Kementerian Kesehatan India Prediksi Corona Berakhir September Mendatang

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 07 Juni 2020 | 19:18 WIB
Kementerian Kesehatan India Prediksi Corona Berakhir September Mendatang
Ribuan orang di India memilih pulang kampung di tengah pandemi virus corona. [AFP]

Suara.com - Hampir semua orang menduga-duga kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Sebagian besar pemerintah belum dapat memprediksinya, sedangkan pejabat senior Departemen Kesehatan India telah memperkirakan wabah virus corona akan berakhir pada pertengahan September tahun ini di negaranya.

Dr Anil Kumar, Wakil Direktur Jenderal (Kesehatan Masyarakat), Direktorat Jenderal Layanan Kesehatan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga, membuat prediksi ini dalam sebuah artikel terbaru yang terbit dalam Epidemiology International Journal.

Rupali Roy, penulis lain dalam artikel ini yang juga menjabat sebagai Wakil Asisten Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Layanan Kesehatan, Kemeterian Kesehatan, mengatakan prediksi mereka didasarkan pada Model Bailey, di mana Relative Removal Rate dipertimbangkan untuk mencapai kesimpulan.

"Ketika jumlah yang terinfeksi sama dengan jumlah pasien yang dipindahkan, koefisien akan mencapai ambang batas 100%, maka pandemi ini akan berakhir," kata Dr Kumar, dilansir The Health Site.

Menurut Kumar, Relative Removal Rate telah meningkat dari 42% pada 19 Mei menjadi 50% sekarang dan akan mencapai 100% pada pertengahan September 2020. Namun, ia mencatat bahwa semua model matematika tidak absolut, dan hasilnya juga tergantung pada kualitas data yang tersedia.

Ribuan orang di India memilih pulang kampung di tengah pandemi virus corona. [AFP]
Ribuan orang di India memilih pulang kampung di tengah pandemi virus corona. [AFP]

India menjadi negara dengan kasus Covid-19 terburuk kelima

Meski sudah memberlakukan penguncian atau lockdown secara ketat, India mendapati adanya peningkatan jumlah kasus Covid-19 secara signifikan.

Hingga Minggu (7/6/2020) ini, jumlah kasus yang dikonfirmasi di India telah mencapai lebih dari 247 ribu dan sebanyak 6.929 orang telah dinyatakan meninggal akibat virus corona.

Dengan 9.887 kasus Covid-19 baru yang tercatat pada Sabtu (6/6/2020), lonjakan satu hari terbesar sejauh ini, India kini telah menjadi negara dengan virus corona terburuk kelima di dunia yang melampaui Spanyol dengan sekitar 244.000 kasus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Longgarkan Lockdown, Kasus Corona di India Meningkat 10 Ribu dalam 24 Jam

Longgarkan Lockdown, Kasus Corona di India Meningkat 10 Ribu dalam 24 Jam

Health | Minggu, 07 Juni 2020 | 14:51 WIB

Haji 2020 Batal, Komite Haji India Kembalikan Uang Jemaah 100 Persen

Haji 2020 Batal, Komite Haji India Kembalikan Uang Jemaah 100 Persen

News | Sabtu, 06 Juni 2020 | 16:38 WIB

Virus Corona yang Ada Di India Disebut Berbeda, Kok Bisa?

Virus Corona yang Ada Di India Disebut Berbeda, Kok Bisa?

Health | Jum'at, 05 Juni 2020 | 16:30 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB