Bisakah Raih Double Degree di Tengah Pandemi Covid-19?

Risna Halidi
Bisakah Raih Double Degree di Tengah Pandemi Covid-19?
Ilustrasi kelulusan. (Shutterstock)

Pandemi Covid-19 telah membuat banyak negara tujuan studi menutup pintu gerbang mereka dari luar. Lalu, bisakah seseorang meraih double degree saat ini?

Suara.com - Bisakah Raih Double Degree di Tengah Pandemi Covid-19?

Pandemi Covid-19 memaksa jutaan pelajar di seluruh dunia untuk sementara belajar dari rumah.

Bahkan pandemi Covid-19 juga telah membuat banyak negara tujuan studi menutup pintu gerbang mereka dari luar.

Hal ini tentu saja membuat hambatan untuk calon mahasiswa dan mahasiswi yang ingin melanjutkan studi keluar negeri.

Melihat kenyataan tersebut, Indonesia International for Life Science (i3L) and i3L School of Business (iSB) menawarkan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengambil Double Degree Program. Melalui program ini, mahasiswa berkesempatan untuk memiliki dua gelar dalam satu waktu.

Mahasiswa dan mahasiswi bisa mendapatkan gelar UK bachelor’s degree atau Australian bachelor’s degree yang terakreditasi resmi dan satu gelar Sarjana (Strata 1) dari i3L.

Program ini merupakan rangkaian kerjasama antara i3L School of Business (iSB) dengan Northern Consortium United Kingdom (NCUK) Universities yang membolehkan mahasiswa atau mahasiswi untuk berkuliah dua tahun pertama di iSB Jakarta.

Mahasiswa atau mahasiswi kemudian dapat masuk di tahun ketiga di NCUK Universities di UK atau Australia.

NCUK Universities meliputi University of Manchester, University of Leeds, University of Sheffield, University of Bradford, Aston University dan lainnya. NCUK Universities juga meliputi universitas ternama dari Australia seperti University of Western Australia dan Swinburne University.

Lydia Karnadi, Dosen i3L mengatakan program Double Degree ini bisa menjadi solusi yang tepat bagi para calon mahasiswa dan mahasiswi Indonesia untuk meraih Australian Degree atau UK Degree dengan lebih terjangkau dan aman di masa pandemik.

"Dengan adanya program ini, maka dapat menghemat biaya perkuliahan diluar negeri. Mulai dari biaya makan, transportasi dan tempat tinggal," kata Lydia dalam keterangan resminya, Rabu (20/5/2020).

Lydia yang juga menjabat sebagai General Manager Global Health Pharmaceutical (2015-2017) menjelaskan program ini ditujukan untuk mempersipkan para lulusan i3L dan iSB agar memiliki wawasan dan daya saing global, serta mampu bekerja pada lingkungan internasional baik dalam maupun luar negeri.

Para lulusan i3L dan iSB akan memiliki keuntungan international networking yang diperoleh dari pengalaman belajar dalam negeri dengan standar kurikulum internasional.

Program ini didesain untuk mahasiswa internasional agar lebih mudah beradaptasi dengan pendidikan luar negeri.

Hal ini juga dapat melatih kepercayaan diri seseorang, mahasiswa akan lebih percaya diri dengan kemampuan bahasa yang stabil, dan memahai sistem belajar mengajar internasional.

"Oleh karena itu, bagi calon mahasiswa dan mahasiswi yang belum bisa melanjutkan perkuliahan di luar negeri, jangan patah semangat. Karena tetap ada cara untuk mendapatkan dua gelar lewat i3L," tutup Lydia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS