Masa Isolasi di Rumah Aja Bisa Perburuk Dermatillomania, ini Sebabnya!

Silfa Humairah Utami, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 03 Juni 2020 | 16:30 WIB
Masa Isolasi di Rumah Aja Bisa Perburuk Dermatillomania, ini Sebabnya!
Ilustrasi kulit terluka (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 bisa berdampak banyak pada kesehatan mental akibat masa isolasi mandiri di rumah. Situasi ini juga bisa memperburuk kondisi orang dengan dermatillomania.

Dermatillomania juga dikenal sebagai gangguan eksoriasi yang membuat seseorang berkeinginan menggaruk atau mengelupas kulitnya.

Karena itu, masa isolasi mandiri bisa membuat penderita dermatillomania lebih sering melukai kulitnya.

Sedangkan, ahli kesehatan meminta semua orang untuk tidak menyentuh wajah selama pandemi virus corona Covid-19. Sayangnya, orang dengan gangguan kompulsif yang membuatnya kesulitan berhenti melukai, menggaruk dan mengelupas kulit.

James (26), seorang pria yang menderita dematillomania sejak muda. Saat itu ia percaya kondisinya disebabkan oleh kepindahannya ke China pada usia 8 tahun dan menjumpai lebih banyak nyamuk.

Ia pun berusaha mencari cara untuk mengalihkan perasaan cemasnya dengan menggigit dan mengelupas kulit. Lalu, ia berhasil mengontrol impulsnya dengan melakukan terapi pada Oktober 2019.

Ilustrasi masalah kulit. (Shutterstock)
Ilustrasi masalah kulit. (Shutterstock)

Tetapi, kondisinya kembali kambuh ketika pandemi virus corona Covid-19 telah membuat rencana pernikahannya di bulan April 2020 terpaksa dibatalkan.

Hal sama juga terjadi pada Sarah (26) yang menderita dematillomania dan makin parah ketika tidak ada kerjaan atau acara.

"Saya selalu menggigit dan mengambil kutikula dan kuku saya. Tapi, beberapa tahun lalu ketika cemas dan depresi menjalani perkuliahan. Saya mulai mencabut rambut kepala dan bagian tubuh lain. Saya juga mengelupas kulit di kaki," kata Sarah dikutip dari Metro.co.uk.

baca juga

Saat itu Sarah menyadari kebiasaannya melukai kulit, kuku dan rambutnya tidak normal. Ia menyadarinya ketika mengelupas kulit di kakinya sampai berdarah.

"Saya pikir kecemasan dan fokus yang sempit selama masa isolasi mandiri telah membuat kondisiku jauh lebih parah," ujarnya.

Orang dengan dermatillomania senang mengelupas kulit sebagai bentuk sesi intensif dengan menggaruk bintik-bitik kecil di kulit dan menyakitkan. Tetapi, orang dalam kondisi ini biasanya tidak menyadari kebiasannya.

Sementara, kebosanan dan kecemasan selama masa isolasi mandiri bisa membuat orang dengan dermatillomania lebih sering mengelupas kulitnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Adik Jadi Dokter, Jubir Prabowo Sering Dapat Keluh Kesah Soal Covid-19

Tiga Adik Jadi Dokter, Jubir Prabowo Sering Dapat Keluh Kesah Soal Covid-19

News | Rabu, 03 Juni 2020 | 14:10 WIB

Cegah Gelombang Kedua Virus Corona Covid-19, Lakukan 5 Langkah Ini!

Cegah Gelombang Kedua Virus Corona Covid-19, Lakukan 5 Langkah Ini!

Health | Rabu, 03 Juni 2020 | 15:00 WIB

Terinfeksi Covid-19, Dua Dokter di China Alami Kulit Menghitam!

Terinfeksi Covid-19, Dua Dokter di China Alami Kulit Menghitam!

Health | Rabu, 03 Juni 2020 | 13:37 WIB

Terkini

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:24 WIB

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:15 WIB

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:10 WIB

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 14:00 WIB

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 13:56 WIB

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

×