Psikolog Sebut NF Alami Displacement saat Membunuh, Apa Maksudnya?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 20 Mei 2020 | 19:00 WIB
Psikolog Sebut NF Alami Displacement saat Membunuh, Apa Maksudnya?
Video gadis pembunuh Sawah Besar. [Twitter]

Suara.com - NF, gadis pembunuh bocah di Sawah Besar, Jakarta Pusat juga seorang korban pemerkosaan oleh 3 orang terdekatnya. Ia mendapat perlakuan itu sejak Agustus 2019 hingga Febuari 2020.

Di balik pemerkosaan oleh 3 pria itu pun NF sempat mendapat ancaman dan mengalami kekerasan seksual. Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat menganggap pristiwa kelam itulah yang mendorong NF berani melakukan tindakan keji.

Harry juga menjelaskan tindakan pembunuhan yang dilakukan oleh NF suatu bentuk pelampiasan emosi yang tidak terkontrol.

"Menurut psikolog itu displacement, pengalihan sasaran, dia memendam keresahan, kebencian, depresi, stress, tidak bisa terungkap," kata Harry kepada Suara.com, Selasa (19/5/2020).

Dalam psikologi, displacement atau perpindahan adalah mekanisme pertahanan psikologis, yang mana seseorang mengarahkan emosi negatif dari sumber aslinya ke orang lain yang tidak terlalu mengancam, berbahaya atau kecil kemungkinannya melawan balik.

Video gadis pembunuh Sawah Besar. [Twitter]
Video gadis pembunuh Sawah Besar. [Twitter]

Jika seseorang marah tetapi tidak bisa mengarahkan emosionalnya ke sumber utama. Mereka mungkin akan mengarahkan kemarahannya pada seseorang atau sesuatu hal yang baginya tidak berisiko.

Dilansir oleh Very Well Mind, mekanisme pertahanan psikologis seperti ini sering terjadi tanpa disadari atau seseorang tidak sadar telah melakukannya.

Berbeda dengan strategi koping sadar yang kita gunakan untuk mengelola stres sehari-hari, mekanisme pertahanan beroperasi pada tingkat yang sepenuhnya disadari.

Mekanisme pertahanan merupakan salah satu cara pikiran kita, secara tidak sadar berusaha mengurangi kecemasan dan mengembalikan keseimbangan emosional.

baca juga

Pertahanan psikologis ini dilakukan tanpa kesadaran untuk membantu seseorang mengatasi orang, benda atau lingkungan yang mengancam.

Dalam kondisi perpindahan atau displacement ini, pikiran seseorang akan merasakan bahwa melakukan perlawanan pada sumber utama mungkin tidak akan diterima atau justru membahayakan.

Alih-alih menemukan jalan keluar yang tepat, seseorang dalam kondisi ini akan mencari subjek yang dinilai lemah atau tidak terlalu mengancam sebagai pelampiasan emosi negatif.

Kondisi ini bisa saja terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, ketika Anda mendapat teguran keras dan cacian dari atasan.

Anda yang merasa sakit hati atau emosi, tidak dapat melampiaskannya pada atasan. Sehingga Anda memilih untuk diam dan memendam semua emosi negatif.

Pada gilirannya, Anda akan meluapkan semua emosi negatif yang sudah tertahan itu ketika kembali pulang ke rumah, baik pada pasangan, anak atau teman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kak Seto Minta Kasus ABG 'Slenderman' Jadi Pembelajaran Keluarga Indonesia

Kak Seto Minta Kasus ABG 'Slenderman' Jadi Pembelajaran Keluarga Indonesia

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 08:13 WIB

Kak Seto: NF Gadis Pembunuh Bocah 5 Tahun di Sawah Besar Bukan Psikopat

Kak Seto: NF Gadis Pembunuh Bocah 5 Tahun di Sawah Besar Bukan Psikopat

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 07:45 WIB

Tak Semua Senang Pembatasan Dilonggarkan, Penderita Kecemasan Salah Satunya

Tak Semua Senang Pembatasan Dilonggarkan, Penderita Kecemasan Salah Satunya

Health | Selasa, 19 Mei 2020 | 14:30 WIB

Terkini

4 Acne Hybrid Sunscreen Proteksi SPF 35 Andalan Cegah Jerawat Makin Parah!

4 Acne Hybrid Sunscreen Proteksi SPF 35 Andalan Cegah Jerawat Makin Parah!

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Tecno Megabook K15S Hadir di Indonesia, Bawa 9 Port dan Baterai 70 Wh

Tecno Megabook K15S Hadir di Indonesia, Bawa 9 Port dan Baterai 70 Wh

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Muda dan Berbahaya, Amar Brkic Bakal Jadi Senjata Baru Borneo FC Samarinda

Muda dan Berbahaya, Amar Brkic Bakal Jadi Senjata Baru Borneo FC Samarinda

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Dari Cuaca Hingga Lagu, Hal Kecil yang Diam-Diam Mengatur Suasana Hati

Dari Cuaca Hingga Lagu, Hal Kecil yang Diam-Diam Mengatur Suasana Hati

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:22 WIB

5 Cara Ampuh Merawat Perabotan Kayu agar Bebas Debu, Tetap Mengilap dan Awet

5 Cara Ampuh Merawat Perabotan Kayu agar Bebas Debu, Tetap Mengilap dan Awet

Sumut | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Apakah Sunscreen yang Tertinggal di Dalam Mobil Panas Masih Aman Dipakai?

Apakah Sunscreen yang Tertinggal di Dalam Mobil Panas Masih Aman Dipakai?

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Siswa Sekolah Rakyat di Jember Diduga Dianiaya Pembina dari Unhan, Mensos Gus Ipul Buka Suara

Siswa Sekolah Rakyat di Jember Diduga Dianiaya Pembina dari Unhan, Mensos Gus Ipul Buka Suara

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Dari Boven Digoel ke Bangku Kuliah, 25 Pemuda Papua Selatan Mengejar Mimpi Tenaga Ahli Perkebunan

Dari Boven Digoel ke Bangku Kuliah, 25 Pemuda Papua Selatan Mengejar Mimpi Tenaga Ahli Perkebunan

Jogja | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:16 WIB

Dicari Prabowo, KDM Ungkap Alasan Tak Hadir Rakornas TPAKD: Sudah Lapor Pak Seskab!

Dicari Prabowo, KDM Ungkap Alasan Tak Hadir Rakornas TPAKD: Sudah Lapor Pak Seskab!

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:16 WIB

Habis Prancis, Austria Diguncang Demo Besar! 50 ribu Orang Turun ke Jalan Protes Ini

Habis Prancis, Austria Diguncang Demo Besar! 50 ribu Orang Turun ke Jalan Protes Ini

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:15 WIB

×