Array

Dituduh Tutupi Skala Kematian Covid-19, China Lakukan Tes Antibodi

Minggu, 19 April 2020 | 21:21 WIB
Dituduh Tutupi Skala Kematian Covid-19, China Lakukan Tes Antibodi
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah China telah menambahkan 1.290 jumlah kematian resmi akibat virus corona pada Jumat (17/4/2020). Penambahan ini meningkatkan angka kematian nasional menjadi 4.632, hampir 40% dari laporan angka kematian sebelumnya.

Revisi penambahan jumlah angka kematian ini dilakukan setelah pejabat intelijen AS mencurigai pemerintah China telah menutupi skala kematian yang sebenarnya.

Di tengah tuduhan ini, negara ini pun memulai sebuah program yang dapat menangkap skala sebenarnya dari wabah virus corona.

Dilansir Bloomberg, 'program' ini disebut sebagai survei serologis atau tes antibodi, yang mana peneliti akan mengambil sampel darah dari kelompok perwakilan orang untuk melihat apakah mereka telah membentuk antibodi untuk melawan virus, yang artinya orang tersebut telah terinfeksi.

Dari hasil studi inilah ilmuwan akan memperkirakan besarnya penyebaran patogen di populasi yang lebih luas.

Ilustrasi tes darah. (Shutterstock)
Ilustrasi tes serologis. (Shutterstock)

Hasil studi juga dapat menjelaskan bagaimana virus menular dari satu orang ke orang lainnya, termasuk peran apa yang tampaknya kurang memengaruhi suatu kelompok, misalnya anak-anak.

Upaya serologis China ini akan dilacak secara dekat oleh komunitas ilmiah global.

Di Wuhan, para penyelidik menguji darah kelompok acak yang terdiri dari 11.000 orang yang tinggal di kota selama lebih dari dua minggu antara Januari dan Maret.

Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 kepada orang dalam pengawasan (ODP) di Bogor, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww.)
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 kepada orang dalam pengawasan (ODP) di Bogor, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww.)

Mereka yang berpartisipasi dalam survei, yang mencakup semua anggota rumah tangga terpilih dan orang-orang seperti petugas polisi, pekerja masyarakat dan pengemudi taksi, ikut melakukan survei.

Baca Juga: Waduh, China Kembali Laporkan 44 Kasus Virus Corona Tanpa Gejala

Temuan survei akan digunakan untuk 'menginformasikan penyesuaian dalam strategi respons, menurut laporan media penyiaran negara CCTV.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI