Pakai Celana Jeans Ketat dan Cukur Rambut Kemaluan Berisiko Kena Vulvodynia

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Rabu, 29 Juli 2020 | 17:15 WIB
Pakai Celana Jeans Ketat dan Cukur Rambut Kemaluan Berisiko Kena Vulvodynia
Celana jeans perempuan. (Shutterstock)

Suara.com - Memakai celana jeans ketat dan cukur rambut kemaluan mungkin dianggap hal yang sepele. Tetapi, keduanya ternyata bisa menyakiti vagina Anda.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Boston University School of Public Health menyatakan bahwa perempuan yang kerap menggunakan celana jeans ketat dua kali lebih berisiko mengalami vulvodynia

Kondisi tersebut juga bisa dipicu oleh pencukuran rambut kemaluan di bagian atas vagina. 

Melansir dari laman resmi National Health Service (NHS), vulvodynia sendiri merupakan rasa sakit di sekitar vulva atau kulit yang mengelilingi vagina.

Gejala kondisi ini bisa berupa munculnya sensasi terbakar, sakit atau nyeri di bagian vulva, perih yang kadang menyebar ke paha bagian dalam hingga pantat. 

Vulvodynia bahkan bisa mengganggu berbagai aktivitas sepeti duduk terlalu lama hingga saat berhubungan seks. 

Studi ini menganalis data laporan dari 213 perempuan yang mengalami vulvodynia.

Laporan tersebut menyatakan bahwa rata-rata perempuan yang mengenakan celana jeans ketat, atau celana ketat lainnya paling tidak 4 kali seminggu mengalami risiko dua kali lebih mungkin terkena vulvodynia.

Sementara itu, perempuan yang mencukur bulu kemaluan mengalami peningkatan risiko vulvodynia 74 persen.

Ilustrasi waxing atau mencukur rambut kemaluan. (Shutterstock)
Ilustrasi waxing atau mencukur rambut kemaluan. (Shutterstock)

"Jeans atau celana ketat dapat menciptakan lingkungan vagina yang bisa memicu infeksi saluran genital, ini biasanya terkait dengan nyeri vulva," kata Bernard Harlow, penulis senior penelitian ini. 

"Penghilangan rambut kemaluan di wilayah vulva, terutama pada remaja perempuan juga bisa memicu komplikasi imun-inflamasi," tambahnya. 

Menurut NHS, pengobatan vulvodinia bisa bermacam-macam, mulai dari pemberian gel khusus, pengobatan sesuai resep dokter, operasi, hingga fisioterapi.

"Kunjungi dokter umum atau klinik kesehatan seksual terdekat jika Anda mengalami nyeri vulva yang terjadi menetap," catat NHS di website resminya. 

Penyakit vulvodynia tidak akan menghilang dengan sendirinya, sehingga butuh perawatan dari dokter.

Selain itu, sakit di vulva belum tentu vulvodynia, sebab sakit di vulva juga bisa mengindikasikan penyakit lain, sehingga perlu memastikannya ke dokter. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korset hingga Celana Jeans, 4 Item Fesyen Ini Buruk bagi Kesehatan

Korset hingga Celana Jeans, 4 Item Fesyen Ini Buruk bagi Kesehatan

Health | Selasa, 28 Juli 2020 | 15:41 WIB

Wanita Ini Bagikan Pesan Positif Usai Coba Ukuran Celana Jeans yang Menipu

Wanita Ini Bagikan Pesan Positif Usai Coba Ukuran Celana Jeans yang Menipu

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2020 | 12:00 WIB

Jangan Dicukur Habis, Ini Fungsi Rambut Kemaluan yang Tak Banyak Diketahui

Jangan Dicukur Habis, Ini Fungsi Rambut Kemaluan yang Tak Banyak Diketahui

Health | Rabu, 15 Juli 2020 | 19:30 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB