisa dijadikan pilihan mendesak demi melindungi diri sendiri.

Sementara itu, pemerintah Inggris mengonfirmasi bahwa sudah 1 miliar lebih alat pelindung diri (APD) dikirim ke rumah sakit. Tapi, rumah sakit terus mengalami kekurangan karena lonjakan pasien virus corona Covid-19 setiap harinya.

ilustrasi dokter dan perawat [shutterstock]
ilustrasi dokter dan perawat [shutterstock]

Prof Keith Willet, dari NHS England pun merumuskan bahwa saran PHE untuk petugas medis mengenakan celemek saat kehabisan APD bisa dijadikan pedoman.

Celemek plastik sekali pakai bisa dijadikan pilihan ketika tenaga medis kehabisan APD dan situasi sangat mendesak. Tenaga medis perlu memakai celemek plastik sekali pakai untuk meminimalisir risikonya.

Sebenarnya PHE telah menetapkan tiga alternatif untuk menggunakan gaun anti fluida berspesifikasi tinggi yang sekarang ketersediaannya mulai berkurang.

Kedua, staf medis disarankan menggunakan baju bedah yang bisa dicuci dan digunakan kembali atau pakaian serupa. Misalnya, jas laboratorium yang lengan panjang, baju pasien yang berlengan panjang hingga celemek plastik.

baca juga

Ketiga, rumah sakit harus menghemat persediaan pakaian anti fluida dengan menggunakannya hanya selama prosedur dan operasi penghasil aerosol.

Meski begitu, APD sangat dibutuhkan petugas medis yang bekerja di garda terdepan merawat pasien virus corona Covid-19, selain pemakaian masker, kacamata dan penutup wajah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Toyota Serahkan 1.000 APD Bantu Penanganan Covid-19

Toyota Serahkan 1.000 APD Bantu Penanganan Covid-19

Otomotif | Sabtu, 18 April 2020 | 12:20 WIB

Aksi Gardep Corona Parodikan Kera Sakti, yang Jadi Pat Kai Enggak Nguatin!

Aksi Gardep Corona Parodikan Kera Sakti, yang Jadi Pat Kai Enggak Nguatin!

News | Sabtu, 18 April 2020 | 12:20 WIB

Minggu Depan, Ilmuwan Inggris Uji Coba Vaksin Corona Covid-19 ke Manusia

Minggu Depan, Ilmuwan Inggris Uji Coba Vaksin Corona Covid-19 ke Manusia

Health | Sabtu, 18 April 2020 | 13:00 WIB

Terkini

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

×