Balita Tampak Murung dan Sedih, Orangtua Wajib Lakukan Dua Hal Ini

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 18 Mei 2020 | 16:22 WIB
Balita Tampak Murung dan Sedih, Orangtua Wajib Lakukan Dua Hal Ini
Ilustrasi anak sedih. (Shutterstock)

Suara.com - Balita Tampak Murung dan Sedih, Orangtua Wajib Lakukan Dua Hal Ini

Masalah bukan hanya bisa dimiliki oleh orang dewasa. Anak-anak usia balita juga berpotensi memiliki masalah yang mengganggu dirinya.

Namun tidak seperti orang dewasa, anak-anak belum mengerti apa yang dirasakannya. Sehingga tidak bisa menyampaikan dengan jelas masalah yang dirasakannya.

Saat merasa ada yang tidak nyaman dalam dirinya, anak-anak akan cenderung lebih murung dari biasanya. Saat itulah peran orangtua sangat dibutuhkan untuk membantu anak mengatasi masalahnya.

Psikolog dari Universitas Al Azhar Nurfadilah M. Psi., menyarankan, hal pertama yang harus dilakukan orangtua untuk membantu anak menyelesaikan masalah adalah bersikap tenang dan santai. Ajak anak bicara dengan komunikasi yang jelas bukan menggunakan bahasa bayi.

"Bonding harus benar-benar ditunjukan. Jadi anak benar-benar merasa aman," kata Nurfa dalam diskusi online Koalisi PAUD HI Nasional, Senin (18/5/2020).

Saat berbicara dengan anak, orangtua perlu menunjukan kepedulian dan oerhatian secara penuh. Tujuannya, kata Nurfa, agar anak merasa mendapat dukungan dari orangtuanya.

Dukungan itu bisa diberikan dengan mengatakan perkataan yang menenangkan atau menyemangati.

Ilustrasi anak sedih di pelukan orangtua. (Shutterstock)
Ilustrasi anak sedih di pelukan orangtua. (Shutterstock)

"Tunjukan perhatian penuh. Jadi tidak disambi (mengerjakan pekerjaan lain), anak juga jadinya tidak merasa orangtuanya hadir buat dia. Ini penting agar permasalahan anak tidak berlanjut," jelasnya.

Menurut Nurfa, adakalanya orangtua tidak bisa menangani anak yang memiliki masalah. Sehingga membutuhkan bantuan profesional media.

Meski begitu, orangtua harus tahu tanda-tanda anak jika membutuhkan bantuan profesional. Seperti tangisan tak terkendali hingga menyakiti dirinya sendiri atau orang lain bahkan merusak barang, mengalami gangguan tidur, sedih teramat dalam atau marah berlebihan.

"Juga bisa penyakit fisik terkait stres seperti sakit kepala kemudian kebiasaan buruk dimasa lalu muncul lagi, misalnya sebelumnya udah gak ngompol tiba-tiba ngompol lagi," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Anak-anak Ditangkap Bawa 30 Kg Bahan Peledak di Ponorogo

5 Anak-anak Ditangkap Bawa 30 Kg Bahan Peledak di Ponorogo

Jatim | Senin, 18 Mei 2020 | 15:32 WIB

Leher Korban Ditodong Parang, Ayah Pergoki Anak Gadisnya Dicabuli Tetangga

Leher Korban Ditodong Parang, Ayah Pergoki Anak Gadisnya Dicabuli Tetangga

News | Senin, 18 Mei 2020 | 14:55 WIB

Muncul di Video Ciuman, Ayah Bunuh Dua Anak Gadisnya

Muncul di Video Ciuman, Ayah Bunuh Dua Anak Gadisnya

News | Senin, 18 Mei 2020 | 15:18 WIB

Terkini

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB