Akibat Pandemi Covid-19, Penderita TB Diprediksi Meningkat 6,3 Juta Jiwa

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 07 Mei 2020 | 21:27 WIB
Akibat Pandemi Covid-19, Penderita TB Diprediksi Meningkat 6,3 Juta Jiwa
Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)

Suara.com - Akibat Pandemi Covid-19, Penderita TB Diprediksi Meningkat 6,3 Juta Jiwa

Pandemi virus corona juga atau Covid-19 juga berdampak pada penanganan penyakit lainnya. Sebuah kajian yang dipublikasikan 6 Mei 2020 menegaskan bahwa pandemi COVID-19 akan mengancam hasil upaya memerangi TBC yang dicapai dalam 5-8 tahun terakhir.

Berdasarkan pemodelan yang dilakukan oleh Stop TB Partnership (global) bersama Imperial College, Avenir Health dan Universitas John Hopkins dengan dukungan USAID, jumlah orang dengan TBC pada 2025 diprediksi akan bertambah 6.3 juta. Sedangkan kematian akibat TBC bertambah 1.4 juta di dunia.

Situasi pandemi ini mengakibatkan deteksi kasus di berbagi negara menurun. Kondisi ini memunculkan tantangan baru dalam pengawasan pasien TBC yang harus minum obat secara teratur.

Ilustrasi infeksi bakteri tuberkulosis. [Shuttertsock]
Ilustrasi infeksi bakteri tuberkulosis. [Shuttertsock]

Dalam situasi pandemi COVID-19 dan diterapkannya PSBB di beberapa daerah, sekitar 25 persen Puskesmas tidak lagi melakukan diagnosis TBC melalui pemeriksaan dahak. Tantangan terutama dihadapi pasien dengan dengan resistensi obat, karena pasien perlu mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan untuk suntik atau kontrol dahak ulang serta konsultasi klinis.

“Kader dan pendamping pasien TBC menyampaikan tantangan terbesar pasien adalah transportasi karena tidak semua rumah tangga pasien TBC memiliki kendaraan pribadi. Sebelumnya beberapa pasien menggunakan ojek untuk ke Rumah Sakit atau Puskesmas”, ungkap Penasihat Senior Program TBC Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama, Dr. Esty Febriani, dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Kamis (7/5/2020).

Sementara itu, menurut Ani Herna Sari, Wakil Ketua Perkumpulan Arek Nekat (REKAT) Surabaya, sebuah organisasi penyintas dan pasien TBC resisten obat, “Di masa pandemi COVID-19, pasien TBC perlu mengakses Jaring Pengaman Sosial yang disediakan pemerintah, seperti Bantuan Tunai Langsung dari Dana Desa serta Kartu Sembako.

"Perlu perhatian dari Ketua RT/RW dan Kepala Desa atau Kelurahan mengenai kebutuhan sosial dan ekonomi para pasien resisten obat. Pasien telah kehilangan pekerjaan dan pendapatan saat menjalani pengobatan TBC selama 6 bulan atau lebih, dan semakin buruk situasinya dalam situasi pandemi COVID-19 ini”., kata Ani.

Direktur Eksekutif STPI, Heny Akhmad, juga mengatakan bahwa Pemerintah Daerah tidak boleh lupa bahwa TBC termasuk Standar Pelayanan Minimal, sehingga alat diagnosis, masker (N95 dan bedah), logistik obat serta sumber daya manusianya harus tersedia untuk tetap melayani orang terduga TBC sesuai Permenkes No.4 Tahun 2019.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Pasien Corona Covid-19 Tak Alami Gejala, Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Banyak Pasien Corona Covid-19 Tak Alami Gejala, Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Health | Kamis, 07 Mei 2020 | 14:21 WIB

Para Peneliti Australia Coba Vaksin Tuberkulosis untuk Covid-19

Para Peneliti Australia Coba Vaksin Tuberkulosis untuk Covid-19

Health | Selasa, 21 April 2020 | 09:13 WIB

Satgas Corona PB IDI: Saya Ingin Meng-Corona-kan Tuberkulosis

Satgas Corona PB IDI: Saya Ingin Meng-Corona-kan Tuberkulosis

News | Rabu, 04 Maret 2020 | 12:49 WIB

Terkini

Badland Hunters: Ketika Dunia Hancur, Apa yang Membuat Kita Tetap Bertahan?

Badland Hunters: Ketika Dunia Hancur, Apa yang Membuat Kita Tetap Bertahan?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 07:10 WIB

Daftar Shio yang Ditakdirkan Kaya Raya dan Sukses di Usia Tua

Daftar Shio yang Ditakdirkan Kaya Raya dan Sukses di Usia Tua

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 06:50 WIB

Di Balik Kekecewaan 5 cm, Saat Nostalgia Terbentur Realitas Prekuel

Di Balik Kekecewaan 5 cm, Saat Nostalgia Terbentur Realitas Prekuel

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 06:45 WIB

Pasar Saham AS Rontok! Wall Street Berdarah Akibat Rekor Terburuk Sejak 2007

Pasar Saham AS Rontok! Wall Street Berdarah Akibat Rekor Terburuk Sejak 2007

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 06:04 WIB

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

×