Hati-Hati, Polusi Tak Terlihat Bisa Jadi Ancaman Banyak Penyakit Serius!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 24 April 2020 | 14:07 WIB
Hati-Hati, Polusi Tak Terlihat Bisa Jadi Ancaman Banyak Penyakit Serius!
Ilustrasi lelaki terpapar polusi (Shutterstock)

Suara.com - Ancaman penyakit tidak hanya berasal dari gaya hidup maupun pola makan. Lingkungan yang tidak sehat seperti polusi udara justru merupakan ancaman berbagai penyakit yang tak terlihat.

Bila Anda semakin sulit melihat efek polusi di udara dan lingkungan sekitar, artinya semakin banyak bahaya yang bisa kita temukan dari polusi tersebut.

Penelitian terbaru dilansir dari Mirror, menunjukkan kerusakan partikel halus (PM) bisa terjadi lebih luas daripada yang kita duga selama ini. Bahkan kerusakan partikel kecil atau partikel halus itu bisa terjadi dalam jangka pendek.

Wei Y dan rekan-rekannya dari Universitas Harvard, Boston, Amerika Serikat melalui sebuah laporannya yang terbit dalam British Medical Journal, telah menguraikan ancaman penyakit baru dan kronis yang terkait dengan partikel halus.

Laporan mereka menunjukkan bahwa partikel halus bisa menimbulkan bahaya penyakit yang cukup besar, meskipun dalam tingkat yang lebih rendah dan ditetapkan aman oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]
Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Mereka menemukan setiap peningkatkan paparan jangka pendek dari partikel halus ini memiliki efek knock-on pada kesehatan tubuh manusia.

Partikel halus telah dikaitkan dengan penyebab penyakit jantung dan paru-paru. Pada penyakit kardiovaskular, kondisi ini mungkin terjadi melalui peradangan umum dan partikel halus mungkin sudah masuk ke sirkulasi tubuh.

Partikel halus berdiameter lebih kecil dari 100 nanometer (0,0001 mm) juga telah ditemukan pada otak dan jantung manusia.

Pada tahun 2002 dan 2012, pasien di Amerika yang berusia 65 tahun ke atas telah dianalisis oleh Wei Y dan rekannya. Mereka mengonfirmasi adanya hubungan antara konsentrasi partikel halus jangka pendek dengan penyakit pernapasan, kardiovaskulas, parkinson dan diabetes.

Selain itu, mereka juga menemukan bahwa partikel halus bisa menyebabkan penyakit ain yang sebelumnya tidak saling berkaitan.

Kondisi udara di Jakarta pada 30 Agustus 2018. [Shutterstock]
Polusi udara. [Shutterstock]

Penyakit baru yang sebelumnya tidak berkaitan dengan partikel halus ini, termasuk septikemia, ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, gagal ginjal, infeksi saluran kemih dan kulit.

Paparan partikel halus jangka pendek juga dikaitkan dengan meningkatkan pasien penyakit jantung, paru-paru, parkindon, diabetes, pembuluh darah meradang dan pembekuan darah di rumah sakit.

Selama Olimpiade Beijing 2008, pembatasan transportasi dan industri bisa menurunkan tingkat partikel halus dan secara substansial bisa meningkatkan kualitas udara.

Kondisi ini disertai dengan penurunan 46 persen pasien yang menjalani rawat jalan akibat asma. Pembatasan ini mungkin tidak bisa berkelanjutan, tetapi perlu ada langkah lain yang dirancang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keluyuran saat PSBB, Warga Banjarmasin Terancam Disabet Rotan Satpol PP

Keluyuran saat PSBB, Warga Banjarmasin Terancam Disabet Rotan Satpol PP

News | Kamis, 23 April 2020 | 15:36 WIB

Bahaya Demam Berdarah Mengincar saat Virus Corona Belum Berakhir

Bahaya Demam Berdarah Mengincar saat Virus Corona Belum Berakhir

News | Rabu, 22 April 2020 | 16:58 WIB

Orang Darah Tinggi Berisiko Infeksi Corona Covid-19, Ini Cara Mengatasinya

Orang Darah Tinggi Berisiko Infeksi Corona Covid-19, Ini Cara Mengatasinya

Health | Rabu, 22 April 2020 | 14:29 WIB

Terkini

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB