WHO: Dunia Perlu Waspada Soal Flu Babi Baru di Tengah Pandemi Covid-19

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
WHO: Dunia Perlu Waspada Soal Flu Babi Baru di Tengah Pandemi Covid-19
Ilustrasi flu babi. (Shutterstock)

WHO menegaskan, bahwa pihaknya meminta negara untuk meningkatkan kewaspadaannya soal flu babi yang baru ditemukan di China.

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, bahwa pihaknya masih membaca dengan seksama hasil penelitian China mengenai flu babi baru yang berpotensi menimbulkan pandemi. 

Dilansir dari Independent, juru bicara WHO, Christian Lindmeier menyatakan kemunculan virus yang terdeteksi di China itu menunjukkan bahwa dunia harus tetap waspada pada penyakit baru, meski di tengah pandemi Covid-19.

"Kami akan membaca makalah ini dengan seksama untuk memahami apa yang baru," kata Christian Lindmeier dalam briefing di Jenewa pada Selasa (30/6/2020).

"Ini juga menyoroti kita untuk tidak bisa melemahkan kewaspadaan kita terhadap influenza, perlu waspada dan melanjutkan pengawasan bahkan dalam pandemi virus corona," tambahnya.

Sebelumnya para peneliti China menganalisis 30 ribu swab hidung yang diambli dari rumah jagal babi antara 2011 hingga 2018. Mereka mengidentifikasi varian virus G4 dari strain virus "flu babi" H1N1 yang menyebabkan pandemi mematikan pada 2009.

ilustrasi WHO. (Hector Christiaen / Shutterstock.com)
ilustrasi WHO. (Hector Christiaen / Shutterstock.com)

Selain itu, pekerja di peternakan babi juga menunjukkan peningkatan kadar virus dalam darah mereka. Penelitian ini berbasis di Pusat Pengendalian dan Pecegahan Penyakit (CDC) China, Universitas Nottingham, dan dua Universitas di China. 

"Infektivitas seperti itu sangat meningkatkan peluang adaptasi virus pada manusia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap kemungkinan generasi virus pandemi," catat para peneliti. 

Pandemi H1N1 pada 2009, diperkirakan berasal dari babi di Meksiko yang diperkirakan telah menginfeksi lebih dari 700 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan hampir 17.000 kematian. Tetapi jumlah sebenarnya dari kematian yang terkait dengan penyakit ini diyakini jauh lebih tinggi dari jumlah yang terkonfirmasi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS