Studi: Virus Corona yang Hantam New York Berasal dari AS dan Eropa

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Kamis, 04 Juni 2020 | 10:40 WIB
Studi: Virus Corona yang Hantam New York Berasal dari AS dan Eropa
Sejumlah tenaga medis memindahkan pasien terpapar virus corona di Brooklyn Hospital Center, New York City, Amerika Serikat (30/3/2020). (ANTARA/REUTERS/Brendan Mcdermid/aa.)

Suara.com - Kasus Covid-19 pertama yang dikonfirmasi di New York berasal sumber-sumber Eropa dan Amerika Serikat. Hal itu dilaporkan oleh studi epidemiologi molekuler pertama SARS-CoV-2 dari para peneliti di sekolah kedokteran Icahn di Mount Sinai.

Dilansir dari Medical Xpress, studi yang diterbitkan Jumat (29/5/2020) di jurnal Science adalah penelitian pertama yang melacak sumber dari kasus New York.

Penelitian itu menunjukkan, bahwa sebagian besar kasus muncul melalui transmisi yang tidak terlacak di Amerika Serikat dan Eropa. Mereka menyatakan, bahwa wabah di New York yang berasal dari China atau Asia hanya menunjukkan bukti kecil.

Para peneliti juga mendokumentasikan penyebaran awal SARS-CoV-2 di New York selama penelitian.

Kota New York telah menjadi salah satu pusat utama infeksi SARS-CoV-2 di AS dengan hampir 17.000 kematian di wilayah tersebut. Mengetahui kapan virus datang ke New York dan rute yang diambil sangat penting untuk mengevaluasi dan merancang strategi penahanan.

Tim peneliti mengurutkan virus yang menyebabkan Covid-19 pada pasien yang mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit Sistem Kesehatan Mount Sinai.

Analisis filogenetik dari 84 genom SARS-CoV2 yang berbeda menunjukkan beberapa strain yang terisolasi terutama dari Eropa dan bagian lain dari Amerika Serikat.

Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]

Kelompok virus terkait yang ditemukan pada pasien yang tinggal di lingkungan yang berbeda menunjukkan bahwa penyebaran lokal sudah berlangsung pada 18 Maret.

“Penelitian kami memberikan wawasan yang tak terduga tentang asal dan keragaman patogen virus baru ini,” kata Brianne Ciferri, salah satu peneliti.

baca juga

"Kami menemukan bukti yang jelas dan kami mengidentifikasi kelompok regangan di lingkungan yang berbeda di seluruh kota, menunjukkan bahwa transmisi masyarakat yang tidak terlacak sudah berlangsung sebelum Maret," tulis para peneliti.

"Temuan kami menyoroti perlunya respons kesehatan masyarakat awal dalam hal patogen baru yang muncul, semoga bukti yang telah kami temukan mengenai penyebaran awal menjadi pedoman bagi kesehatan masyarakat di masa depan," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jika Pandemi Usai, Wisata Berkelanjutan Akan Jadi Tren

Jika Pandemi Usai, Wisata Berkelanjutan Akan Jadi Tren

Lifestyle | Kamis, 04 Juni 2020 | 09:44 WIB

Kaya Vitamin A, Mangga Disebut Bisa Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Kaya Vitamin A, Mangga Disebut Bisa Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Health | Kamis, 04 Juni 2020 | 09:53 WIB

Update Covid-19 Global 4 Juni: Kasus Positif di Amerika Nyaris 2 Juta

Update Covid-19 Global 4 Juni: Kasus Positif di Amerika Nyaris 2 Juta

Health | Kamis, 04 Juni 2020 | 09:27 WIB

Terkini

Badan Anti-Narkotika Amerika Serikat Selidiki Kematian Hayden Panettiere, Kenapa?

Badan Anti-Narkotika Amerika Serikat Selidiki Kematian Hayden Panettiere, Kenapa?

Entertainment | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:09 WIB

Kementerian ESDM Targetkan PNBP Panas Bumi Rp2,6 Triliun

Kementerian ESDM Targetkan PNBP Panas Bumi Rp2,6 Triliun

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:09 WIB

Investor Pemula Wajib Tahu, Ini Strategi Sabet Hadiah Logam Mulia lewat BRImo

Investor Pemula Wajib Tahu, Ini Strategi Sabet Hadiah Logam Mulia lewat BRImo

Bri | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:09 WIB

Perbedaan Cleansing Balm vs Cleansing Oil vs Micellar Water: Mana yang Seharusnya Dipilih?

Perbedaan Cleansing Balm vs Cleansing Oil vs Micellar Water: Mana yang Seharusnya Dipilih?

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:08 WIB

Reuni Kemerdekaan di Warkop: Antara Secangkir Kopi dan Makna Merdeka

Reuni Kemerdekaan di Warkop: Antara Secangkir Kopi dan Makna Merdeka

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07 WIB

Ilusi Desil DTSEN, Pakar Soroti Risiko Data Keliru yang Bisa Rampas Hak Subsidi Rakyat

Ilusi Desil DTSEN, Pakar Soroti Risiko Data Keliru yang Bisa Rampas Hak Subsidi Rakyat

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07 WIB

Misteri Besar di Balik Kematian Tim Lama dalam Serial Reacher Season 2

Misteri Besar di Balik Kematian Tim Lama dalam Serial Reacher Season 2

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Profil 4 Anggota Pancatera, Ada Marissa Anita hingga Karina Basrewan

Profil 4 Anggota Pancatera, Ada Marissa Anita hingga Karina Basrewan

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:59 WIB

Punya Potensi Air Hujan Besar: Mengapa Semarang Hanya Bisa Manfaatkan 27 Persen?

Punya Potensi Air Hujan Besar: Mengapa Semarang Hanya Bisa Manfaatkan 27 Persen?

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:59 WIB

Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Korupsi Gas Rp255 Miliar

Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Korupsi Gas Rp255 Miliar

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:56 WIB

×