Agorafobia: Ketakutan Berlebih Tinggalkan Zona Nyaman seperti ke Luar Rumah

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 14 Mei 2020 | 04:50 WIB
Agorafobia: Ketakutan Berlebih Tinggalkan Zona Nyaman seperti ke Luar Rumah
Ilustrasi takut di transportasi umum (Pixabay/diaznash)

Suara.com - Meninggalkan rumah bisa menjadi prospek yang menakutkan bagi penderita agorafobia, yang kesulitan merasa aman di depan umum.

Ini berbeda dengan orang yang takut keluar rumah selama karantina akibat pandemi Covid-19. Sebagai gangguan kecemasan, agorafobia dapat memicu serangan panik dan berdampak parah pada kehidupan sehari-hari.

Apa itu Agorafobia dan penyebabnya?

Ini adalah rasa takut luar biasa ketika berada di tempat atau situasi di mana Anda merasa bahwa melarikan diri akan sulit, atau di mana Anda khawatir akan mengalami serangan panik.

Menurut versi terbaru dari Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5), tempat dan situasi yang memicu kecemasan, antara lain:

- Saat menggunakan transportasi umum.
- Berada di ruang terbuka.
- Berada di ruang tertutup, seperti tokok, bioskop, dan lainnya.
- Berdiri dalam barisan atau berada di tengah orang banyak
- Berada di luar rumah sendirian.

Mereka dengan gangguan kecemasan terus-menerus waspada dan takut akan serangan panik berikutnya. Itulah sebabnya beberapa orang akan 'membuat' rute atau wilayah untuk dirinya sendiri, dan mungkin mustahil bagi mereka untuk bepergian di luar zona aman mereka tersebut tanpa mengalami kecemasan parah.

Ilustrasi Remaja Depresi. (Shutterstock)
Ilustrasi takut keluar rumah (Shutterstock)

Orang dengan agorafobia juga sering bersikeras untuk memiliki teman ketika di depan umum, untuk memastikan adanya bantuan jika mereka membutuhkannya.

"Jika kehidupan sehari-hari Anda dipengaruhi oleh keengganan atau ketakutan meninggalkan rumah, tempat yang aman, ini adalah tanda utama agorafobia," kata Ahmet Mehmet, seorang psikoterapis kepada Business Insider.

baca juga

Untuk didiagnosis, rasa takut tersebut berlangsung selama setidaknya enam bulan, dan itu harus dipicu oleh setidaknya dua dari lima situasi yang dirujuk dalam DSM-5. Misalnya, jika Anda hanya takut menggunakan transportasi umum saja, ini tidak akan diklasifikasikan sebagai agorafobia.

Penyebab kondisi ini bisa berkembang akibat faktor biologis dan psikologis penderita. Kebanyakan orang mengembangkannya setelah mengalami satu atau lebih serangan panik, menyebabkan mereka khawatir akan mengalami serangan lain dan menghindari tempat-tempat di mana itu mungkin terjadi lagi.

Kevin Gournay, seorang psikolog dan profesor terdaftar di Institute of Psychiatry di Kings College di London mengatakan orang-orang dengan agorafobia diprogram secara biologis untuk menghasilkan adrenalin lebih mudah daripada orang lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terungkap, Pengaruh Genetik dan Lingkungan Terhadap Gangguan Kecemasan

Terungkap, Pengaruh Genetik dan Lingkungan Terhadap Gangguan Kecemasan

Health | Kamis, 23 April 2020 | 16:07 WIB

Teknik Meditasi Ini Ampuh Bantu Atasi Gangguan Kecemasan, Coba Yuk

Teknik Meditasi Ini Ampuh Bantu Atasi Gangguan Kecemasan, Coba Yuk

Health | Selasa, 21 Januari 2020 | 22:00 WIB

Agar Tidak Makin Parah, Kelola Gangguan Kecemasan dengan 4 Makanan Ini

Agar Tidak Makin Parah, Kelola Gangguan Kecemasan dengan 4 Makanan Ini

Health | Kamis, 16 Januari 2020 | 17:00 WIB

Terkini

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Health | Senin, 13 Juli 2026 | 14:59 WIB

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

×