Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Sebelum Mendapat Vaksin Flu

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 15 Juli 2020 | 14:48 WIB
Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Sebelum Mendapat Vaksin Flu
Ilustrasi vaksin flu. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Meski vaksin untuk SARS CoV 2 belum ditemukan, vaksin flu bisa jadi salah satu upaya untuk melindungi kita dari jenis virus flu lainnya di tengah pandemi Covid-19 ini.

Seperti diketahui, baik influenza maupun Covid-19 sama-sama menyerang organ paru-paru.

Meski vaksin flu tidak membuat kita kebal Covid-19, tapi dapat membantu melindungi paru-paru dari virus, sehingga kondisi paru-paru tidak akan terlalu parah ketika harus melawan virus corona penyebab Covid-19.

Head of Medical & Training ZAP Clinic, dr. Dara Ayuningtyas, mengatakan yang terpenting dalam pemberian vaksin adalah kondisi orang tersebut haruslah sehat, agar vaksin bisa bekerja maksimal.

"Usahakan kondisi tubuh sehat, tidak ada demam dan flu. Supaya pembentukan antibodinya bisa lebih maksimal. Kalau diberikan saat kondisi sedang sakit, takut antibodinya terkalahkan dengan vaksin yang disuntikkan," ujar dr. Dara dalam diskusi ZAP Clinic, Rabu (15/7/2020).

Terlebih bagi mereka yang autoimun, syarat ini harus sangat diperhatian, mengingat orang dengan autoimun sangat mudah sakit. Jadi, jangan sampai ketika vaksin masuk, sakit semakin parah.

Lebih lanjut disampaikan dr. Dara, ada beragam jenis vaksin, ada yang berasal dari virus atau antigen hidup yang dilemahkan, dan ada juga yang dibuat dari bakteri mati yang direkayasa untuk melawan virus.

Nah, penggunaan vaksin untuk jenis penyakit berbeda seperti flu dan pneumonia bisa dilakukan dalam waktu bersamaan, selama vaksin yang dimasukkan bukan berasal dari antigen hidup yang dilemahkan. Minimal jika yang satunya antigen hidup, maka satu lagi harus dari antigen yang mati.

"Vaksin flu dan pneumonia bisa dilakukan bersamaan dalam satu waktu, bisa satu di lengan kanan dan satu lagi di lengan kiri. Biasanya yang dilakukan bersamaan itu vaksin mati dan vaksin hidup dilemahkan," jelasnya

"Kalau vaksin hidup yang dilemahkan tidak boleh bersamaan, biasanya selang 2 minggu. Tapi vaksin hidup dengan vaksin mati dimasukkan bersamaan, itu boleh," sambungnya.

Sedangkan bagi orang dengan autoimun, vaksin yang diberikan tidak boleh vaksin yang berasal dari antigen hidup yang dilemahkan. Merekaa harus diberi vaksin yang berasal dari antigen yang mati. Ini karena berisiko membuat antibodinya malah berbalik menyerang tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Udara Mulai Dingin, Waspadai Infeksi Flu di Tengah Pandemi Covid-19

Udara Mulai Dingin, Waspadai Infeksi Flu di Tengah Pandemi Covid-19

Health | Selasa, 14 Juli 2020 | 14:35 WIB

Besok Sembuh, Ini Tiga Cara Meredakan Flu Dalam Waktu 24 Jam

Besok Sembuh, Ini Tiga Cara Meredakan Flu Dalam Waktu 24 Jam

Jogja | Kamis, 09 Juli 2020 | 17:51 WIB

Studi: Covid-19 Lebih Berisiko Sebabkan Stroke daripada Influenza

Studi: Covid-19 Lebih Berisiko Sebabkan Stroke daripada Influenza

Health | Jum'at, 03 Juli 2020 | 15:58 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB