Pakar: Pemerintah Harus Kompeten Atasi Pandemi Covid-19

Risna Halidi, Frieda Isyana Putri

Senin, 22 Juni 2020 | 15:00 WIB
Pakar: Pemerintah Harus Kompeten Atasi Pandemi Covid-19
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 telah menjangkiti seluruh dunia dan membuat setiap pemerintahan negara diuji dalam upaya mengatasi wabah tersebut.

Tak terkecuali Pemerintah Indonesia yang baru mengkonfirmasi kasus pertamanya di bulan Maret lalu. Hingga kini telah tercatat lebih dari 45 ribu kasus infeksi Covid-19 di Indonesia.

"Pemerintah seharusnya menjadi institusi yang paling kompeten dan paling paham terhadap situasi pandemi Covid-19," kata Dr. Sawedi Muhammad, S.Sos, M.Sc, sosiolog Universitas Hasanuddin dalam Diskusi Online 'Cerdas Mengelola Stres dan Emosi', baru-baru ini.

Selain itu, kata Sawedi, pemerintah juga harus memberikan informasi yang transparan dan berdasarkan paradigma sains.

"Pemerintah harus mendisiplinkan dirinya terhadap kebijakan yang dibuatnya. Jika masyarakat tidak puas dan tidak percaya terhadap kebijakan pemerintah, maka masyarakat akan mengalami public distress dan bahkan akan memunculkan gerakan sosial atau social movement," lanjut Sawedi.

Pandemi Covid-19 juga erat kaitannya dengan risiko. Menurut Sawedi, risiko tidak memengaruhi kelas atau tempat sosial tertentu.

"Risiko pandemi Covid-19 adalah risiko antibias dan dapat memengaruhi semua orang, apa pun kelas Anda," katanya

Tidak ada yang bebas dari risiko ini, apapun agama, suku dan jenis kelaminnya, ia melanjutkan. Manusia mampu membuat inovasi-inovasi terbaru tapi kurang mampu untuk melakukan mitigasi dari apa yang dilakukan.

Ada tiga karakteristik dari pandemi Covid-19 ini, yakni delokalisasi atau tidak mengenal lokasi, incalculate risk di mana tidak dapat dihitung biayanya, dan non-compensability di mana tidak ada yang mampu memberi kompensasi.

baca juga

Sebagai masyarakat, agar tidak larut dalam kecemasan, kesedihan, dan ketakutan yang tak ada ujungnya, maka perlu melakukan manajemen risiko. Ada langkah-langkah yang bisa dilakukan, sebagai berikut:

1. Harus memiliki pemahaman yang utuh dan komprehensif

2. Mengenali kondisi kita dan orang-orang di sekitar kita

3. Rekonsiliasi ketakutan dengan penerimaan terhadap situasi yang tidakpastian

4. Optimis bahwa pandemi ini pasti akan selesai

5. Hindari informasi yang tidak jelas

6. Berkontribusi dalam hal apa pun yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko yang mampu menghindarkan kita dari stres, emosi, cemas dan ketakutan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar 12 Negara di Dunia yang Bebas Covid-19

Daftar 12 Negara di Dunia yang Bebas Covid-19

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2020 | 12:35 WIB

LIPUTAN KHAS:  Modal Nekat, Ramai-ramai Liburan di Tengah Pandemi Covid-19

LIPUTAN KHAS: Modal Nekat, Ramai-ramai Liburan di Tengah Pandemi Covid-19

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2020 | 10:00 WIB

Covid-19: Para Perempuan yang Menghindari KDRT saat Karantina

Covid-19: Para Perempuan yang Menghindari KDRT saat Karantina

Video | Senin, 22 Juni 2020 | 09:00 WIB

Terkini

bank bjb dan UPI Bersinergi Kembangkan Pendidikan, Penelitian hingga Layanan Perbankan

bank bjb dan UPI Bersinergi Kembangkan Pendidikan, Penelitian hingga Layanan Perbankan

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 15:49 WIB

Wacana Capres Wajib Didukung Minimal 2 Parpol Bergulir, Begini Respons Puan Maharani

Wacana Capres Wajib Didukung Minimal 2 Parpol Bergulir, Begini Respons Puan Maharani

News | Selasa, 22 September 2026 | 15:47 WIB

Kode Promo Tiket.com September 2026, AdaCashback Spesial BRI

Kode Promo Tiket.com September 2026, AdaCashback Spesial BRI

Bri | Selasa, 22 September 2026 | 15:46 WIB

Esensi Teror Berdarah di Balik Manisnya Es Krim dalam Film Ice Cream Man

Esensi Teror Berdarah di Balik Manisnya Es Krim dalam Film Ice Cream Man

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 15:45 WIB

KPK Periksa 9 Saksi, Kasus Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Unsoed Meluas

KPK Periksa 9 Saksi, Kasus Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Unsoed Meluas

News | Selasa, 22 September 2026 | 15:44 WIB

Hadir di ICCE 2026, BRI Ungkap Strategi Hadapi Era AI dengan Etika dan Inovasi!

Hadir di ICCE 2026, BRI Ungkap Strategi Hadapi Era AI dengan Etika dan Inovasi!

Bri | Selasa, 22 September 2026 | 15:41 WIB

IMHAX 2026 Catat Rekor 18.693 Pengunjung dan Transaksi Rp11 Miliar

IMHAX 2026 Catat Rekor 18.693 Pengunjung dan Transaksi Rp11 Miliar

Otomotif | Selasa, 22 September 2026 | 15:39 WIB

Reuni Usai 10 Tahun, Yoo Yeon Seok dan Seo Hyun Jin Tampil Tegang di The Perfect Lie

Reuni Usai 10 Tahun, Yoo Yeon Seok dan Seo Hyun Jin Tampil Tegang di The Perfect Lie

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 15:39 WIB

Aming Ingin Warga Rusun 609 Jadi Hiburan di Tengah Situasi Sulit

Aming Ingin Warga Rusun 609 Jadi Hiburan di Tengah Situasi Sulit

Entertainment | Selasa, 22 September 2026 | 15:38 WIB

BRI Wealth Management Tumbuh, Investasi Syariah Jadi Alternatif Lengkapi Portofolio

BRI Wealth Management Tumbuh, Investasi Syariah Jadi Alternatif Lengkapi Portofolio

Malang | Selasa, 22 September 2026 | 15:36 WIB

×