Penderita Diabetes Harus Pakai Alas Kaki, Ini Alasannya

Angga Roni Priambodo, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 10 Juli 2020 | 13:14 WIB
Penderita Diabetes Harus Pakai Alas Kaki, Ini Alasannya
Berjalan Tanpa Alas Kaki di Atas Rumput. (Pixabay)

Suara.com - Gula darah tinggi atau diabetes berkontribusi pada sirkulasi darah yang buruk. Kondisi ini bisa merusak bagian tubuh, salah satunya saraf di kaki yang disebut neuropati.

Neuropati inilah yang menyebabkan Anda kehilangan indera perasa di bagian kaki. Sehingga seseorang, terutama penderita diabetes tidak akan menyadari telah melukai kakinya sendiri.

Sedangkan luka yang tidak terawat bisa menyebabkan infeksi. Terlebih, penderita diabetes memiliki sirkulasi darah buruk yang bisa mempersulit penyembuhan luka dan infeksi.

Anda juga mungkin mengalami luka terbuka di jari kaki atau bagian bawah kaki. Anda juga bisa mengembangkan kapalan atau area tebal pada kulit yang mengeras.

Dilansir dari healthline.com, beberapa kondisi yang mungkin terjadi pada penderita diabetes, antara lain bunions, jagung, infeksi jamur dan gangren.

Kerusakan saraf juga bisa mengubah bentuk kaki. Penderita diabetes lebih mungkin mengembangkan hammetoe, yakni kelainan bentuk yang meyebabkan sendi di jari kaki menekuk di dalam.

Ilustrasi diabetes (shutterstock)
Ilustrasi diabetes (shutterstock)

Bahkan masalah kaki ringan, seperti lecet atau kaki atlet juga bisa menyebabkan penyebab kekhawatiran bila Anda menderita diabetes. Karena, masalah kaki apapun akan membutuhkan waktu lama untuk sembuh akibat sirkulasi darah yang buruk.

Kondisi itulah yang menyebabkan berkembangnya infeksi berbahaya dan bisa memicu amputasi bila tak ditangani ditangan dengan benar. Oleh sebab itu, penderita diabetes disarankan untuk memakai alas kaki.

Cidera kaki dan perubahan bentuk kaki bisa membuat sepatu reguler Anda terasa tidak nyaman. Pemakaian sepatu yang ketat atau terlau longgar sama-sama menempatkan Anda pada risiko masalah kaki.

baca juga

Cara memilih alas kaki untuk penderita diabetes

Penelitian yang dilakukan di Lagos, Nigeria, Ogedengbe dilansir dari webmd, meminta 41 persen pasien dengan diabetes tipe 2. rata-rata berusia sekitar 57 tahun untuk mensurvei tetang alas kaki.

Hasilnya, para peneliti menemukan beberapa kabar baik, yakni 90 persen memiliki pendidikan tentang alas kaki, 83 persen mencuci dan mebgeringkan kaki setiap hari dan 51 persen selalu melakukan pemeriksaan mandiri.

Namun, sekitar 56 persen mengaku selalu atau kadang-kadang berjalan di sekitar rumah tanpa alas kaki. Bahkan 15 persen juga melakukannya di luar rumah.

Selanjutnya, para peneliti mengevaluasi alas kaki pilihan pada peserta. Mereka pun menemukan sebanyak 68 persen alas kaki yang digunakan penderita diabetes salah.

Selain gaya sepatu yang tidak pantas, beberapa orang juga mengenakan sepatu yang ukurannya salah. Meski tidak ada kekurangan ini dalam pemakaian sepatu, tapi 73 persen pasien berpikir bahwa alas kakinya tidak pantas.

Ogedengbe pun menyarankan penderita diabetes untuk menghindari sepatu dengan ujung runcing, jangan memakai sepatu dengan sol terlalu datar atau sepatu hak tinggi.

Anda juga perlu mencari sol sepatu yang lembut, pilih gata kulit, kanvas atau suede yang memungkinkan sirkulasi udara serta cari sepatu dengan fitus tali atau gesper.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:44 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Berapa Harga Crocs Asli? Ini Cara Membedakannya dengan yang Palsu

Berapa Harga Crocs Asli? Ini Cara Membedakannya dengan yang Palsu

Lifestyle | Senin, 08 Juni 2026 | 19:05 WIB

Mengenal Sandal Barefoot, Alas Kaki Minimalis yang Bisa Perkuat Otot Kaki

Mengenal Sandal Barefoot, Alas Kaki Minimalis yang Bisa Perkuat Otot Kaki

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:04 WIB

Waspada Siklon dan Ancaman Penyakit! Hantavirus Mengintai, Diabetes Tipe 2 Ancam Anak Muda

Waspada Siklon dan Ancaman Penyakit! Hantavirus Mengintai, Diabetes Tipe 2 Ancam Anak Muda

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 12:05 WIB

Dulu Identik dengan Lansia, Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini 'Hobi' Menyerang Remaja?

Dulu Identik dengan Lansia, Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini 'Hobi' Menyerang Remaja?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:51 WIB

Ketika Estetika Scandi-Cool dan Kultur Urban Jakarta Bertemu dalam Langkah Kaki

Ketika Estetika Scandi-Cool dan Kultur Urban Jakarta Bertemu dalam Langkah Kaki

Lifestyle | Minggu, 24 Mei 2026 | 00:05 WIB

Bola Ada di Tangan BPOM: Saatnya Wajibkan Label Peringatan Gula

Bola Ada di Tangan BPOM: Saatnya Wajibkan Label Peringatan Gula

Opini | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:44 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Smartwatch Kini Bisa Baca Risiko Diabetes? Ini Fitur Huawei Watch Fit 5 Pro

Smartwatch Kini Bisa Baca Risiko Diabetes? Ini Fitur Huawei Watch Fit 5 Pro

Your Say | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:25 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×