Angka Malnutrisi Tinggi, Covid-19 Mengintai Anak-Anak di Indonesia

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Jum'at, 12 Juni 2020 | 14:38 WIB
Angka Malnutrisi Tinggi, Covid-19 Mengintai Anak-Anak di Indonesia
Ilustrasi malnutrisi (Shutterstock)

Suara.com - Gizi buruk atau malnutrisi yang masih menghantui anak-anak Indonesia bisa berefek pada kekebalan tubuh. Pada kondisi pandemi corona, lemahnya kekebalan tubuh membuat anak-anak lebih berisiko terjangkit Covid-19.

"Status gizi berdampak pada kekebalan anak-anak,padahal itu penting dalam mengurangi infeksi Covid-19" kata Dr. Nastiti Kaswandani, seorang ahli paru anak di Jakarta, seperti yang dilansir dari South China Morning Post (SCMP).

Menurutnya, melnutrisi semakin diperburuk dengan ketersediaan fasilitas kesehatan. "Perbedaan terbesar di Indonesia adalah ketersediaan unit perawatan intensif anak," kata Shela Putri Sundawa, seorang dokter anak di Jakarta.

Dilansir dari SCMP, kementerian kesehatan menolak memberikan data unit perawatan untuk anak-anak dan seorang pejabat senior mengatakan sistem itu masih jauh dari kata kewalahan.

Sayangnya, kekurangan fasilitas kesehatan lebih terasa di luar ibukota.

Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)
Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)

Dokter anak Dominicus Husada mengatakan sebuah rumah sakit tempat dia bekerja di pulau Madura, Jawa Timur, tidak memiliki ventilator untuk anak-anak. Seorang anak berusia 11 tahun meninggal akibat virus corona di sana pada bulan Maret.

Seorang ayah bernama Iyansyah menyatakan, bahwa putranya yang 9 bulan meninggal karena Covid-19 di pulau Lombok. Ia mengatakan, bahwa rumah sakit itu tidak memiliki unit perawatan untuk anak-anak yang memadai.

"Sejujurnya, jika rumah sakit tempat saya pergi memiliki fasilitas lengkap, dia mungkin selamat," kata Iyansyah.

Menurut UNICEF, Indonesia menderita beban tiga kali lipat gizi buruk yang meliputi stunting, anemia di antara para ibu dan obesitas.

baca juga

"Hampir satu dari tiga anak Indonesia mengalami stunting," catat UNICEF.

Sementara itu, kematian akibat Covid-19 pada anak di bawah 19 tahun di Indonesia cukup tinggi.

Menurut catatan kementerian kesehatan, sebanyak 715 orang di bawah 18 tahun mengidap virus corona Covid-19, sementara 28 orang meninggal. Lalu, setidaknya 380 dari 7.152 anak yang dinyatakan PDP Covid-19 juga dilaporkan meninggal dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pernah Kena Flu? Pakar Sebut Anda Mungkin Saja Terlindungi dari Covid-19

Pernah Kena Flu? Pakar Sebut Anda Mungkin Saja Terlindungi dari Covid-19

Health | Jum'at, 12 Juni 2020 | 13:55 WIB

Ada Kasus Corona di Pasar Rawasari karena Kurang Protokol Kesehatan

Ada Kasus Corona di Pasar Rawasari karena Kurang Protokol Kesehatan

News | Jum'at, 12 Juni 2020 | 13:53 WIB

Waduh! Angka Kematian Anak Akibat Covid-19 di Indonesia Tertinggi Sedunia

Waduh! Angka Kematian Anak Akibat Covid-19 di Indonesia Tertinggi Sedunia

Health | Jum'at, 12 Juni 2020 | 13:39 WIB

Terkini

KPK Yakin Surat Panggilan Sudah Diterima, Ingatkan Nusron Wahid Wajib Hadir!

KPK Yakin Surat Panggilan Sudah Diterima, Ingatkan Nusron Wahid Wajib Hadir!

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:24 WIB

Ledakan Pakuwon City Surabaya Merusak 42 Bangunan dan 8 Kendaraan

Ledakan Pakuwon City Surabaya Merusak 42 Bangunan dan 8 Kendaraan

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:22 WIB

CPO Turun, Harga TBS Sawit Petani Riau Ikut Terjun Jadi Rp3.733/Kg

CPO Turun, Harga TBS Sawit Petani Riau Ikut Terjun Jadi Rp3.733/Kg

Riau | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:21 WIB

Little Forest: Pulang Tak Berarti Gagal, Hanya Perlu Menemukan Diri Sendiri

Little Forest: Pulang Tak Berarti Gagal, Hanya Perlu Menemukan Diri Sendiri

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Siapa Penggugat Ijazah Gibran Rakabuming Raka di MK?

Siapa Penggugat Ijazah Gibran Rakabuming Raka di MK?

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:20 WIB

32 Kantor Imigrasi Berganti Nama, Optimalkan Layanan kepada Masyarakat

32 Kantor Imigrasi Berganti Nama, Optimalkan Layanan kepada Masyarakat

Sumut | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:19 WIB

9 Merek Sepeda MTB yang Bagus dari Pemula hingga Premium

9 Merek Sepeda MTB yang Bagus dari Pemula hingga Premium

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Menguak Episentrum Ledakan Pakuwon City: Tabung Elpiji 50 Kg dan Kompor Diangkut Labfor

Menguak Episentrum Ledakan Pakuwon City: Tabung Elpiji 50 Kg dan Kompor Diangkut Labfor

Jatim | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:17 WIB

Apa Itu Omakase? Kenali Konsep Makan ala Jepang Ini dan Cara Menikmatinya

Apa Itu Omakase? Kenali Konsep Makan ala Jepang Ini dan Cara Menikmatinya

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:17 WIB

Rasisme di Like a Winding Sheet: Siapa yang Salah, Siapa yang Kena Marah?

Rasisme di Like a Winding Sheet: Siapa yang Salah, Siapa yang Kena Marah?

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:15 WIB

×