CDC Ungkap Gejala yang Tidak Akan Hilang Meski Pasien Covid-19 Sembuh

Bimo Aria Fundrika
CDC Ungkap Gejala yang Tidak Akan Hilang Meski Pasien Covid-19 Sembuh
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Laporan tersebut secara khusus berfokus pada individu yang, walaupun terinfeksi coronavirus, tidak mengalami gejala yang cukup parah untuk menjalani rawat inap.

Suara.com - Laporan terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit adalah badan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat, (CDC) mengungkapkan bahwa banyak orang yang sebelumnya pulih dari virus corona masih dapat mengalami berbagai gejala satu minggu dan kadang-kadang berbulan-bulan setelah pulih.

Laporan tersebut secara khusus berfokus pada individu yang, walaupun terinfeksi coronavirus, tidak mengalami gejala yang cukup parah untuk menjalani rawat inap.

Menurut laporan itu, sekitar sepertiga orang yang dites positif Covid-19 tidak kembali ke tingkat kesehatan awal dalam dua hingga tiga minggu setelah diagnosis awal mereka.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Dari pasien virus corona yang berada dalam kisaran usia 18-34 tahun, penelitian ini menemukan bahwa satu dari lima tidak dapat kembali ke kondisi kesehatan biasanya, dengan asumsi bahwa mereka tidak memiliki kondisi medis kronis sebelumnya.

Gejala-gejala yang paling mungkin untuk bertahan dalam minggu-minggu setelah diagnosis coronavirus positif termasuk kelelahan, batuk, dispnea, kehilangan rasa dan bau, nyeri dada dan kebingungan.

Gejala-gejala yang paling tidak mungkin untuk bertahan adalah muntah, mual, demam, dan kedinginan.

Laporan CDC ini tampaknya menguatkan laporan sebelumnya yang menyebut bahwa sejumlah pasien coronavirus di sebuah rumah sakit di Israel melaporkan berbagai nyeri dan gejala kadang-kadang berbulan-bulan setelah diagnosis awal mereka.

Pasien-pasien itu secara khusus melaporkan serangkaian nyeri misterius, beberapa masalah psikologis dan masalah dengan kapasitas paru-paru.

Selain itu, patut dicatat bahwa laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada bulan Mei mengindikasikan bahwa beberapa pasien virus korona dapat mengalami "kambuh" setelah pemulihan sering dianggap sudah sembuh sepenuhnya.

“Tentu saja, ada beberapa kasus yang dilaporkan kambuh diduga, jadi, orang jatuh sakit lagi,” direktur eksekutif WHO Dr. Mike Ryan menjelaskan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS