Ramai Artis Cerai, Ini Sebab Anak Jadi Broken Home

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
Ramai Artis Cerai, Ini Sebab Anak Jadi Broken Home
Ilustrasi anak broken home. (Shutterstock)

Psikologi Anak dan Keluarga, Samantha Ananta sempat mengatakan bahwa perceraian tidaklah selalu menghasilkan anak broken home.

Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari artis Laudya Cynthia Bella yang dipastikan sudah bercerai dengan Engku Emran. Hal ini diungkap langsung oleh perempuan yang akrab disapa Bella itu dalam salah satu siaran televisi swasta.

Meski bukan anak kandungnya, Bella memang sudah akrab dan dekat dengan putri Engku Emran, Aleesya yang sedikit dikhawatirkan terdampak psikologinya karena mengalami dua kali orang tuanya bercerai.

Di temui di waktu terpisah, Psikologi Anak dan Keluarga, Samantha Ananta sempat mengatakan bahwa perceraian tidaklah selalu menghasilkan anak broken home. Tapi sikap kedua orangtua setelah perceraian yang saling membenci yang justru membuat anak menjadi korban.

Ilustrasi anak broken home. (Shutterstock)
Ilustrasi anak broken home. (Shutterstock)

"Perceraian tidak membuat anak menjadi broken home. Tetapi anak hilang harapan iya. yang menjadikan anak broken home adalah sikap orang tuanya yang saling membenci pasca perceraian," ujar Psikolog Anak dan Keluarga, Samantha Ananta, M.Psi dalam diskusi di Instagram Live @singlemomsindonesia, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan jika terpaksa harus bercerai agar anak tidak menjadi korban, orangtua harus memastikan tahapannya. Mulai dari alasan, dampak ke depan, hingga permasalahan yang akan timbul di keluarga.

"Pertama tahapannya gini, cerai karena apa. Misal karena salah satu pasangan selingkuh, karena masalah finansial, masalah mertua. Udah nikah tapi masalah mertua nggak selesai-selesai biasanya salah satu memihak orangtuanya bukan pasangannya," papar Samantha.

"Terus ada masalah juga yang berkaitan dengan hukum. Sehingga udahlah kita cerai aja. Jadi cerai itu banyak faktor terutama kalau ada masalah kekerasan," sambungnya.

Biasanya masalah hukum yang membelit setelah bercerai adalah hak asuh anak. Nah, di sini kata Samantha jangan sampai bertanya pada untuk memilih salah satu dari kedua orangtuanya.

"Begitu pengadilan selesai, anak sudah diputuskan ikut siapa baru ngomong pelan-pelan. Jangan tanya anak mau ikut siapa? NO. karena anak nggak akan pernah mau pilih," tegas Samantha.

"Lahir aja dia nggak milih kan, dari kita orangtuanya. Jadi jangan suruh dia lagi milih mau ikut siapa. Meskipun mereka sudah dewasa," lanjutnya.

Berapapun usia anak jangan pernah tanya anak akan memilih siapa saat kedua orangtuanya bercerai. Namun saat masalah dirasa tidak bisa ditangani kedua orangtua bagaimana cara menghadapi anak, maka bisa minta bantuan profesional untuk penanganannya.

"Beberapa yang saya temui klien saya sudah SD bermasalah dengan belajar. Mamanya nggak pernah bilang, anaknya sekolah suka ngelamun. Apalagi pas diantar ayahnya. Dia selalu merenung. Memang perceraiannya terjadi waktu bayi dan ibunya menikah lagi saat dia TK. Jadi anak ini nggak pernah dijelasin. Tahunya dia adalah daddynya. Akhirnya dia merasa, kok gak mirip ya," cerita Samantha.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS