Pemeriksaan Suhu Tubuh Saja Tidak Efektif Mencegah Covid-19 di Tempat Kerja

Vania Rossa

Jum'at, 24 Juli 2020 | 16:00 WIB
Pemeriksaan Suhu Tubuh Saja Tidak Efektif Mencegah Covid-19 di Tempat Kerja
Pemeriksaan Suhu Tubuh di Tempat Kerja. (Shutterstock)

Suara.com - Pemeriksaan suhu tubuh menjadi salah satu protokol kesehatan yang banyak diterapkan untuk skrining orang dengan gejala Covid-19, yaitu demam. Cara ini dilakukan di berbagai tempat umum, mulai dari mal, restoran, taman bermain, hingga tempat kerja.

Namun, peneliti meragukan cara ini cukup efektif dilakukan di tempat kerja. Hal ini mengingat tidak semua mereka yang terinfeksi Covid-19 menunjukkan gejala demam.

Dilansir dari Huffpost, menurut sebuah studi dalam Journal of American Medical Association, dari 5.700 orang yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 di New York antara Maret dan April, hanya 30,7% yang menunjukkan gejala demam.

Orang yang tidak menunjukkan gejala demam bisa saja menularkan Covid-19. Hal ini seperti yang dicatat oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO untuk para pelancong di bandara, “Pemeriksaan suhu saja, saat keluar atau masuk, bukanlah cara yang efektif untuk menghentikan penyebaran Covid-19 secara internasional, karena orang yang terinfeksi mungkin berada dalam masa inkubasi.”

Meski demikian, pemeriksaan suhu bisa sedikit membantu dalam melakukan skrining di tempat kerja.

Menurut Kartik Cherabuddi, seorang profesor klinis penyakit menular di University of Florida, tiga hal yang terpenting dalam pencegahan Covid-19 adalah skrining gejala, APD (alat pelindung diri) atau memakai masker, dan memeriksa suhu tubuh.

Cherabuddi mengatakan bahwa para pengusaha cenderung fokus pada skrining demam saja karena pengukuran suhu terasa objektif. Tetapi, pemeriksaan suhu tubuh tidak menangkap gejala ringan yang lebih umum Cherabuddi lihat pada pasien, seperti kelelahan, sakit kepala ringan, sakit otot, dan tenggorokan gatal.

"Hanya pemeriksaan demam saja akan memberi Anda rasa aman yang salah. Kalau saya sakit kepala dan sakit otot, tapi saya tidak demam, jadi saya bisa bekerja," katanya.

Skrining gejala yang lebih komprehensif untuk karyawan akan mengidentifikasi gejala-gejala yang lebih ringan, katanya. Seseorang yang mengungkapkan bahwa mereka tidak tidur nyenyak tadi malam atau sakit kepala ringan, misalnya, dapat diminta untuk memakai masker, menjaga jarak sosial, memantau gejalanya selama beberapa jam, dan pulang ke rumah jika mereka gejala bertambah buruk.

baca juga

Tetapi ada batasan untuk apa yang dapat ditangkap oleh skrining gejala. Untuk karyawan pra-gejala atau asimtomatik, Cherabuddi mengatakan, memiliki karyawan menjaga jarak adalah kunci karena itu satu-satunya cara untuk mencegah penularan ketika tidak ada cara lain untuk mengetahui apakah seseorang memiliki virus.

Skrining demam adalah pencegahan sekunder. Namun yang paling penting adalah mempromosikan tempat kerja yang sehat.

Zeke McKinney dari HealthPartners RiverWay Clinic di Minnesota, menyebut bahwa skrining demam sebagai strategi pencegahan sekunder. Pencegahan utama adalah meminta karyawan mengenakan masker dan menjaga jarak fisik, katanya, dan memahami bahwa tindakan yang mereka lakukan di luar pekerjaan juga penting untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tempat kerja.

Pengusaha juga sebaiknya tidak menekan karyawannya untuk bekerja saat mereka sakit. Sebagaimana American College of Occupational and Medicine Medicine jabarkan dalam rekomendasinya, “Cuti sakit berbayar direkomendasikan untuk mengurangi kemungkinan pekerja dengan Covid-19 datang ke tempat kerja.”

Dengan kata lain, untuk memastikan tempat kerja sehat, karyawan tidak boleh ditekan untuk tetap bekerja saat mereka merasakan gejala Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikabarkan Bisa Merusak Otak, Begini Cara Kerja Thermal Gun Sebenarnya

Dikabarkan Bisa Merusak Otak, Begini Cara Kerja Thermal Gun Sebenarnya

Health | Rabu, 22 Juli 2020 | 14:09 WIB

Ramai-ramai Pakar FKUI Bantah Klaim Thermo Gun Bisa Rusak Otak

Ramai-ramai Pakar FKUI Bantah Klaim Thermo Gun Bisa Rusak Otak

Health | Selasa, 21 Juli 2020 | 16:54 WIB

New Normal, PNS Bersuhu Tubuh di Atas 37,5 Derajat Celsius Dilarang Kerja

New Normal, PNS Bersuhu Tubuh di Atas 37,5 Derajat Celsius Dilarang Kerja

Jabar | Senin, 01 Juni 2020 | 15:21 WIB

Terkini

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:40 WIB

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:29 WIB

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:22 WIB

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:07 WIB

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

Sport | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:03 WIB

Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik

Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:02 WIB

Gempa NTT, Badan Geologi Minta Waspada Bahaya Susulan

Gempa NTT, Badan Geologi Minta Waspada Bahaya Susulan

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Konsep Lakeside Living Makin Diminati, Ini Tips Memilih Hunian di Tepi Danau

Konsep Lakeside Living Makin Diminati, Ini Tips Memilih Hunian di Tepi Danau

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:00 WIB

×