Awas Gejala Kanker Kulit Tak Biasa, Cek Area Dalam Mulut dan Tenggorokan!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Awas Gejala Kanker Kulit Tak Biasa, Cek Area Dalam Mulut dan Tenggorokan!
Ilustrasi bibir, mulut (Shutterstock)

Lesi yang berkembang di mulut dan tenggorokan bisa jadi tanda lain kanker kulit akibat virus.

Suara.com - Ada beberapa jenis kanker kulit, salah satunya kanker kulit yang diperoleh dari infeksi virus. Kanker kulit jenis ini bisa menyebabkan gejala awal yang terlihat pada mulut.

NHS mengidentifikasi human herpesvirus 8 (HHV-8) sebagai penyebab di balik jenis kanker kulit tertentu. Human herpesvirus 8 itu juga dikenal sebagai herpesvirus terkait sarkoma Kaposi (KSHV)

Virus ini bertanggung jawab atas sarkoma kaposi, sejenis kanker langka yang menyerang kulit. Orang dengan sistem kekebalan yang lemah akan lebih berisiko terkena virus penyebab kanker ini.

The American Cancer Society menjelaskan gejala-gejala sarkoma Kaposi yang harus diwaspadai. Salah satu tandanya berupa lesi ungu, merah atau cokelat di dalam mulut dan tenggorokan yang biasanya menimbulkan rasa sakit dan tidak gatal.

Dilansir dari Express, lesi bisa bertekstur datar atau yang terlihat seperti bercak. Ada pula lesi yang membuat kulit sedikit timbul ke atas yang dikenal sebagai plak.

Ilustrasi kanker kulit (pexels/jenna hamra)
Ilustrasi kanker kulit (pexels/jenna hamra)

Lesi bisa terlihat seperti benjolan yang dikenal sebagai nodul. Bintik-bintik ini bisa muncul di wajah, kaki, pangkal, paha dan kelopak mata.

Selain memengaruhi daging dan membran tubuh, sarkoma kaposi juga bisa memengaruhi organ dalam. Jiak organ dalam terpengaruh, seperti kelenjar getah bening, paru-paru atau gejala pencernaan, maka tanda-tanda lain bisa muncul.

Misalnya, seseorang dengan penyakit ini mungkin menderita pembengkakan yang tidak nyaman di lengan atau kakinya (lymphoedema).

Kondisi ini juga bisa menyebabkan sesak napas, batuk berdarah, nyeri dada, mual dan sakit. Bahkan seseorang bisa mengalami sakit perut yang disertai diare.

Sarkoma Kaposi ini bisa didiagnosis dengan biopsi. Biopsi dilakukan dengan mengambil jaringan yang terdampak untuk diperiksa menggunakan mikroskop.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS