Jika Vaksin Virus Corona Tersedia, Masih Perlukah Pakai Masker?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 29 Juli 2020 | 19:15 WIB
Jika Vaksin Virus Corona Tersedia, Masih Perlukah Pakai Masker?
Ilustrasi menggunakan masker di tempat umum.[Pexels/Anna Shvets]

Suara.com - Masyarakat di seluruh dunia hingga saat ini masih menunggu kehadiran vaksin virus corona. Sambil menunggu, masyarakat disarankan untuk tetap memakai masker agar terhindar dari virus tersebut.

Seperti diketahui, sampai sekarang, kandidat vaksin yang dikembangkan oleh University of Oxford, perusahaan Cina Sinopharm, raksasa farmasi Cina Sinovac dan pendatang baru Moderna Inc telah mencapai Tahap III percobaan manusia.

Hasil menggembirakan dari percobaan awal yang dilakukan oleh Universitas Oxford telah melahirkan harapan baru vaksinasi terhadap virus corona baru. Lantas, jika nanti vaksin corona telah tersedia, masih perlukah masyarakat menggunakan vaksin?

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Dilansir dari Times of India, meski vaksin virus corona mungkin akan tersedia pada akhir 2020 atau pada 2021 nanti, masker wajah dan penutup wajah mungkin masih menjadi bagian dari rutinitas harian kita.

Hal pertam, karena vaksin telah dikembangkan dengan super cepat untuk membendung penyebaran virus corona baru. Artinya kita mungkin tidak memiliki vaksin yang benar-benar efektif dalam memberikan kekebalan terhadap virus corona baru.

Meski vaksin dapat mengurangi kemungkinan pasien Covid-19 tertular infeksi lagi dan bahkan menurunkan kemungkinan timbulnya gejala, mereka mungkin tidak segera memberikan perlindungan penuh terhadap coronavirus baru atau mencegah orang dari terinfeksi bersama-sama.

Sampai sekarang, kandidat vaksin bertujuan untuk memberikan setidaknya 60 hingga 70 persen kemanjuran dalam mencegah infeksi Covid-19.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan di Science Insider, Maria Elena Bottazzi, seorang pengembang vaksin di Baylor College of Medicine mengatakan, "Saat Anda mendapatkan vaksin tidak berarti Anda akan memasukkan masker Anda ke tempat sampah. Itu tidak akan terjadi. Saya harap orang-orang tidak berpikir itu akan menjadi solusi ajaib untuk semua. "

Ini pada dasarnya berarti akan ada kebutuhan selanjutnya untuk revisi, vaksin yang lebih kuat yang akan meningkatkan kemanjuran dalam mencegah infeksi coronavirus dan seluruh perjalanan ini mungkin memerlukan waktu lebih lama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia-Turki Jajaki Kerja Sama Vaksin COVID-19 dan Teknologi Antariksa

Indonesia-Turki Jajaki Kerja Sama Vaksin COVID-19 dan Teknologi Antariksa

Tekno | Rabu, 29 Juli 2020 | 15:49 WIB

Rusia Mulai Fase Kedua Uji Klinis Vaksin Covid-19 Pada Manusia

Rusia Mulai Fase Kedua Uji Klinis Vaksin Covid-19 Pada Manusia

Health | Rabu, 29 Juli 2020 | 15:33 WIB

Bio Farma Ungkap Alasan Indonesia Jadi Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19

Bio Farma Ungkap Alasan Indonesia Jadi Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19

Health | Rabu, 29 Juli 2020 | 15:03 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB