Apa Itu Itolizumab, Obat yang Diklaim Bisa Atasi Covid-19?

Risna Halidi | Dinda Rachmawati | Suara.com

Sabtu, 23 Mei 2020 | 20:59 WIB
Apa Itu Itolizumab, Obat yang Diklaim Bisa Atasi Covid-19?
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Suara.com - Apa Itu Itolizumab, Obat yang Diklaim Bisa Atasi Covid-19?

Perusahaan farmasi India, Biocon mengungkap kabar menggembirakan karena percobaan biologi terbarunya, Itolizumab diklaim bisa mengobati beberapa kondisi terkait virus corona baru atau Covid-19.

Mereka mengatakan uji coba pertama menggunakan obat tersebut akan dilakukan di Mumbai dan Delhi, India. Itolizumab, obat yang digunakan untuk mengobati psoriasis - suatu kondisi kulit - tersebut sudah dikomersialkan di India pada 2013.

Perusahaan telah mendapat izin dari Pengawas Obat-obatan Umum India untuk menggunakan Itolizumab pada pasien sedang hingga berat dengan komplikasi Covid-19.

Biocon menggunakan Itolizumab sebagai obat repurposing yang diadaptasi untuk pengobatan Covid-19.

"Mengingat mekanisme regulasi anti-inflamasi dan sitokin Itolizumab, kami berencana untuk mempelajari keamanan dan kemanjuran dini pada pasien Covid-19 dengan hati-hati. Beberapa pasien telah diberi dosis dan merespons dengan baik. Pasien pertama yang diberi dosis sudah keluar dari ICU dan sedang dalam pemulihan," kata Christiane Hamacher, kepala eksekutif Biocon Biologics, anak perusahaan Biocon.

Menurut Hamacher, obat ini bisa menghambat produksi sitokin proinflamasi, yang merupakan protein yang dilepaskan oleh sel.

Badai sitokin adalah komplikasi dari Covid-19 dan dapat diobati dengan Itolizumab. Ini adalah kondisi tubuh yang terjadi saat sistem imun mulai menyerang jaringan tubuh sehat saat melawan virus.

Melalui anak perusahaannya Syngene, Biocon juga telah membuka pusat pengujian Covid-19 khusus untuk memberikan tes berbasis antibodi untuk mendukung komunitas lokal dan rumah sakit di Bengaluru.

Perusahaan itu mengatakan telah mengalihkan sumber daya untuk memasok reagen yang digunakan dalam pengembangan dan pembuatan kit pengujian Covid-19.

Para ilmuwannya secara aktif terlibat dalam proyek penelitian dengan klien dan mitra untuk menemukan vaksin yang dapat memberikan kontribusi signifikan untuk memerangi virus.

Selain India, negara lain yang mengklaim kemampuan Itolizumab adalah Kuba. Kuba bahkan mengklaim dua obat yaitu Itolizumab dan Peptida mampu mengurangi gejala akibat infeksi virus corona penyebab sakit Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kuba Sebut Temukan Dua Obat Covid-19, Diklaim Ampuh dan Bisa Tekan Kematian

Kuba Sebut Temukan Dua Obat Covid-19, Diklaim Ampuh dan Bisa Tekan Kematian

Health | Sabtu, 23 Mei 2020 | 18:26 WIB

Alhamdulillah, Obat Virus Corona Pertama Diklaim Tersedia Bulan Depan

Alhamdulillah, Obat Virus Corona Pertama Diklaim Tersedia Bulan Depan

Tekno | Sabtu, 23 Mei 2020 | 07:00 WIB

33 Pasien Covid-19 di Makassar Sembuh Berkat Jus Mengkudu

33 Pasien Covid-19 di Makassar Sembuh Berkat Jus Mengkudu

Health | Jum'at, 22 Mei 2020 | 19:47 WIB

Terkini

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB