Pasien Covid-19 Pria dengan Testosteron Rendah Lebih Berisiko Kematian

Angga Roni Priambodo | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 14 Mei 2020 | 07:56 WIB
Pasien Covid-19 Pria dengan Testosteron Rendah Lebih Berisiko Kematian
Ilustrasi pasien dan tenaga medis [Antara/Reuters/Flavio Loscalzo]

Suara.com - Penelitian baru menunjukkan, bahwa pasien Covid-19 pria yang memiliki kadar testosteron rendah lebih berisiko meninggal.

Melansir dari Independent, sebuah studi baru dari rumah sakit Jerman telah menjelaskan peran yang dimainkan oleh testosteron, hormon seks pria dalam respons tubuh terhadap SARS-CoV-2 (virus corona penyebab Covid-19).

Para peneliti di Pusat Medis Universitas Hamburg-Eppendorf menilai 45 orang pasien Covid-19 pertama (35 pria, 10 wanita) yang dirawat di unit perawatan intensif rumah sakit.

Dari kelompok ini, sembilan pria dan tiga wanita meninggal. Tujuh dari pasien itu membutuhkan oksigen sementara 33 membutuhkan ventilator.

Dari 35 pria, lebih dari dua pertiga (68,6 persen) memiliki tingkat testosteron yang rendah.

Sebaliknya, lebih dari setengah pasien wanita (60 persen) telah meningkatkan kadar testosteron.

Testosteron adalah salah satu dari banyak hormon yang bertanggung jawab untuk memantau respons kekebalan tubuh.

Pada pria, level rendah testosteron dapat mengganggu dan membingungkan respon tubuh saat melawan patogen. Ini dapat menghasilkan badai sitokin, suatu kondisi hiperinflamasi yang disebabkan oleh sistem kekebalan yang terlalu aktif.

Kondisi itu telah terlihat pada banyak penderita Covid-19.

Ilustrasi pria sakit. (Unsplash/christopher lemercier)
Ilustrasi pria sakit. (Unsplash/christopher lemercier)

Diperkirakan bahwa reaksi homeostatis ekstrem tersebut dapat menyebabkan kerusakan paru-paru yang parah dan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), pada akhirnya kondisi itu akan membunuh pasien Covid-19.

"Pria dengan kadar testosteron normal tidak menunjukkan badai sitokin dan karenanya lebih mungkin untuk bertahan hidup," kata Profesor Gülsah Gabriel yang terlibat dalam penelitian.

Untuk pasien Covid-19 wanita, penelitian di Jerman menemukan bahwa peningkatan kadar testosteron terkait dengan peningkatan respon inflamasi.

"Dengan SARS-CoV-2 terus menginfeksi manusia di seluruh dunia, berulang kali dilaporkan bahwa pria dengan Covid-19 berisiko lebih tinggi untuk mengembangkan hasil yang parah dan bahkan mematikan dibandingkan dengan wanita, terlepas dari usia," tulis para peneliti.

"Dengan demikian, menjadi sangat penting untuk memahami mengapa pria lebih mungkin meninggal karena Covid-19 daripada wanita," tambahnya.

Penelitian ini belum ditinjau oleh sejawat dan perlu penelitian lebih lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasilnya Didonasikan, Ini Momen Seru Nikita Mirzani Lelang Mobil Mewahnya

Hasilnya Didonasikan, Ini Momen Seru Nikita Mirzani Lelang Mobil Mewahnya

Entertainment | Kamis, 14 Mei 2020 | 07:28 WIB

WHO: Virus Corona Mungkin Tidak Akan Pernah Hilang

WHO: Virus Corona Mungkin Tidak Akan Pernah Hilang

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 07:25 WIB

Cara Unik Polisi Terima Uang Tilang di Tengah Pandemi Virus Corona

Cara Unik Polisi Terima Uang Tilang di Tengah Pandemi Virus Corona

Otomotif | Kamis, 14 Mei 2020 | 07:30 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB