Banyak Pasien Corona Covid-19 Tak Alami Gejala, Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 07 Mei 2020 | 14:21 WIB
Banyak Pasien Corona Covid-19 Tak Alami Gejala, Ini Bisa Jadi Penyebabnya
Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Virus corona Covid-19 dari China telah menginfeksi sebanyak 3,8 juta orang di seluruh dunia. Sampai sekarang pun belum ada obat maupun vaksin yang disetujui efektif melawan virus corona Covid-19.

Selain itu, tanda infeksi virus corona Covid-19 pada tubuh setiap orang pun bisa berbeda-beda. Meski begitu, umumnya penderita akan mengalami demam tinggi dan batuk kering.

Tetapi dilansir oleh Asia One, studi baru menunjukkan sebanyak 80 persen lebih orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 adalah pembawa diam atau tidak memiliki gejala apapun.

Dalam hal ini, anak-anak dan remaja termasuk golongan yang cenderung hanya mengalami gejala ringan atau tidak mengalami gejala apapun.

Sebenarnya peneliti belum mengetahui penyebab beberapa orang dengan virus corona Covid-19 mengalami gejala dan beberapa lainnya tidak. Bahkan, ada pula penderita corona Covid-19 yang mengembangkan penyakit mematikan.

ilustrasi pasien corona Covid-19 (Shutterstock)
ilustrasi pasien corona Covid-19 (Shutterstock)

Namun, peneliti menduga ada dan tidaknya gejala infeksi virus corona Covid-19 mungkin dipengaruhi oleh dasar respons imun seseorang.

Orang yang memiliki dasar respons imun kuat selama masa inkubasi virus, maka mereka bisa mencegah terjadinya infeksi. Sistem kekebalan tubuh memberi kita dua garis pertahanan terhadap virus.

Garis pertahanan pertama adalah sistem bawaan dan termasuk hambatan fisik seperti kulit dan selaput lendir (selaput tenggorokan dan hidung), berbagai protein dan molekul yang ditemukan dalam jaringan, serta beberapa sel darah putih yang menyerang organisme penyerang.

Sebenarnya, anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum matang. Tetapi, satu hipotesis menjelaskan penyebab anak-anak tidak sakit ketika terinfeksi virus corona Covid-19.

baca juga

Hal tersebut bisa terjadi karena sistem kekebalan tubuh bawaan mereka terhadap virus corona Covid-19 lebih besar daripada orang dewasa.

Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]

Hal ini bisa menyebabkan penurunan viral load, yakni jumlah partikel virus yang bertahan di dalam tubuh karena mereka bisa membersihkan virus lebih cepat.

Garis pertahanan kedua dalah respons imun adaptif. Garis pertahanan ini membutuhkan waktu lebih lama untuk memulai tetapi sekali terbentuk, jauh lebih efisien dalam memberantas infeksi tertentu ketika menjumpainya lagi.

Variasi genetik yang sangat spesifik pada beberapa orang diperkirakan mungkin berperan dalam tingkat keparahan gejalanya atau seberapa sakit kondisinya.

Karena respons imun adaptif awal, tubuh nampaknya mengenali virus selama masa inkubasi dan melawannya.

Namun, seseorang juga harus dalam kondisi sehat secara umum supaya bisa meningkatkan respons imun yang tepat terhadap infeksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akui Banyak Warga Langgar PSBB, Jokowi: Tolong Bermasker, Jangan Berkerumun

Akui Banyak Warga Langgar PSBB, Jokowi: Tolong Bermasker, Jangan Berkerumun

News | Kamis, 07 Mei 2020 | 11:47 WIB

Wali Kota Depok: Pasien Sembuh Corona Lebih Banyak dari yang Meninggal

Wali Kota Depok: Pasien Sembuh Corona Lebih Banyak dari yang Meninggal

Jabar | Kamis, 07 Mei 2020 | 11:31 WIB

Feses Bisa Deteksi Gelombang Kedua Virus Corona Covid-19, Ini Kata Peneliti

Feses Bisa Deteksi Gelombang Kedua Virus Corona Covid-19, Ini Kata Peneliti

Health | Kamis, 07 Mei 2020 | 12:27 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×