WHO Setop Uji Klinis Hidroksiklorokuin dan Lopinavir untuk Obat Covid-19

Ririn Indriani | Lilis Varwati | Suara.com

Minggu, 05 Juli 2020 | 11:51 WIB
WHO Setop Uji Klinis Hidroksiklorokuin dan Lopinavir untuk Obat Covid-19
Logo Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. [AFP]

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO resmi menghentikan uji coba klinis hidroksiklorokuin dan lopinavir atau ritonavir yang disebut sebagai obat untuk pasien Covid-19.

Penghentian uji coba itu berdasarkan rekomendasi dari Komite Pengarah Internasional Solidaritas Trial saat KTT WHO pada 1-2 Juli tentang penelitian dan inovasi Covid-19.

Komite Pengarah Internasional itu merumuskan rekomendasi berdasarkan bukti dari uji coba perbandingan pengobatan antara hidroksiklorokuin dengan perawatan standar dan lopinavir atau ritonavir dengan perawatan standar.

"Hasil uji coba sementara ini menunjukkan bahwa hidroksiklorokuin dan lopinavir atau ritonavir menghasilkan sedikit atau tidak ada pengurangan dalam kematian pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit jika dibandingkan dengan standar perawatan," demikian tertulis dalam situs resmi WHO sebagaimana dikutip Suara.com, Minggu (5/7/2020).

Dari hasil sementara uji coba perbandingan itu ditemukan bahwa masing-masing obat tidak memberikan bukti kuat peningkatan mortalitas.

Namun, ada beberapa sinyal keselamatan yang terkait dalam temuan laboratorium klinis uji coba add-on Discovery, seorang peserta dalam uji Solidaritas. Ini juga akan dilaporkan dalam publikasi peer-review.

Keputusan ini hanya berlaku untuk pelaksanaan uji coba Solidaritas pada pasien yang dirawat di rumah sakit dan tidak mempengaruhi evaluasi yang mungkin dalam penelitian lain hidroksiklorokuin atau lopinavir atau ritonavir pada pasien yang tidak dirawat di rumah sakit atau sebagai profilaksis pra atau pasca pajanan untuk Covid-19.

Sebelumnya WHO sempat menyatakan menunda uji klinis hidroksiklorokuin, 25 Mei 2020. Namun tak lama pada 3 Juni WHO memberikan pengumuman kembali melanjutkan uji coba.

Keputusan badan kesehatan PBB itu muncul setelah sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet, menunjukkan bahwa hidroksiklorokuin dapat meningkatkan risiko kematian di antara pasien Covid-19.

Kelompok eksekutif yang disebut Solidarity Trial, di mana ratusan rumah sakit di seluruh dunia telah mendaftarkan pasien untuk menguji beberapa kemungkinan perawatan untuk Covid-19, mengambil keputusan tersebut sebagai tindakan pencegahan.

Komite keamanan dan pemantauan data dari Solidarity Trial telah meninjau data tersebut.

"Atas dasar data kematian yang tersedia, anggota komite merekomendasikan bahwa tidak ada alasan untuk memodifikasi protokol percobaan," kata ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah briefing berita virtual.

Kelompok eksekutif menerima rekomendasi dan mendukung kelanjutan uji klinis hidroksiklorokuin.

"Komite keamanan dan pemantauan data akan terus memantau dengan seksama keamanan semua terapi yang diuji dalam Solidarity Trial," kata Tedros.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Covid-19 Bisa Sembuh dengan Obat-Obatan Murah? Begini Penjelasan Dokter

Covid-19 Bisa Sembuh dengan Obat-Obatan Murah? Begini Penjelasan Dokter

Health | Minggu, 28 Juni 2020 | 19:27 WIB

Dipuji WHO, Bagiamana Langkah Vietnam Mengatasi Covid-19?

Dipuji WHO, Bagiamana Langkah Vietnam Mengatasi Covid-19?

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2020 | 10:42 WIB

Bukan Deksametason, Remdesivir Jadi Obat Covid-19 Pilihan Korea Selatan

Bukan Deksametason, Remdesivir Jadi Obat Covid-19 Pilihan Korea Selatan

Health | Jum'at, 26 Juni 2020 | 19:50 WIB

Terkini

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Health | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

Health | Rabu, 22 April 2026 | 06:40 WIB

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 19:44 WIB

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB