Risiko Kematian Penderita Covid-19 dengan Diabetes Lebih Besar 4 Kali Lipat

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 27 April 2020 | 15:16 WIB
Risiko Kematian Penderita Covid-19 dengan Diabetes Lebih Besar 4 Kali Lipat

Suara.com - Sebuah studi menemukan bahwa risiko kematian penderita diabetes dengan Covid-19 empat kali lipat lebih tinggi daripada orang tanpa diabetes.

Dilansir dari Healthline, pada artikel yang diterbikan di Journal of Diabetes Science and Technology, para peneliti mengamati 1.122 orang yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 di Amerika Serikat dari 1 Maret hingga 6 April.

Data dikumpulkan dari 88 rumah sakit di 11 negara bagian yang dikirim ke database Glytec. Semua peserta penelitian memiliki diagnosis yang positif Covid-19.

Empat puluh persen peserta memiliki diabetes atau hiperglikemia, yang berarti kadar gula darah tinggi, atau memiliki kadar A1C pada atau lebih besar dari 6,5 persen.

Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)

Orang dengan diabetes dan hiperglikemia memiliki tingkat kematian di rumah sakit sebesar 29 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan orang tanpa diabetes yang risiko kematiannya hanya mencapai 6 persen.

Salah satu angka yang lebih mengejutkan dari laporan itu adalah bahwa 42 persen dari mereka awalnya tidak didiagnosis diabetes. Tetapi setelah perawatan di rumah sakit, mereka malah mengalami hiperglikemia dan meninggal.

Peneliti utama Dr. Bruce Bode, spesialis diabetes di Atlanta Diabetes Associates dan asisten profesor kedokteran di Sekolah Kedokteran Universitas Emory, mengatakan bahwa diabetes dan hiperglikemia adalah faktor kematian dengan angka mengejutkan, yakni 42 persen.

Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)
Novel Coronavirus (Shutterstock)

"Itu hampir tujuh kali lebih tinggi daripada tingkat kematian untuk pasien tanpa hiperglikemia dan tidak ada diabetes," tambah Bode pada Healthline.

Sementara itu, penelitian juga menunjukkan bahwa keberadaan pasien Covid-19 dengan diabetes dan hiperglikemia tidak dikelola dengan di rumah sakit.

Hal ini yang menyebabkan tingkat kematian orang dengan diabetes dan hiperglikemia menjadi yang sangat tinggi dan pemulihan berlangsung lebih lama.

Dokter mengatakan ini mencerminkan apa yang mereka lihat secara anekdot di lapangan. Kondisi ini menjadi tantangan tambahan lainnya yang dihadapi layanan kesehatan ketika pandemi Covid-19 menyapu seluruh negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1.018 Kasus Baru Ditemukan, Jerman Berencana Longgarkan Lockdown

1.018 Kasus Baru Ditemukan, Jerman Berencana Longgarkan Lockdown

News | Senin, 27 April 2020 | 15:13 WIB

Sembuh dari COVID-19, PM Inggris Boris Johnson Didesak Longgarkan Lockdown

Sembuh dari COVID-19, PM Inggris Boris Johnson Didesak Longgarkan Lockdown

News | Senin, 27 April 2020 | 14:36 WIB

Demi Kesehatan Mental, Ini Tips Membawa Alam ke Dalam Rumah Anda

Demi Kesehatan Mental, Ini Tips Membawa Alam ke Dalam Rumah Anda

Health | Senin, 27 April 2020 | 15:05 WIB

Terkini

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB