Perlukah Selalu Mengikuti Berita Viral di Media Sosial? Ini Kata Psikiater

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 03 Juni 2020 | 07:25 WIB
Perlukah Selalu Mengikuti Berita Viral di Media Sosial? Ini Kata Psikiater
Ilustrasi membaca berita di media online melalui telepon seluler pintar (Shutterstock).

Suara.com - Perlukah Selalu Mengikuti Berita Viral di Media Sosial? Ini Kata Psikiater

Media sosial seakan telah menjadi hidup kedua bagi sebagian besar orang.

Dari kegiatan komunikasi, mencari informasi, tempat curhat, bahkan sampai pencarian jodoh, setiap orang punya cara masing-masing dalam menggunakan media sosial.

Tetapi lantaran banyaknya informasi yang tersebar di media sosial, tak jarang terpancing ikut berkomentar.

Ilustrasi membaca berita
IlustrasiPerlukah Selalu Mengikuti Berita Viral di Media Sosial? Ini Kata Psikiater. (Shutterstock)

Terutama terhadap kabar yang sedang viral.Padahal hal tersebut tidak terlalu penting dilakukan.

"Kamu gak harus komentar buat semua hal yang lagi ramai. Kamu juga gak harus ngelakuin yang dibilang netizen lain. Influence atau bukan, siapapun kamu, lakukan saja apa yang menurutmu berharga," kata Psikiater dari RS Siloam Bogor dr. Jiemi Ardian Sp.KJ dikutip dari akun Twitter-nya, Selasa (2/6/2020).

Jiemi mengingatkan, bermain media sosial tak perlu mengikuti segalanya yang sedang viral atau mengikuti apa pun yang dibicarakan banyak orang.

Menurutnya, setiap orang memiliki alasan masing-masing dalam menjalani kehidupan di dunia maya.

"Ada banyak alasan orang ke sosial media. Lakukan yang menurutmu berharga, itu cukup," ucapnya.

Akun yang diikuti juga bisa mempengaruhi sikap dalam bermedia sosial.

Lantaran banyaknya konten yang tersedia, ada baiknya hanya mengikuti akun yang dianggap bermanfaat.

"Siapa yang kamu follow. Pilih yang menenangkan, pilih yang bisa kasih informasi terpercaya, tidak menambahkan tapi juga tidak mengurang-kurangi," kata Jiemi saat melakukan siaran langsung bersama Instagram @Lawancovid19_id beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan bahwa penting untuk mengetahui pola yang terjadi di media sosial.

Menurutnya, media sosial memiliki sifat tak terbatas. Artinya setiap menit bisa akan selalu muncul konten atau informasi baru.

Tubuh akan lelah jika selalu mengikuti perkembangan terbaru yang ada. Sehingga itu pentingnya membatasi diri dari penggunaan media sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! Kurang Tidur Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Waspada! Kurang Tidur Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Health | Senin, 01 Juni 2020 | 09:30 WIB

Efek Kesehatan Mental Anak setelah Pandemi Covid-19 Tak Bisa Diprediksi

Efek Kesehatan Mental Anak setelah Pandemi Covid-19 Tak Bisa Diprediksi

Health | Jum'at, 29 Mei 2020 | 08:00 WIB

Antripolog Biologi: Perlu Pendekatan Baru Soal Kesehatan Mental

Antripolog Biologi: Perlu Pendekatan Baru Soal Kesehatan Mental

Health | Rabu, 27 Mei 2020 | 19:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB