Array

Makin Mengkhawatirkan, Banyak Pasien Covid-19 Alami Kerusakan Otak

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Kamis, 09 Juli 2020 | 16:05 WIB
Makin Mengkhawatirkan, Banyak Pasien Covid-19 Alami Kerusakan Otak
Ilustrasi kerusakan otak. (Shutterstock)

Suara.com - Selain komplikasi yang sebelumnya telah banyak disebutkan, dunia kini harus bersiap-siap untuk kemungkinan gelombang kerusakan otak terkait coronavirus yang mengarah ke penyakit radang, psikosis dan delirium.

Dilansir dari New York Post, sebuah studi baru dari University College London menggambarkan 43 kasus Covid-19 pasien yang menderita disfungsi otak sementara, stroke, kerusakan saraf atau efek otak serius lainnya.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Temuan itu menambah penelitian yang berkembang yang menghubungkan penyakit menular dengan kerusakan neurologis.

"Mengingat bahwa penyakit ini baru ada selama beberapa bulan, kita mungkin belum tahu kerusakan jangka panjang apa yang dapat disebabkan Covid-19," kata Ross Paterson, yang turut memimpin penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Brain.

"Dokter perlu mewaspadai kemungkinan efek neurologis, karena diagnosis dini dapat meningkatkan hasil pasien."

Sembilan pasien yang diteliti yang mengalami peradangan otak juga didiagnosis dengan kondisi langka yang disebut ensefalomielitis akut disebarluaskan (ADEM) yang lebih sering terlihat pada anak-anak dan dapat dipicu oleh infeksi virus.

Para peneliti mengatakan mereka biasanya melihat satu pasien per bulan didiagnosis dengan ADEM di klinik London mereka tetapi jumlah itu melonjak menjadi setidaknya satu per minggu setelah pandemi menyerang.

Ahli saraf mengatakan bukti baru ini mengkhawatirkan.

“Kekhawatiran saya adalah bahwa kita memiliki jutaan orang dengan Covid-19 sekarang. Dan jika dalam waktu satu tahun kita memiliki 10 juta orang yang pulih, dan orang-orang itu memiliki defisit kognitif ... maka itu akan mempengaruhi kemampuan mereka untuk bekerja dan kemampuan mereka untuk melakukan kegiatan kehidupan sehari-hari, "Adrian Owen, seorang ahli saraf di Western University di Kanada, kata.

Baca Juga: Virus Corona Belum Berakhir Meski New Normal, Rina Nose Waspada

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI