Awas Gejala Kanker Kulit Tak Biasa, Cek Area Dalam Mulut dan Tenggorokan!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 02 Agustus 2020 | 13:46 WIB
Awas Gejala Kanker Kulit Tak Biasa, Cek Area Dalam Mulut dan Tenggorokan!
Ilustrasi bibir, mulut (Shutterstock)

Suara.com - Ada beberapa jenis kanker kulit, salah satunya kanker kulit yang diperoleh dari infeksi virus. Kanker kulit jenis ini bisa menyebabkan gejala awal yang terlihat pada mulut.

NHS mengidentifikasi human herpesvirus 8 (HHV-8) sebagai penyebab di balik jenis kanker kulit tertentu. Human herpesvirus 8 itu juga dikenal sebagai herpesvirus terkait sarkoma Kaposi (KSHV)

Virus ini bertanggung jawab atas sarkoma kaposi, sejenis kanker langka yang menyerang kulit. Orang dengan sistem kekebalan yang lemah akan lebih berisiko terkena virus penyebab kanker ini.

The American Cancer Society menjelaskan gejala-gejala sarkoma Kaposi yang harus diwaspadai. Salah satu tandanya berupa lesi ungu, merah atau cokelat di dalam mulut dan tenggorokan yang biasanya menimbulkan rasa sakit dan tidak gatal.

Dilansir dari Express, lesi bisa bertekstur datar atau yang terlihat seperti bercak. Ada pula lesi yang membuat kulit sedikit timbul ke atas yang dikenal sebagai plak.

Ilustrasi kanker kulit (pexels/jenna hamra)
Ilustrasi kanker kulit (pexels/jenna hamra)

Lesi bisa terlihat seperti benjolan yang dikenal sebagai nodul. Bintik-bintik ini bisa muncul di wajah, kaki, pangkal, paha dan kelopak mata.

Selain memengaruhi daging dan membran tubuh, sarkoma kaposi juga bisa memengaruhi organ dalam. Jiak organ dalam terpengaruh, seperti kelenjar getah bening, paru-paru atau gejala pencernaan, maka tanda-tanda lain bisa muncul.

Misalnya, seseorang dengan penyakit ini mungkin menderita pembengkakan yang tidak nyaman di lengan atau kakinya (lymphoedema).

Kondisi ini juga bisa menyebabkan sesak napas, batuk berdarah, nyeri dada, mual dan sakit. Bahkan seseorang bisa mengalami sakit perut yang disertai diare.

baca juga

Sarkoma Kaposi ini bisa didiagnosis dengan biopsi. Biopsi dilakukan dengan mengambil jaringan yang terdampak untuk diperiksa menggunakan mikroskop.

Selama biopsi ini, pasien akan diberikan bius lokal. Jika penyakit yang dicurigai berasal dari sistem pencernaan, maka dokter perlu melakukan endoskopi.

Selain itu, CT scan juga mungkin diperlukan untuk mengonfirmasi kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening atau belum.

NHS menyatakan virus penyebab kanker ini bisa menyebar selama berhubungan seks, melalui darah atau air liur serta dari ibu ke bayi selama proses persalinan.

Kebanyakan orang yang memiliki virus tidak akan mengembangkan sarkoma kaposi, tapi hanya beberapa orang yang memiliki sistem kekebalan lemah. Karena, sistem kekebalan tubuh yang lemah memungkinkan virus HHV-8 ini berkembang biak ke tingkat yang tinggi dalam darah.

Kondisi ini meningkatkan kemungkinan sarkoma kaposi, karena virus mengubah instruksi genetik yang mengendalikan pertumbuhan sel.

Virus mempengaruhi sel-sel yang melapisi permukaan bagian dalam pembuluh darah dan pembuluh limfatik yang dikenal sebagai sel endotel.

Kemudian, sel-sel endotel bereproduksi pada tingkat yang tidak terkendali dan membentuk benjolan jaringan, yang dikenal sebagai tumor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Muda Spesialis Paru di Medan Meninggal karena Corona

Dokter Muda Spesialis Paru di Medan Meninggal karena Corona

News | Minggu, 02 Agustus 2020 | 12:59 WIB

6 Keajaiban ASI dan 4 Berita Hits Kesehatan Lainnya

6 Keajaiban ASI dan 4 Berita Hits Kesehatan Lainnya

Health | Minggu, 02 Agustus 2020 | 10:50 WIB

Gelar Evaluasi, WHO Sebut Pandemi Virus Corona Bisa Berlangsung Lama

Gelar Evaluasi, WHO Sebut Pandemi Virus Corona Bisa Berlangsung Lama

News | Minggu, 02 Agustus 2020 | 11:27 WIB

Terkini

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:28 WIB

16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?

16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:25 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:18 WIB

×