Dwi Sasono Rutin Konsumsi Ganja, Benarkah Bikin Ketergantungan?

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Senin, 01 Juni 2020 | 15:35 WIB
Dwi Sasono Rutin Konsumsi Ganja, Benarkah Bikin Ketergantungan?
Ilustrasi Dwi Sasono Rutin Konsumsi Ganja, Benarkah Bikin Ketergantungan? . [Suara.com/Puput Pandansari]

Suara.com - Dwi Sasono Rutin Konsumsi Ganja, Benarkah Bikin Ketergantungan?

Aktor Dwi Sasono dikabarkan positif terbukti mengonsumsi ganja. Ia diamankan di rumahnya yang berlokasi di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan pada Selasa, 26 Mei 2020

Dalam keterangannya, ia mengonsumsi ganja untuk mengisi waktu luang dan agar lebih mudah untuk tidur.

Menurut penuturan polisi, suami Widi Mulia itu mengaku konsisten mengonsumsi ganja  selama sebulan terakhir.

Pertanyaannya kemudian, benarkah seorang bisa mengalami kecanduan saat mengonsumsi ganja?

Ilustrasi ganja. (Shutterstock)
Ilustrasi Dwi Sasono Rutin Konsumsi Ganja, Benarkah Bikin Ketergantungan?. (Shutterstock)

Seperti dilansir dari Drug Abuse, penggunaan ganja dapat menyebabkan pengembangan masalah penggunaan, yang dikenal sebagai gangguan penggunaan ganja.

Hal itu bisa menjadi bentuk kecanduan dalam kasus-kasus parah. Data terbaru menunjukkan bahwa 30 persen dari mereka yang menggunakan ganja mungkin memiliki beberapa tingkat gangguan penggunaan ganja.

Orang-orang yang mulai menggunakan ganja sebelum usia 18 adalah empat sampai tujuh kali lebih mungkin mengembangkan gangguan penggunaan ganja daripada orang dewasa

Gangguan penggunaan ganja sering dikaitkan dengan ketergantungan, di mana seseorang merasakan gejala penarikan saat tidak minum obat.

Baca Juga: Mengatasi Jerawat, Begini Cara Mudah Bikin Masker Minyak Bunga Matahari

Orang-orang yang menggunakan ganja sering sering melaporkan lekas marah, suasana hati dan kesulitan tidur, nafsu makan berkurang, mengidam, gelisah, dan atau berbagai bentuk ketidaknyamanan fisik yang memuncak dalam minggu pertama setelah berhenti dan bertahan hingga 2 minggu.

Ketergantungan ganja terjadi ketika otak beradaptasi dengan sejumlah besar obat dengan mengurangi produksi dan sensitivitas terhadap neurotransmiter endocannabinoid.

Gangguan penggunaan ganja menjadi kecanduan ketika orang tersebut tidak dapat berhenti menggunakan obat meskipun itu mengganggu banyak aspek kehidupannya.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa 9 persen orang yang menggunakan ganja akan menjadi tergantung, kondisi itu meningkat menjadi sekitar 17 persen pada mereka yang mulai menggunakan di usia remaja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI