CDC Ungkap Gejala yang Tidak Akan Hilang Meski Pasien Covid-19 Sembuh

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 29 Juli 2020 | 12:30 WIB
CDC Ungkap Gejala yang Tidak Akan Hilang Meski Pasien Covid-19 Sembuh
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Laporan terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit adalah badan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat, (CDC) mengungkapkan bahwa banyak orang yang sebelumnya pulih dari virus corona masih dapat mengalami berbagai gejala satu minggu dan kadang-kadang berbulan-bulan setelah pulih.

Laporan tersebut secara khusus berfokus pada individu yang, walaupun terinfeksi coronavirus, tidak mengalami gejala yang cukup parah untuk menjalani rawat inap.

Menurut laporan itu, sekitar sepertiga orang yang dites positif Covid-19 tidak kembali ke tingkat kesehatan awal dalam dua hingga tiga minggu setelah diagnosis awal mereka.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Dari pasien virus corona yang berada dalam kisaran usia 18-34 tahun, penelitian ini menemukan bahwa satu dari lima tidak dapat kembali ke kondisi kesehatan biasanya, dengan asumsi bahwa mereka tidak memiliki kondisi medis kronis sebelumnya.

Gejala-gejala yang paling mungkin untuk bertahan dalam minggu-minggu setelah diagnosis coronavirus positif termasuk kelelahan, batuk, dispnea, kehilangan rasa dan bau, nyeri dada dan kebingungan.

Gejala-gejala yang paling tidak mungkin untuk bertahan adalah muntah, mual, demam, dan kedinginan.

Laporan CDC ini tampaknya menguatkan laporan sebelumnya yang menyebut bahwa sejumlah pasien coronavirus di sebuah rumah sakit di Israel melaporkan berbagai nyeri dan gejala kadang-kadang berbulan-bulan setelah diagnosis awal mereka.

Pasien-pasien itu secara khusus melaporkan serangkaian nyeri misterius, beberapa masalah psikologis dan masalah dengan kapasitas paru-paru.

Selain itu, patut dicatat bahwa laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada bulan Mei mengindikasikan bahwa beberapa pasien virus korona dapat mengalami "kambuh" setelah pemulihan sering dianggap sudah sembuh sepenuhnya.

“Tentu saja, ada beberapa kasus yang dilaporkan kambuh diduga, jadi, orang jatuh sakit lagi,” direktur eksekutif WHO Dr. Mike Ryan menjelaskan.

“Banyak pekerjaan akan dilakukan sekarang untuk melihat apakah orang telah terinfeksi ulang atau apakah itu hanya bagian kronis dari kondisi tersebut.”

Laporan WHO juga mengindikasikan bahwa banyak pasien yang pulih mengalami masalah jangka panjang dengan energi. Pernyataan itu selaras dengan laporan CDC yang disebutkan di atas dan masalah berlarut-larut yang berkelanjutan pada pasien yang pulih.

Dokter pada saat ini masih belum dapat mengetahui dengan tepat mengapa beberapa pasien mengalami gejala yang bertahan lama selama berminggu-minggu sesudahnya.

Sebagai poin terakhir, telah didokumentasikan bahwa coronavirus  kadang-kadang dapat merusak sejumlah organ utama dalam tubuh. Pada gilirannya, sangat mungkin bahwa coronavirus dapat menyebabkan masalah kesehatan yang tersisa yang mungkin tidak terbukti dalam jangka pendek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Harvard Ungkap Sebab Pasien Covid-19 Kehilangan Indera Penciuman

Peneliti Harvard Ungkap Sebab Pasien Covid-19 Kehilangan Indera Penciuman

Health | Rabu, 29 Juli 2020 | 10:31 WIB

Studi: Gejala Covid-19 Masih Dialami 1 dari 5 Anak Muda Walau Sudah Sembuh

Studi: Gejala Covid-19 Masih Dialami 1 dari 5 Anak Muda Walau Sudah Sembuh

Health | Selasa, 28 Juli 2020 | 20:23 WIB

Waspada, Dokter Sebut 9 dari 10 Orang Tak Sadar Kena Hepatitis

Waspada, Dokter Sebut 9 dari 10 Orang Tak Sadar Kena Hepatitis

Health | Selasa, 28 Juli 2020 | 19:45 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB