Kandidat Vaksin Covid-19 pada Uji Manusia Terbukti Aman, Hasilkan Antibodi

Sabtu, 23 Mei 2020 | 14:53 WIB
Kandidat Vaksin Covid-19 pada Uji Manusia Terbukti Aman, Hasilkan Antibodi
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Vaksin Covid-19 vektor Ad5 baru yang dievaluasi dalam uji coba ini adalah yang pertama kali diuji pada manusia. Peneliti menggunakan virus flu biasa (adenovirus) untuk mengirimkan materi genetik yang mengkode protein lonjakan SARS-CoV-2 ke sel.

Sel-sel ini kemudian menghasilkan protein lonjakan dan melakukan perjalanan ke kelenjar getah bening di mana sistem kekebalan tubuh menciptakan antibodi.

Percobaan menilai keamanan dan kemampuan untuk menghasilkan respon imun dalam dosis berbeda dari vaksin Ad5-nCoV baru pada 108 relawan sehat antara 18 hingga 60 tahun.

Relawan menerima injeksi intramuskuler tunggal dari vaksin Ad5 baru dengan dosis rendah (5 × 1010 partikel virus / 0 · 5ml), dosis menengah (1 × 1011 partikel virus / 1,0ml), dan dosis tinggi (1,5 x 1011 partikel virus / 1,5ml). Masing-masing dosis diberikan pada 3 kelompok dengan jumlah masing-masing 36 orang.

Para peneliti menguji darah sukarelawan secara berkala setelah vaksinasi untuk melihat apakah vaksin merangsang sistem kekebalan.

Vaksin Covid-19 diperkirakan tersedia pada September 2020. Foto: Seorang petugas medis sedang menyuntikkan vaksin flu ke warga Asuncion, Paraguay, pada 15 April kemarin. [AFP/Norberto Duarte]
Vaksin Covid-19 diperkirakan tersedia pada September 2020. Foto: Seorang petugas medis sedang menyuntikkan vaksin flu ke warga Asuncion, Paraguay, pada 15 April kemarin. [AFP/Norberto Duarte]

Kandidat vaksin ditoleransi dengan baik pada semua dosis tanpa efek samping serius yang dilaporkan dalam 28 hari vaksinasi.

Efek samping yang paling umum adalah nyeri ringan di tempat injeksi yang dilaporkan pada lebih dari setengah penerima vaksin, demam pada 50 orang, kelelahan 47 orang, sakit kepala 42 orang, dan nyeri otot terjadi pada 17 orang.

Salah satu peserta yang diberi vaksin dosis tinggi melaporkan demam parah bersamaan dengan gejala kelelahan yang hebat, sesak napas, dan nyeri otot namun reaksi buruk ini bertahan kurang dari 48 jam.

Setelah 28 hari, sebagian besar peserta mengalami peningkatan empat kali lipat dalam ikatan antibodi.

Baca Juga: Gerebek Ruko di Kota Serang, Polisi Sita 821 Kg Sabu Ditimbun Asam Ranji

Para penulis mencatat bahwa keterbatasan utama uji coba adalah ukuran sampelnya yang kecil, durasinya relatif singkat, dan kurangnya kelompok kontrol acak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jika Hidupmu adalah Film, Kamu si Tokoh Antagonis, Protagonis atau Cuman Figuran?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mie Apa yang Kamu Banget? Temukan Karakter Aslimu
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI