Mengapa Orang Lain Tetap Kurus Walau Banyak Makan? Simak Penuturan Ahli

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Senin, 03 Agustus 2020 | 15:01 WIB
Mengapa Orang Lain Tetap Kurus Walau Banyak Makan? Simak Penuturan Ahli
Ilustrasi diet (Shutterstock)

Suara.com - Ketika beberapa orang harus berjuang menurunkan berat badan agar memiliki berat ideal dan sehat, yang lain seolah tidak merasakannya. Meski banyak makan, mereka terlihat tetap kurus

Kathleen Melanson, profesor ilmu gizi dan makanan di University of Rhode Island, Pulau Rhode, menjelaskan bahwa ini disebabkan oleh banyak faktor.

"Ada faktor genetik, nutrisi, dan bahkan perilaku yang terlibat, dan sejauh mana masing-masing faktor itu berperan akan berbeda pada setiap orang," jelas Melanson, dilansir dari Live Science.

Ia menambahkan bahwa ini tidak ada hubungannya dengan tipe tubuh dan metabolisme.

Sukses diet turun berat badan 5 kg punya banyak manfaat. (Shutterstock)
Ilustrasi diet (Shutterstock)

Hal ini juga bisa disebabkan oleh cara makan, yang sebenarnya lebih sedikit dari yang terlihat atau aktivitas fisik apa saja, tidak harus berupa olahraga.

"Jika Anda mengukur kalori orang-orang ini, mereka mungkin tidak makan sebanyak yang Anda pikirkan. Mereka hanya makan makanan padat kalori, hal yang membuat orang tidak makan berlebihan," kata Dr. Frank Greenway, Kepala Petugas Medis di Pennington Biomedical Research Center.

Semakin banyak Anda bergerak, semakin banyak mitokondria di dalam sel-sel otot akan bertambah jumlahnya dan dalam aktivitasnya.

"Dan mitokondria adalah pembangkit listrik yang menciptakan energi, menggunakan energi untuk bergerak. Lebih banyak mitokondria, berarti lebih banyak kalori yang terbakar," ujar Melanson.

Faktor lainnya adalah cascade dari sistem saraf sinyal untuk memberitahu ketika tubuh lapar atau kenyang. Ini disebut sistem pengaturan nafsu makan dan mungkin lebih sensitif pada beberapa orang, kata Melanson.

baca juga
Ilustrasi. pilihan makanan agar bisa diet kenyang
Ilustrasi wanita diet (Shutterstock)

Ada juga hormon leptin yang membantu mengatur berapa banyak makanan yang ingin dimakan dalam jangka waktu lebih lama, bukan hanya jarak antar waktu makan, misalnya, sarapan ke makan siang.

"Jadi seseorang dengan sistem yang lebih sensitif mungkin makan di suatu waktu, kemudian mereka merasa kenyang selama beberapa hari berikutnya sehingga mereka makan lebih sedikit," tambahnya.

Genetika, tentu saja, dapat berperan terhadap kenaikan dan penurunan berat badan. Peneliti menemukan orang yang kurus memiliki lebih sedikit gen yang berkaitan dengan obesitas.

Tetapi, genetik saja tidak menentukan berat badan seseorang.

"Kami tidak menemukan gen yang secara khusus melindungi dari obesitas atau membuat seseorang rentan terhadap obesitas. Tampaknya seperti sebuah rangkaian," kata Barosso, penulis studi tentang DNA yang dikaitkan dengan obesitas pada 2019, terbit di PLOS Genetics.

Jadi, menurut pakar-pakar ini, jawaban dari seseorang yang banyak makan tapi bisa tetap kurus ini rumit. "Itu tidak sama dari satu orang ke orang lainnya," tandas Melanson.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingin Menurunkan Berat Badan? Biasakan Minum Air Putih Hangat

Ingin Menurunkan Berat Badan? Biasakan Minum Air Putih Hangat

Health | Sabtu, 01 Agustus 2020 | 14:20 WIB

Jalani Puasa Daud, Berat Badan Gary Iskak Turun Drastis

Jalani Puasa Daud, Berat Badan Gary Iskak Turun Drastis

Video | Rabu, 29 Juli 2020 | 07:00 WIB

Bawang Putih dan Madu, Ramuan Penurun Berat Badan yang Manjur

Bawang Putih dan Madu, Ramuan Penurun Berat Badan yang Manjur

Health | Kamis, 23 Juli 2020 | 17:37 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×