Array

Pakar: Momentum WFH Jadi Waktu yang Tepat Ajak Anak Berdialog

Risna Halidi Suara.Com
Rabu, 13 Mei 2020 | 13:20 WIB
Pakar: Momentum WFH Jadi Waktu yang Tepat Ajak Anak Berdialog
Ilustrasi orangtua dan anak. (Shutterstock)

Suara.com - Pakar: Momentum WFH Jadi Waktu yang Tepat Ajak Anak Berdialog

Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Wisnu Widjanarko mengatakan orangtua perlu rutin mengajak anak berdialog dan mendengarkan keluh kesah agar anak tumbuh dewasa dengan bahagia.

"Orangtua perlu rutin mendengarkan cerita anak dan keluh kesah anak, untuk kemudian mengajak anak berdialog dan menempatkan mereka sebagai subjek utama," katanya di Purwokerto, Banyumas, Rabu (13/5/2020) seperti yang Suara.com kutip di Antara.

Wisnu yang merupakan dosen Komunikasi Keluarga di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman itu menjelaskan,  dengan menempatkan anak sebagai subjek utama dapat membuat anak merasa bahwa dia selalu dicintai, dihargai dan dimiliki oleh orangtuanya.

"Pengalaman tersebut tentunya akan membekas dan diharapkan akan menjadi bekal bagi mereka kelak, sehingga tumbuh dewasa dengan penuh rasa bahagia," katanya.

Widjanarko juga menambahkan, momentum kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) saat pandemi Covid-19 seperti saat ini bisa dimanfaatkan orangtua untuk meningkatkan interaksi antaranggota keluarga.

"Bila selama ini waktu untuk keluarga terkadang habis tersita untuk pekerjaan dan kegiatan di luar rumah. Kini saatnya, 'membayar hutang' kepada orang-orang tercinta di rumah dengan mengalokasikan sepenuhnya waktu secara kuantitas, dan tentunya secara kualitas," katanya.

Momentum WFH dapat dimanfaatkan untuk mencurahkan perhatian kepada anak selama 24 jam sehari, tujuh hari dalam sepekan.

"Ada banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan untuk kebaikan, orang tua menjadi lebih punya waktu untuk melihat dinamika tumbuh kembang anak, terlibat langsung dalam proses pembelajaran mereka dan memperkaya batin anak dengan memberi apresiasi, dukungan serta contoh yang konstruktif dalam berbagai kegiatan di rumah," katanya.

Baca Juga: Geger! 4 Keluarga Positif Virus Corona Setelah Buka Puasa Bersama

Namun demikian dia mengingatkan bahwa intensitas interaksi yang berpusat di rumah juga perlu memberi ruang kepada masing-masing anggotanya.

"Hal ini sejatinya memberi kesempatan belajar kepada anggota keluarga untuk menghargai privasi dan menghindari sikap intervensi. Melalui bahasa verbal dan nonverbal yang tepat, orang tua perlu mengatur kapan harus mengarahkan, membersamai dan memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada anak," katanya.

Berdasarkan hal tersebut, kata Widjanarko, akan membuat anak percaya diri dengan keputusannya. Anak juga akan menghargai ketika orangtua melakukan koreksi.

"Selain itu juga dapat untuk melatih anak untuk terbuka bercerita kepada orangtuanya," tutup Widjanarko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI