Pandemi Covid-19 dapat Melipatgandakan Jumlah Penderita Kelaparan Akut

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 28 April 2020 | 11:30 WIB
Pandemi Covid-19 dapat Melipatgandakan Jumlah Penderita Kelaparan Akut
Yuli Nur Amalia ibu miskin di Kota Serang saat dikunjungi Muji Rohman, Anggota DPRD Kota Serang, Sabtu, 18 April 2020.(BantenHits.com/ Mahyadi)

Suara.com - Pada Selasa (21/4/2020) kemarin kita dihebohkan dengan berita seorang lelaki asal Sragen, Sumardi (41), terpaksa mencuri empat kilogram beras lantaran keluarganya kelaparan di tengah pandemi Covid-19.

Dia mengaku tidak dapat mengandalkan penghasilannya untuk memberi makan keluarga, yang terdiri dari dua mertua, seorang istri, dan dua anak.

PBB dan para ahli lainnya memang telah memperingatkan bahwa krisis virus corona baru akan mendorong lebih dari seperempat miliar orang ke jurang kelaparan. Kecuali jika tindakan cepat diambil untuk menyediakan makanan dan bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah yang paling berisiko.

Menurut laporan The Guardian, sekitar 265 juta orang di seluruh dunia diperkirakan akan menghadapi kerawanan pangan akut pada akhir tahun ini, dua kali lipat dari jumlah (130 juta) yang diperkirakan tahun lalu.

"Covid-19 berpotensi menjadi bencana bagi jutaan orang. Ini bagai pukulan palu bagi lebih dari jutaan yang hanya bisa makan jika mereka mendapat upah. Lockdown dan resesi ekonomi global telah mengurangi cadangan telur mereka. Kita harus bertindak bersama sekarang untuk mengurangi dampak bencana global ini," tutur kepala ekonom di World Food Programme, Arif Husain.

Anggota Polres Karanganyar menyerahkan bantuan sembako dan susu formula kepada warga Sragen yang mencuri padi di salah satu sawah di Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar pada Selasa (21/4/2020). [Istimewa/Polres Karanganyar]
Anggota Polres Karanganyar menyerahkan bantuan sembako dan susu formula kepada warga Sragen yang mencuri padi di salah satu sawah di Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar pada Selasa (21/4/2020). [Istimewa/Polres Karanganyar]

Kelaparan global bisa menjadi dampak besar berikutnya dari pandemi.

"Pada saat tantangan global yang luar biasa ini, dari konflik hingga goncangan iklim hingga ketidakstabilan ekonomi, kita harus melipatgandakan upaya untuk mengalahkan kelaparan dan kekurangan gizi. Kita memiliki alat dan pengetahuan. Apa yang kita butuhkan adalah kemauan politik dan komitmen berkelanjutan oleh para pemimpin dan bangsa," tutur Antonio Guterres, sekretaris jenderal PBB.

Laporan ini, yang dipresentasikan di depan dewan keamanan PBB, mendukung pernyataan bahwa dunia dapat menghadapi pengulangan kenaikan harga pangan 2007-2008 yang memicu pergolakan politik, dampaknya masih terasa di seluruh Timur Tengah dan dari Asia ke Amerika Latin.

Di sisi lain, kekurangan tenaga kerja karena orang jatuh sakit dapat membuat tekanan lebih lanjut pada produksi pangan, langkah-langkah proteksionis dapat meningkatkan harga pangan, dan meningkatnya pengangguran akan mengurangi daya beli masyarakat, mendorong lebih banyak kelaparan.

Warga India terancam kelaparan semenjak lockdown. (VOA Indonesia)
Warga India terancam kelaparan semenjak lockdown. (VOA Indonesia)

Badan amal dan kelompok masyarakat sipil juga menyerukan kepada pemerintah negara-negara kaya untuk mengambil tindakan untuk membantu yeng termiskin, yang berisiko kelaparan.

"Pandemi adalah krisis di atas krisis di beberapa negara bagian Afrika, Amerika Latin, dan Asia," kata kepala eksekutif badan amal Chatolic Relief Services di AS.

"Risiko kesehatan parah hanya bagian dari wabah. Lockdown menghambat orang untuk menanam dan memanen tenaman, bekerja sebagai buruh harian dan menjual produk, di antara masalah lainnya. Itu berarti lebih sedikit pendapatan bagi orang-orang yang kelaparan untuk membeli makanan dan lebih sedikit makanan yang tersedia, dengan harga lebih tinggi," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar

Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar

Health | Jum'at, 30 Januari 2026 | 10:24 WIB

Kemensos Dampingi Keluarga Randika yang Viral Disebut Meninggal Kelaparan

Kemensos Dampingi Keluarga Randika yang Viral Disebut Meninggal Kelaparan

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 19:26 WIB

Hampir Sebulan Pasca Banjir Bandang, Aceh Tamiang Masih Berkubang Lumpur dan Menahan Lapar

Hampir Sebulan Pasca Banjir Bandang, Aceh Tamiang Masih Berkubang Lumpur dan Menahan Lapar

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 20:08 WIB

Jangan Anggap Remeh, Ini 7 Sinyal dari Tubuh Kalau Kamu Kurang Nutrisi

Jangan Anggap Remeh, Ini 7 Sinyal dari Tubuh Kalau Kamu Kurang Nutrisi

Your Say | Kamis, 27 November 2025 | 11:48 WIB

Mark Ruffalo Geram: Pemimpin Dunia Diam Soal Gaza, Korban Sipil Terus Berjatuhan!

Mark Ruffalo Geram: Pemimpin Dunia Diam Soal Gaza, Korban Sipil Terus Berjatuhan!

Video | Selasa, 26 Agustus 2025 | 07:05 WIB

Bencana Kelaparan Gaza Beberapa Meter dari Sumber Makanan! Pejabat PBB: Akhiri Aksi Pembalasan!

Bencana Kelaparan Gaza Beberapa Meter dari Sumber Makanan! Pejabat PBB: Akhiri Aksi Pembalasan!

News | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 12:15 WIB

Korban Tewas Kelaparan di Gaza Tembus 212, Hampir Separuh Anak-anak

Korban Tewas Kelaparan di Gaza Tembus 212, Hampir Separuh Anak-anak

News | Minggu, 10 Agustus 2025 | 14:25 WIB

Pedro Pascal hingga Ariana Grande Galang Bantuan untuk Kelaparan di Gaza

Pedro Pascal hingga Ariana Grande Galang Bantuan untuk Kelaparan di Gaza

Your Say | Rabu, 30 Juli 2025 | 13:42 WIB

Kadar Gula Tinggi dan Saturasi Oksigen Anjlok, Ivan Gunawan Merasa Ajal Sudah Dekat

Kadar Gula Tinggi dan Saturasi Oksigen Anjlok, Ivan Gunawan Merasa Ajal Sudah Dekat

Entertainment | Rabu, 30 Juli 2025 | 10:00 WIB

Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan

Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan

Health | Minggu, 27 Juli 2025 | 15:30 WIB

Terkini

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB