Canggih, Bangka Belitung Pantau ODP Lewat Aplikasi dan Gelang Covid-19

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 24 April 2020 | 12:57 WIB
Canggih, Bangka Belitung  Pantau ODP Lewat Aplikasi dan Gelang Covid-19
Pemeriksaan suhu tubuh penumpang di salah satu stasiun. (Suara.com/Zian)

Suara.com - Sebuah aplikasi tracking dan gelang Covid-19 berhasil dikembangkan dan diterapkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk memantau para ODP yang terdiri dari mereka yang datang ke daerah tersebut. Apalagi, mereka yang datang dari daerah zona merah Covid-19.

Aplikasi tracking dan gelang Covid-19 ini digunakan untuk percepatan penanganan Covid-19 di daerah tersebut. Aplikasi dan gelang ini adalah satu kesatuan paket yang nantinya bisa melacak keberadaan ODP atau orang dalam pemantauan dan OTG atau orang tanpa gejala.

"Nah, jadi kami membuat satu konsep namanya 3T, ini adalah tracking, kemudian test, kemudian treatment. Jadi orang yang ditracking orang yang ODP, orang yang OTG masuk ke tabel kita," jelas Prof. Dr. Ir. Saparudin, inisiator aplikasi FightCovid.id di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (24/4/2020).

Adapun kinerja aplikasi ini di Bangka Belitung adalah mereka yang baru tiba dari bandara, terminal, atau kendaraan dari pulau Jawa diminta menginstal aplikasi dan diberikan gelang. Aplikasi dan gelang ini nantinya akan bisa melacak dimana orang tersebut berada.

Apalagi saat tiba di Bangka Belitung seharusnya ia melakukan karantina mandiri selama 14 hari dan di rumah aja. Sehingga nantinya sewaktu-waktu ternyata ia dinyatakan positif, maka pemerintah bisa melacak sudah kemana saja orang ini berjalan selama 14 hari.

"Jadi untuk anak muda, kalian di rumah aja karena kalian bisa jadi OTG. Jangan menyebarkan, kasihan yang disebarkan bagi orang-orang tua yang rentan. Jadi untuk orang muda untuk semuanya di rumah aja," ungkap Ahmad AlGhozi selaku pengembang aplikasi FightCovid.id.

Ghozi menjamin bahwa aplikasi ini tidak akan mengambil data pribadi si pengguna. Ia memastikan yang diambil hanyalah lokasi dimana orang tersebut berada. Apakah patuh menjalani masa karantina mandiri selama 14 hari, atau malah asik keluyuran.

Kata Ghozi, aplikasi ini bertujuan agar Indonesia terbebas dari fase 1 dan 2, yaitu fase tertular dan menularkan, yang itu berbahaya bagi Indonesia sebagai salah satu penduduk terbanyak di dunia.

"Maksud kami mencari tracking itu biar kita tahu cluster-nya. Jadi kalau misalnya Anda kemana-mana, kita nggak tahu Anda ke mana aja. Kita nggak tahu pasnya dimana tertular. Dan makin banyak yang menyebar, sedangkan tenaga medis kita terbatas, kalian banyak yang menyebarkan," ungkap Ghozi.

baca juga

Bersama rekannya Agung Pratomo dan seorang kawan lainnya, Ghozi bercerita jika membutuhkan waktu hingga 5 hari untuk membuat aplikasi versi 1 awal atau versi beta. Ia kemudian berusaha mencari insight-insight yang perlu dimasukkan dalam aplikasi, dan betapa tak disangka mendapat respon positif dari Gubernur Kepulauan Provinsi Bangka Belitung.

"Awalnya juga kan kita nggak nyangka juga bisa di Belitung. Kemudian pak gubernur tuh cepet banget tanggapnya gitu," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sosiolog: Kelaparan Warga Ibu Kota karena Kesalahan Pemerintah

Sosiolog: Kelaparan Warga Ibu Kota karena Kesalahan Pemerintah

News | Jum'at, 24 April 2020 | 12:51 WIB

Golongan Orang Rentan Terinfeksi Covid-19, Haruskah Tetap Berpuasa?

Golongan Orang Rentan Terinfeksi Covid-19, Haruskah Tetap Berpuasa?

Health | Jum'at, 24 April 2020 | 12:38 WIB

Stroke Bisa Jadi Efek Samping Virus Corona Covid-19, Ini Kata Dokter!

Stroke Bisa Jadi Efek Samping Virus Corona Covid-19, Ini Kata Dokter!

Health | Jum'at, 24 April 2020 | 12:13 WIB

Terkini

Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik

Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:45 WIB

7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking

7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking

Tekno | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:43 WIB

Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas

Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:42 WIB

Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?

Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:42 WIB

KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP

KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:40 WIB

Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik

Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:40 WIB

Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?

Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?

Health | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:39 WIB

Resmi Terbitkan 3 Sprindik, Kejagung Jamin Status Tersangka Febrie Adriansyah Tak Gugur

Resmi Terbitkan 3 Sprindik, Kejagung Jamin Status Tersangka Febrie Adriansyah Tak Gugur

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:37 WIB

IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen

IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:32 WIB

Kuasa Hukum Sebut Kematian Santri di Lombok Murni Kecelakaan, Bantah Ada Unsur Kesengajaan

Kuasa Hukum Sebut Kematian Santri di Lombok Murni Kecelakaan, Bantah Ada Unsur Kesengajaan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:29 WIB

×